Kebebasan Berpendapat Dalam Bingkai Demokrasi Pancasila, Masyrakat Harus Bijak Sampaikan Kritik Dan Saran

Bagikan berita ini

Visits: 59

*Dialog Kebangsaan Digagas Oleh DPD NasDem Bintuni

Kebebasan Berpendapat Dalam Bingkai Demokrasi Pancasila, Masyrakat Harus Bijak Sampaikan Kritik Dan Saran

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Penyelenggara Dialog Kebangsaan DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni bertemakan “Meneguhkan Kebebasan Berpendapat Dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” mengajak warga negara Indonesia memiliki hak mengemukakan pendapat agar bijak dalam menyampaikan kritik dan saran dengan berpedoman pada falsafah Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia.

“Sebagaimana kebebasan berpendapat termasuk menyampaikan kritik di depan umum terhadap pemerintah adalah pilar penting dari demokrasi.

Jika dibungkam maka kebebasan berpendapat, berpikir, berserikat serta menyampaikan kritik di depan umum akan menyebabkan demokrasi berjalan pincang.
Namun demikian patut diingat bahwa demokrasi yang diterapkan di Indonesia merupakan demokrasi Pancasila. Bukan demokrasi liberal ala barat yang menjunjung kebebasan yang absolut,” ungkap Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT dalam sambutannya yang bacakan Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Teluk Bintuni Rheinhard C. Maniagasi, S.STP, Kamis (19/01/2023).

Pada saat dirinya mewakili Bupati menyampaikan sambutan sekaligus membuka Dialog Kebangsaan yang diprakarsai DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni yang dilaksanakan di Aula Gedung Women and Child Center Sisar Matiti di Bintuni.

Bupati Bintuni mengatakan bahwa dalam demorasi Pancasila kebebasan indivdu dalam berpendapat berserikat menyampaikan kritik di depan umum dibatasi oleh idiologi Pancasila.

“Karena negara Indonesia menganut sistem demokrasi Pancasila sehingga kebebasan berpendapat di Indonesia dibatasi dimana harus berazas Pancasila guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang ditegaskan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam kesempatan yang baik ini saya menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni yang telah memprakarsai kegiatan Dialog Kebangsaan,” ujar Bupati Bintuni.

Bupati Bintuni dalam sambutannya juga mengatakan bahwa Dialog Kebangsaan merupakan sarana berbagai elemen masyarakat untuk berdiskusi, bertukar informasi dan menyepakati berbagai hal yang bertujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dimana penyelenggaraan pemerintahan yang baik membutuhkan dukungan dari berbagai pihak partai politik, Ormas dan warga negara secara individu merupakan salah satu unsur dan beberapa unsur penting sebagai check and balance.

Bagi kebijakan-kebijakan pemerintah terutama yang berdampak pada pelayanan publik yang tentunya mempengaruhi hajat hidup orang banyak melalui salah satu pendapat dalam koridor yang diatur dan ditetapkan sesuai dengan perundang-udangan yang berlaku,” tutur Bupati.

Pada kesempatan itu pula Bupati Bintuni menyampaikan selamat berdialog dan menyampaikan pendapat guna meneguhkan kebebasan dalam bingkai Demokrasi Pancasila kepada peserta.

“Serta semoga kegiatan yang bermanfaat ini menumbukan semangat demokrasi Pancasila di Kabupaten Teluk Bintuni,” ujar Rheinhard mengakhiri sambutan Bupati Bintuni.

Ditempat yang sama Ketua Panitia Dialog Kebangsaan Muh. Jen Fimbay, SH dalam laporannya mengatakan bahwa peserta yang diundang untuk menghadiri Dialog Kebangsaan sebanyak 300 peserta.

Peserta yang yang diundang tersebut dari berbagai tokoh-tokoh adat, tokoh agama serta Ormas-Ormas yang ada di Bintuni.

Kiranya melalui kegiatan ini dapat memberikan pencerahan bagi kehidupan kita sehari-hari. Dan atas partisipasi dari peserta kami dari panitia mengucapkan terima kasih,” ujar Jen Fimbay.

Ketua Panitia Dialog Kebangsaan itu juga mengatakan bahwa tujuan Dialog Kebangsaan tersebut merupakan pedoman pelaksanaan kegiatan bagi masyarakat guna memberikan pendidikan kehidupan berbagsa dan bernegara yang baik.

“Sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan tugas kita agar tidak menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Wawasan Kebangsaan memiliki dua kata yang masih dianggap sepele namun tanpa disadari makna wawasan kebangsaan dalam prilaku kehidupan kita sehari-sehari yang dikaitkan dengan idiologi bangsa kita Pancasila.

Maksud dua kata itu memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Dimana wawasan kebangsaan adalah pengetahuan yang harus ditanamkan dalam diri seseorang.

Dengan tujuan agar dapat memunculkan rasa cinta terhadap tanah air di dalam hati dan jiwa masing-masing orang,” papar Jen Fimbay.

Jen Fimbay yang kesehariannya juga adalah Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni itu menjelaskan bahwa untuk mencapai cita-cita bangsa maka seluruh masyarakat harus menjadi bangsa yang satu tanpa memandang perbedaan Ras, Suku dan Agama yang melatarbelakanginya.

“Oleh sebab itu maka wawasan kebangsaan merupakan hal yang wajib ditanamkan dan ditumbuhkan dalam masyarakat Indonesia secara umum dan masyarakat Bintuni secara khusus.

Guna merapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam wawasan kebangsaan sehingga dapat mengangkat setiap sendi-sendi kehidupan kita sehari-hari. Dan dapat mengajarkan kita bagaimana berprilaku sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal ini dilakukan dengan kesadaran kita masing-masing maka akan berdampak positif pada prilaku kita sebagai warga negara yang bersatu karena persatuan dan kesatuan masyarakat merupakan benteng pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman internal dan eksternal,” terangnya.

Ketua Panitia Dialog Kebangsaan itu juga menyebutkan bahwa dalam kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut DPD partai NasDem kabupaten Teluk Biuntuni melalui panitia pelaksana memilih tema “Meneguhkan Kebebasan Berpendapat Dalam Bingkai Demokrasi Pancasila”.

“Maksud dari kegiatan ini adalah menumbukan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang terdiri dari beberapa suku, bahasa dan adat istiadat serta budaya yang berbeda-beda dalam kehidupan masyarakat yang mendiami wilayah Republik Indonesia secara umum dan secara khusus Kawasan Teluk Bintuni.

Menumbuhkan rasa berjiwa besar dan nasionalisme guna menjaga kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara yang ditunjukkan dengan sikap patriot yang dimulai dari hal sederhana yaitu dengan saling tolong menolong dan menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Memiliki kesadaran atas pertanggungjawaban sebagai warga negara yang menghormati lambang-lambang negara serta mentaati peraturan atau perudang-udangan,” jelasnya.

Hadir dalam pembukaan Dialog Kebangsaan yang diprakarsai DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni, para narasumber atau pemateri Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Teluk Bintuni Rheinhard C. Maniagasi, S.STP, Sekretaris Kesbangpol Markus Iba, Kasi Barang Bukti (BB) Asep Ridha Subekti dan Kasi Pidum Boston Siahaan dari Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni.
Ketua DPRD KabupatenTeluk Bintuni Simon Dowansiba, SE beserta anggota DPRD Teluk Bintuni dari Partai NasDem Sophia Yerkohok, Stefanus Balubun.
Serta Pengurus DPD Partai NasDem Teluk Bintuni Adelia Suabey, Muh. Jen Fimbay, H. Andi Kamal, Arsyad dan lainnya, Ketua KKSS Erwin Beddu Nawawi, Ketua Forapelo Agustinus Orosomna, BKMT, IWAPI dan organisasi wanita lainnya, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *