Mahasiswa Baru ITB Bintuni Diajak Berpikir Kritis Sebelum Menekan Tombol “Bagikan”

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 3

Belajar Bermedia Sosial Sebelum Kuliah Dimulai, Mahasiswa Baru ITB Dibekali Etika Digital

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Sebelum memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru Institut Teluk Bintuni (ITB) lebih dulu diajak memahami cara bermedia sosial yang bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi digital, kampus menilai kemampuan memilah informasi dan menjaga etika di ruang siber menjadi bekal yang sama pentingnya dengan kemampuan akademik.

Pembekalan itu diberikan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di GOR dan ruang kelas Kampus ITB, Kompleks Kampung Lama, Kamis (23/7/2026). Panitia menghadirkan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni, Wawan Gunawan, untuk membawakan materi tentang etika bermedia sosial dan literasi digital.

Di hadapan mahasiswa baru, Wawan mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi di media sosial bukan berarti tanpa batas. Setiap pengguna internet tetap terikat oleh norma dan ketentuan hukum, mulai dari Undang-Undang Pers, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), hingga Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

“Mahasiswa sebagai calon intelektual harus menjadi kelompok yang mampu menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Ia juga menjelaskan perbedaan media sosial dengan media pers yang bekerja berdasarkan badan hukum dan kode etik jurnalistik. Menurutnya, setiap informasi yang dipublikasikan harus memenuhi prinsip dasar jurnalistik, seperti unsur 5W+1H atau yang dikenal dengan istilah SADIKAMEGA, sehingga informasi yang disampaikan tidak menyesatkan masyarakat.

Selain memahami aspek hukum, mahasiswa didorong membangun kebiasaan melakukan cek fakta sebelum membagikan konten, menghormati privasi orang lain, serta memanfaatkan media sosial untuk aktivitas yang produktif. Kemampuan berpikir kritis di ruang digital dinilai menjadi salah satu keterampilan penting bagi generasi muda di tengah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi.

Materi literasi digital tersebut menjadi bagian dari rangkaian PKKMB ITB Tahun Akademik 2026/2027. Selain PWI Teluk Bintuni, panitia juga menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Polres Teluk Bintuni, serta dosen dan tenaga pendidik ITB guna membekali mahasiswa baru menghadapi kehidupan akademik sekaligus tantangan di era digital.

***(Tim/red/MA/inspirasi Papua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *