Demi Menjangkau Lebih Banyak Anak Papua, ITB Bintuni Perpanjang Penerimaan Mahasiswa Baru

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 22

“ITB Bintuni Buka Gelombang Ketiga, Agar Lebih Banyak Anak Papua Bisa Kuliah di Tanah Sendiri”

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Kesempatan mengenyam pendidikan tinggi di Kabupaten Teluk Bintuni kembali dibuka. Institut Transformasi Bintuni (ITB) memperpanjang penerimaan mahasiswa baru melalui pendaftaran gelombang ketiga yang berlangsung mulai 27 Juli hingga 15 Agustus 2026.

Perpanjangan masa pendaftaran dilakukan setelah kampus melihat tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. ITB ingin memastikan tidak ada lulusan SMA maupun SMK yang kehilangan kesempatan hanya karena terlambat mendaftar.

Rektor ITB Bintuni, Dr. H. Haris Tahir, M.Si, mengatakan kehadiran ITB merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Teluk Bintuni, khususnya putra-putri asli Papua.

“Kami ingin semakin banyak anak-anak Papua memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerahnya. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk membangun sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak kemajuan Teluk Bintuni di masa depan,” ujarnya.

Saat ini ITB membuka tiga program studi, yakni S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Pendidikan Informatika, dan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD). Ketiga program studi tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan daerah akan aparatur pemerintahan yang profesional, tenaga pendidik yang berkualitas, serta generasi yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi.

Sebagai perguruan tinggi yang baru memulai perjalanan akademiknya, ITB didukung 34 tenaga dosen, terdiri atas 26 dosen bergelar magister (S2), 7 doktor, dan 1 guru besar. Pada tahun akademik 2026/2027, kampus ini telah menerima 124 mahasiswa angkatan pertama.

Sebelumnya, para mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 23–25 Juli 2026. Selama tiga hari mereka diperkenalkan pada kehidupan akademik, etika kampus, literasi digital, wawasan kebangsaan, serta pembentukan karakter sebagai bekal menjalani pendidikan tinggi.

ITB mengusung visi CANGGIH, akronim dari Cerdas, Andal, Nasional, Global, Gagah, Inovatif, dan Humanis. Visi tersebut menjadi arah pengembangan kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kepedulian sosial.

Menurut Haris Tahir, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Daerah juga membutuhkan sumber daya manusia yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu bersaing di berbagai bidang.

“Kami berharap lulusan ITB kelak menjadi pemimpin, pendidik, birokrat, wirausahawan, maupun inovator yang lahir dari Teluk Bintuni dan kembali mengabdi untuk membangun daerahnya sendiri. Itulah semangat yang ingin kami tanamkan sejak awal,” katanya.

Melalui pembukaan pendaftaran gelombang ketiga ini, ITB berharap semakin banyak generasi muda memanfaatkan kesempatan tersebut. Bagi banyak keluarga di Teluk Bintuni, kuliah bukan sekadar meraih gelar sarjana, tetapi menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas kesempatan, dan menyiapkan generasi Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

***(Tim/red/inspirasi Papua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *