Roy Masyewi Merawat Budaya Papua, Dari Tifa hingga Harapan Ekonomi Warga

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 3

“Anggota DPRK Teluk Bintuni Roy Masyewi Lestarikan Budaya Papua Lewat Kreativitas Tifa dan Kerajinan”

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Bintuni dari Partai Amanat Nasional (PAN), Roy Masyewi, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian adat dan budaya Papua melalui kreativitas dan keterampilan membuat berbagai kerajinan tradisional.

Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, Roy tetap meluangkan waktu untuk berkarya bersama pemuda dan pemudi. Salah satu kegiatan yang dilakukannya adalah membuat alat musik tradisional Papua, tifa, serta berbagai kerajinan bercorak Papua seperti mahkota Papua, noken, dan sejumlah hiasan tradisional lainnya.

Menurut Roy, kegiatan tersebut bukan sekadar untuk mempertahankan budaya, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan budaya Papua sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia menilai, di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini, masyarakat perlu kreatif dalam memanfaatkan keterampilan yang dimiliki agar dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

“Sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati. Intinya mencintai budaya dan melestarikannya, kemudian kita juga mendapatkan hasil dari karya kita, ujar Roy, wakil rakyat yang dikenal publik dengan sebutan Anak Cawat itu.

Roy mengatakan, kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai bentuk motivasi kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah Yensei dan Wamesa, agar tidak hanya menjadi penonton dalam pelestarian budaya, tetapi turut mengambil bagian melalui karya nyata.

Baginya, budaya dan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Kerajinan tradisional yang dibuat dengan kreativitas tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Roy berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terus mengembangkan berbagai keterampilan dan kreativitas. Menurutnya, selain berkarya di bidang seni dan budaya, masyarakat juga perlu mencari serta mengembangkan berbagai usaha produktif lainnya untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kita jangan hanya berpikir untuk mendapatkan penghasilan dari satu bidang saja. Masyarakat harus terus berkreasi dan melihat peluang yang ada, sehingga keterampilan yang dimiliki dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” harapnya.

Ia menegaskan, pelestarian budaya harus dimulai dari masyarakat sendiri. Dengan melibatkan generasi muda dalam kegiatan membuat tifa, noken, mahkota Papua dan berbagai kerajinan lainnya, diharapkan kecintaan terhadap budaya Papua tetap tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *