Views: 0
“Warga Tofoi Sepakat Dukung Pembangunan Jalan, Akses Sumuri Diharapkan Kian Terbuka”
BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id — Sebuah kesepakatan sederhana yang lahir di Balai Kampung Tofoi, Distrik Sumuri, Sabtu, 1 Agustus 2026, menjadi penanda bahwa pembangunan jalan tidak hanya bergantung pada alat berat dan anggaran, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bersama warga menyatukan komitmen untuk mendukung pelaksanaan Paket Peningkatan Jalan Ruas Tofoi–Materabu Jaya, sebuah proyek yang diharapkan membuka akses dan mempercepat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Pertemuan yang difasilitasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Teluk Bintuni itu mempertemukan pemerintah, pelaksana proyek, konsultan pengawas, aparat distrik dan kampung, serta para pemilik hak ulayat.
Hadir mewakili Dinas PUPR, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Antonius Pongtuluran. Sementara pekerjaan akan dilaksanakan oleh PT Widya Kencana Pratama dengan pengawasan PT Gracia Papua Consultant.
Lima marga pemilik hak ulayat—Dorisara, Wamai, Morena, Bayuni, dan Ateta—ikut menyampaikan sikap dalam forum tersebut. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting karena pembangunan infrastruktur di Papua tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga penghormatan terhadap hak adat dan musyawarah sebagai jalan mencapai mufakat.
Pelaksana Tugas Kepala Kampung Tofoi, Maximus Dorisara, mengatakan pertemuan menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendukung pembangunan jalan agar dapat berjalan tanpa hambatan.
“Syukur tadi ada kesepakatan, dan kita secara bersama-sama mendukung pembangunan,” kata Maximus usai pertemuan.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai rencana. Menurutnya, pembangunan jalan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan dan mempercepat kemajuan wilayah.
Bagi masyarakat Distrik Sumuri, jalan bukan sekedar hamparan aspal atau tanah yang diperkeras. Infrastruktur tersebut menjadi jalur penghubung yang mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil kebun, membuka akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah.
Karena itu, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari lahirnya rasa memiliki dan dukungan masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan secara bersama.
***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***












