Kejar PAD, Teluk Bintuni Digitalisasi Pembayaran Pajak dan Retribusi

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 19

“Teluk Bintuni Percepat Digitalisasi Pajak Daerah, Bank Papua Siapkan Pembayaran Serba Online”

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipua.id — Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memilih mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Langkah itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Bank Papua untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah berbasis sistem online.

Kesepakatan yang diteken di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Bintuni, Senin, 3 Agustus 2026, bukan sekadar seremoni administratif. Pemerintah daerah menargetkan perubahan cara masyarakat membayar pajak sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penandatanganan disaksikan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Wakil Bupati Joko Lingara, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta Direktur Utama Bank Papua Yuliana D. Yembise beserta jajaran.

Direktur Utama Bank Papua, Yuliana D. Yembise, mengatakan masyarakat nantinya dapat membayar pajak dan retribusi melalui berbagai kanal digital Bank Papua, mulai dari teller, ATM, Electronic Data Capture (EDC), SMS Banking, Mobile Banking, Internet Banking hingga QRIS.

Menurut Yuliana, digitalisasi pembayaran tidak hanya mempermudah wajib pajak, tetapi juga mempercepat proses pencatatan, pelaporan, dan pengawasan penerimaan daerah.

“Sistem pembayaran berbasis online akan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah secara mudah, cepat, tepat, transparan, efektif, efisien, akuntabel, inovatif, dan informatif,” katanya.

Ia menilai sistem tersebut akan mengurangi hambatan administrasi yang selama ini kerap muncul dalam proses pembayaran manual. Data penerimaan dapat diterima secara lebih cepat dan akurat sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, lanjut Yuliana, Bank Papua berkomitmen mendukung percepatan digitalisasi pemerintahan melalui layanan keuangan yang aman, andal, dan terintegrasi.

Selain penandatanganan kerja sama, Bank Papua juga memperkenalkan layanan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online yang telah terhubung dengan aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Melalui layanan ini, proses pencairan dana dapat dilakukan secara elektronik tanpa lagi membawa dokumen fisik ke kantor cabang.

Bank Papua juga menyosialisasikan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai instrumen pembayaran belanja pemerintah secara non-tunai sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri.

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengatakan peningkatan PAD merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Semakin optimal penerimaan daerah, semakin besar pula kemampuan pemerintah membiayai infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Karena itu, pemerintah menggandeng Bank Papua untuk melakukan transformasi digital pengelolaan pajak dan retribusi sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Selain MoU, kedua pihak juga menandatangani dua perjanjian kerja sama, yakni penyediaan layanan pembayaran pajak dan retribusi melalui seluruh kanal Bank Papua serta penerapan layanan Tax Online untuk mengoptimalkan penerimaan PAD.

Bupati meminta Badan Pendapatan Daerah mengawal implementasi kerja sama tersebut secara konsisten sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan kerja sama ini harus diukur dari meningkatnya kepatuhan wajib pajak, bertambahnya Pendapatan Asli Daerah, serta semakin baiknya pelayanan publik,” ujar Yohanis.

Ia menambahkan implementasi SP2D Online dan KKPD merupakan bagian dari pelaksanaan Permendagri Nomor 79 Tahun 2022 tentang reformasi pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada komitmen aparatur dalam mengubah pola kerja menuju tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Transformasi tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Teluk Bintuni dalam membangun sistem keuangan daerah yang modern sekaligus memperkuat program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah menuju terwujudnya Teluk Bintuni SERASI.

***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *