Dinas PMK Bintuni Bekerja Sama Dengan Petrotekno Akan Rekrut Anak-Anak Dari Kampung Untuk Dilatih Di P2TIM TB

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Drs. H. Haris Tahir Kaitam, M.Si. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 0

BINTUNI, InspirasiPapua.idMulai tahun ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (Dinas PMK) Kabupaten Teluk Bintuni bekerja sama dengan Petrotekno selaku operated P2TIM TB untuk merekrut anak-anak dari kampung untuk dilatih atau dididik di Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM TB).

“Mulai tahun ini saya bekerja sama dengan Petrotekno untuk merekrut anak-anak dari kampung-kampung yang ada di Teluk Bintuni yaitu ada sekitar 115 kampung.

Dan saya sudah menyurati kepala-kepala kampung lewat WA Group Kepala Kampung agar setiap kepala kampung itu merekomendasikan 2 (dua) orang pemuda di kampung untuk disekolahkan atau dididik di P2TIM TB.

Dan itu sudah mulai berjalan sebab baru-baru ini kepala kampung Mambranu sudah datang ke saya untuk mereka merekomendasikan 2 (dua) pemuda untuk didaftarkan di P2TIM TB,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Teluk Bintuni Drs. H. Haris Tahir Kaitam, M.Si.

Kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor PMK di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di Bumi Saniari Distrik Manimeri belum lama ini.

Lanjut Kepala PMK itu juga menjelaskan bahwa pada saat Kepala Kampung Mambranu itu mendatangi dirinya kemudian dia memberikan arahan bahwa untuk bisa dididik di P2TIM TB itu harus memiliki 3 hal yaitu kemauan, disiplin serta mau ditempatkan dimana saja di luar Bintuni kalau sudah selesai menjalani pelatihan.

“Saya juga mengungkapkan kepada kepala kampung bahwa lulusan P2TIM TB yang sudah bekerja memiliki gaji yang cukup besar. Bahkan dari lulusan P2TIM TB saat ini sudah banyak yang bekerja di luar negeri seperti di Qatar Timur Tengah, Brunei serta di beberapa kota di Indonesia seperti Batam dan Jakarta,” terangnya.

Haris Tahir juga menyebutkan bahwa pada bulan Maret 2022 ini program pemberdayaan masyarakat kampung ini sudah kita mulai.

Salah satu alumni P2TIM TB Levinus Ayamiseba anak kampung Roon yang sudah bekerja dan memiliki peghasilan cukup. IP-IST

“Dimana nantinya kepala-kepala kampung yang akan merekomendasikan 2 (dua ) orang pemuda yang ada di kampung untuk di daftarkan ke P2TIM TB.

Yaitu terutama yang direkrut adalah anak-anak asli Teluk Bintuni atau Papua atau OAP termasuk suku nusantara yang juga ada di kampung-kampung itu bisa mereka rekomendasikan.

Jadi nanti ada 115 kampung kalau masing-masing kampung 1 saja yang diterima sudah ada 115 orang dari kampung yang berkesempatan untuk di didik di P2TIM TB setiap angkatan.

Tetapi mereka itu juga harus daftar dan mengikuti seleksi termasuk memeriksakan kesehatan yaitu mereka juga wajib ikut medical check up (MCU).

Karena nanti pekerjaan mereka itu membutuhkan skill atau ketrampilan sehingga mereka harus sehat baik rohani maupun jasmani.

Supaya apa yang mereka nanti dapatkan di P2TIM TB dapat mereka tularkan ke teman-temannya di kampung.

Dan saya sudah membuat surat perintah kepada semua kepala-kepala kampung dan kita sudah sosialisasi ini kepada kepala-kepala kampung melalui WA Group Kepala Kampung.

Dan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan kampung dan sudah mulai jalan. Dan kita harap kedepan di Teluk Bintuni ini tidak ada lagi kecemburuan karena anak-anak asli dari kampung-kampung di kabupaten ini sudah diberikan kesempatan untuk dididik di P2TIM TB.

Dan mereka nantinya memiliki banyak peluang untuk bekerja di luar Papua,” papar Kadin PMK itu.

Haris Tahir juga menambahkan bahwa pihaknya juga berencana menyurati atau meminta kepada BP Tangguh soal ketrampilan tenaga kerja yang mereka butuhkan lalu saya nantinya akan minta kepada Petrotekno untuk melatih anak-anak dari kampung itu sesuai yang diminta oleh BP Tangguh.

“Kami berharap nantinya anak-anak kampung yang direkrut di di P2TIM TB setelah lulus harus mau bekerja di luar Bintuni dan tidak pilih-pilih tempat dimana mereka bekerja karena permintaan di luar Papua dari lulusan P2TIM TB itu cukup banyak.

Baru-baru ini ada permintaan dari perusahaan di Brunei dan Maluku 300 orang tetapi yang diterima hanya 20 orang karena yang daftar hanya 20 orang itu saja.

Dan sesuai arahan Bupati yang beliau harapkan agar alumni P2TIM jangan pilih-pilih tempat bekerja atau hanya mau bekerja di LNG Tangguh saja karena di luar Papua juga banyak permintaan untuk bekerja.

Saya berharap nantinya dari program pemberdayaan masyarakat kampung bekerja sama dengan P2TIM TB ini setiap tahun ada 4 orang di setiap kampung yang sejahterah karena bisa bekerja,” tutupnya. (01-IP)

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *