Views: 3
Di Tengah Operasi BP Tangguh, Pemuda Tuanaikin Mengaku Sulit Dapat Kerja dan Tak Punya Lapangan Olahraga
BINTUNI – Di kampung yang berada di sekitar wilayah operasi BP Tangguh LNG, sejumlah pemuda mengaku belum merasakan dampak langsung kehadiran industri migas. Philipus Bauw, pemuda Kampung Tuanaikin, Distrik Weriagar, Kabupaten Teluk Bintuni, mengatakan kesempatan kerja bagi warga setempat masih sangat terbatas, sementara fasilitas dasar kepemudaan seperti lapangan olahraga juga belum tersedia.
“Weriagar adalah wilayah yang terdampak langsung operasi BP Tangguh, tetapi kami pemuda di sini masih kesulitan mencari pekerjaan,” kata Philipus kepada wartawan, belum lama ini.
Menurut dia, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana program pemberdayaan masyarakat benar-benar menjangkau kampung-kampung di sekitar proyek strategis nasional itu. Ia berharap BP Tangguh LNG bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni membuka akses kerja yang lebih luas bagi pemuda lokal, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga penyerapan tenaga kerja yang nyata.
Selain lapangan pekerjaan, Philipus menyoroti ketiadaan fasilitas olahraga di Kampung Tuanaikin. Hingga kini, kata dia, kampung tersebut belum memiliki lapangan maupun sarana olahraga yang layak. “Padahal fasilitas seperti itu penting untuk pembinaan generasi muda dan mencegah mereka terlibat dalam aktivitas negatif,” ujarnya.
Ia menilai perhatian terhadap pemuda seharusnya menjadi bagian dari investasi sosial di wilayah penghasil migas. Dengan tersedianya pekerjaan dan ruang aktivitas yang memadai, pemuda lokal diyakini dapat lebih produktif dan terlibat dalam pembangunan daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari BP Tangguh LNG maupun Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengenai permintaan pemuda Kampung Tuanaikin tersebut. Aspirasi yang disampaikan Philipus menambah daftar tuntutan masyarakat di wilayah sekitar operasi migas agar manfaat pembangunan tidak berhenti pada angka investasi, tetapi juga terasa dalam kehidupan sehari-hari warga setempat.
***(Tim/red/MA/inspirasi Papua.id)***













