Views: 14
“Papua Barat Mengajak JMSI Menjadi Penjaga Nalar Publik di Tengah Arus Informasi Digital”
MANOKWARI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id — Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak tanpa jeda, Pemerintah Provinsi Papua Barat mengingatkan bahwa media tidak cukup hanya menjadi penyampai kabar. Lebih dari itu, media diharapkan hadir sebagai penjaga akal sehat publik, pengawal pembangunan, sekaligus perekat kehidupan masyarakat yang majemuk.
Pesan itu disampaikan Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat, Jafar Werfete, S.Sos., M.M., dalam pelantikan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Barat di Vitta Hotel Manokwari, Sabtu (1/8/2026).
Bagi pemerintah daerah, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi pers. Momentum itu dipandang sebagai awal terbentuknya ruang kolaborasi baru antara pemerintah dan perusahaan media siber dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta memberi manfaat bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, saya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus JMSI Papua Barat yang hari ini resmi dilantik. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat JMSI atas kepercayaan yang diberikan sehingga kepengurusan JMSI Papua Barat dapat terbentuk dan menjalankan tugas organisasi di Tanah Papua Barat,” demikian sambutan gubernur yang dibacakan Jafar Werfete.
Dalam pandangan gubernur, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, tanggung jawab media juga semakin besar. Media tidak lagi hanya berlomba menjadi yang tercepat, tetapi juga dituntut menjadi yang paling dapat dipercaya.
Kehadiran JMSI Papua Barat sebagai organisasi perusahaan media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem media yang sehat, profesional, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
Media yang bekerja berdasarkan fakta, menurut gubernur, menjadi benteng penting dalam menghadapi penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang kerap memecah belah masyarakat. Pada saat yang sama, media juga memiliki peran strategis mengawal jalannya pembangunan melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang.
Pemerintah Provinsi Papua Barat pun membuka ruang kemitraan seluas-luasnya dengan JMSI Papua Barat. Namun kemitraan itu, ditegaskan gubernur, harus dibangun di atas prinsip profesionalisme, transparansi, dan saling menghormati fungsi masing-masing.
Dalam konteks itu, kritik yang lahir dari kerja jurnalistik tidak dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, kritik yang berbasis data dan fakta merupakan bagian dari kontrol sosial yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Pemerintah juga mengajak dunia usaha ikut mengambil bagian dalam memperkuat keberlanjutan media lokal. Dukungan terhadap perusahaan media dinilai penting agar media tetap mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas sekaligus memperkenalkan berbagai potensi Papua Barat, mulai dari sektor investasi, pariwisata, ekonomi kreatif hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang menjadi wajah Papua Barat, gubernur berharap JMSI mampu menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan melalui informasi yang mencerdaskan, menyejukkan, dan tidak memperuncing perbedaan.
Kepada para pengurus yang baru dilantik, ia berpesan agar menjadikan amanah organisasi sebagai ruang pengabdian. Membangun organisasi yang solid, meningkatkan kapasitas perusahaan media, memegang teguh kode etik, serta terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
Di era ketika informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik, kualitas jurnalisme menjadi semakin menentukan. Karena pada akhirnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan jalan, jembatan, atau gedung, tetapi juga membutuhkan informasi yang benar agar masyarakat dapat mengambil keputusan dengan pengetahuan yang utuh.
“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, membangun komunikasi yang sehat, dan menjadikan informasi sebagai energi positif untuk mewujudkan Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri,” tutup gubernur dalam sambutannya.
***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***











