Ketua MRPB Kunjungi Dermaga Distrik Babo Teluk Bintuni Yang Ambruk Dan Minta KUPP Bintuni Segera Perbaiki

Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Judson Ferdinandus Waprak yang baru 3 (tiga) hari dilantik yaitu tanggal tanggal 24 Januari 2024 langsung melakukan peninjauan dari dekat bagian dermaga Babo yang ambruk. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 57

Ketua MRPB Kunjungi Dermaga Distrik Babo Teluk Bintuni Yang Ambruk Dan Minta KUPP Bintuni Segera Perbaiki

BINTUNI, InspirasiPapua,id- Pelabuhan Kelas II Walker Babo Kabupaten Teluk Bintuni ambruk pada tanggal 25 Januari 2024 lalu. Hingga kini kondisinya masih belum juga diperbaiki.

Ambruknya jembatan berimbas pada akses transportasi masyarakat dan juga aktivitas crew cen BP Tangguh.

Menyikapi musibah ambruknya Pelabuhan Kelas II Walker Babo, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB)  Judson Ferdinandus Waprak yang baru  3 (tiga) hari dilantik yaitu tanggal tanggal 24 Januari 2024  langsung melakukan peninjauan dari dekat bagian dermaga Babo yang ambruk pada tanggal 27 Januari 2024.

Sekaligus menemui masayarakat yang melakukan aksi damai atas ambruknya dermaga Babo sekaligus untuk menyerap langsung aspirasi mereka guna menenangkan aksi dari masyarakat Babo tersebut.

Menghadapi aksi damai pemalangan pelabuhan Babo oleh ratusan Masyarakat di atas dermaga Babo, Ketua MRP Judson Ferdinandus Waprak didampingi Kepala KUPP Pelabuhan Babo Riki dan 2 orang staffnya, Kapolsek Babo Ipda Stenlis Marani serta Perwakilan Pemerintah Distrik Maulana Fimbay, S.IP.

Ketua MRPB saat itu menekankan kepada Kepala KUPP Babo bahwa  selama ini KUPP mendapat manfaat dari Pelabuhan Babo ini cukup hasil dari pembayaran tambat saat speedboat dan kapal dari BP Tangguh.

Sehingga Ketua MRP PB meminta KUPP berperan segera untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan secepatnya dalam Tahun 2024 harus selesai, karena bukan hanya untuk kepentingan masyarakat, tetapi juga kepentingan Negara dan bangsa ini, karena ada investasi Negara yang harus diamankan di sini, bila mana Jembatan ini tidak diselesaikan di tahun 2024 maka saya akan tuduh KUPP sebagai pelaku penghambat Proyek Negara ” tetapi Judson menghimbauw untuk jangan saling menyalahakan tetapi bagaimana untuk bersama sama menjadikan solusi bagaimana untuk pelabuhan segera di bangun, dan bagaimana upaya untuk aktivitas masyarakt dan perusahaan tetap berjalan.

dilanjutkan oleh Ketua MRP PB setelah dari babo akan segera membentuk TIM untuk berkordinasi dan akan membuat RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama Pj Bupati TB dan pihak BP di teluk bintuni untuk melihat situasi yang terjadi di babo sehingga ada prospek tanggap darurat dikarenakan dalam menunggu proseses pembangunan pelabuhan babo tetapi bagaimana menyikapi kapal penumpang yang akan bersandar dan juga bagaimana untuk aktivitas pergerakan crew chen yang harus berjalan melalui pelabuhan babo menuju ke bandara babo.

 lanjut  akan berkordinasi melalui RDP bersama PJ Gubernur PB dan  Pangdam serta Kapolda di Provinsi PB dan beliau akan berupaya langsung untuk berkordinasi langsung dengan Presiden RI terkait Tanggap Darurat Patahnya Pelabuhan kelas II Weker Babo karena pelabuhan babo ini, karena Pelabuhan Babo merupakan salah satu dari Objek Vital Nasional yakni pintu keluar masuknya karyawan BP dari Bandara menuju ke Site LNG Tangguh dan juga sebagai akses utama masyarakat.

Dalam paparanya Ketua MRP PB menyampaikan kepada masyarakat agar bersabar dan menenangkan diri, lanjut penyampaian memberikan apresiasi karena dalam keadaan yang marah tetapi masih bias menjaga situasi yang aman dan kondusif

 Untuk mempercepat penanganan bencana ambruknya Pelabuhan Babo ini, Ketua MRP PB selanjutnya akan menggelar RDP Rapat Dengar Pendapat Tim Pengawas  dengan perintah daerah kabupaten dan provinsi serta kementerian/lembaga terkait “

 ujar Echonk sapaan Ketua MRP PB ini dalam penyampaian Penutupannya dalam diatas Pelabuahan babo

“Kondisi ini tentunya membuat perputaran ekonomi masyarakat lumpuh, termasuk aktivitas masyarakat distrik-distrik sekitar yang biasa menggunakan dermaga tersebut sebagai tempat transit kapal-kapal penumpang yang berfungsi sebagai sarana penghubung bagi masyarakat atau penumpang yang hendak ke kota Bintuni atau ibu kota kabupaten Teluk Bintuni atau pun yang hendak ke kota Sorong,” ungkap salah seorang Intelektual Risaturi  Fauzan Miftah Fimbay kepada media ini melalui WhatsApp di Bintuni.

Menurut Fuzan Pelabuhan Babo yang ambruk  itu bukan hanya jadi akses utama warga Distrik Babo saja, namun juga warga yang berdomisili di 7 (tujuh) distrik yang ada pesisir bagian Selatan kabupaten Teluk Bintuni.

“Bahkan juga sebagian warga yang mencari nafkah berjualan di di atas dermaga Babo ketika ada kapal penumpang yang menyinggahi dermaga tersebut.

Dimana menjadi jantung bagi masyarakat mencari nafkah untuk untuk bertahan hidup,” ungkap Fauzan. (ahm-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *