Patriotik, Gigih, Berempati: Pesan Yohanis Manibuy untuk Pemuda Bintuni

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 18

Yohanis Manibuy: Pemuda Bintuni Harus Jadi Pelaku Perubahan, Bukan Penonton Pembangunan

BINTUNI, inspirasipapua.id — Masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan jalan, gedung, dan infrastruktur. Kualitas generasi muda, keberanian melahirkan gagasan, serta kepedulian terhadap sesama juga menjadi penentu arah kemajuan Teluk Bintuni.

Pesan itu disampaikan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Teluk Bintuni, Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat pemuda tidak cukup diwujudkan melalui seremoni. Cinta tanah air harus terlihat dalam tindakan, kegigihan perlu dibuktikan melalui kerja nyata, dan keberhasilan seharusnya membawa manfaat bagi orang lain.

Dalam amanatnya, Yohanis mengatakan, jika generasi muda pada masa lalu berjuang mempersatukan bangsa untuk merebut kemerdekaan, pemuda masa kini memiliki tanggung jawab melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembentukan karakter, serta keterlibatan dalam pembangunan.

Menurut dia, tantangan generasi muda saat ini memang berbeda. Namun, semangat untuk berkontribusi bagi bangsa dan daerah tetap menjadi nilai utama yang harus dipertahankan.

Bupati menjelaskan, tema Sumpah Pemuda tahun ini memuat tiga pesan penting. Patriotik berarti mencintai tanah air melalui tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, melestarikan budaya, dan berkontribusi bagi daerah.

Sementara itu, gigih berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Generasi muda perlu terus belajar, meningkatkan keterampilan, berani mencoba, serta menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.

Adapun berempati berarti memiliki kepedulian terhadap keadaan orang lain. Bagi Yohanis, keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuan mendorong orang lain untuk berkembang bersama.

“Keberhasilan bukan hanya tentang siapa yang berhasil, tetapi juga tentang bagaimana kita membawa orang lain untuk maju bersama-sama,” demikian pesan Bupati.

Pemuda jangan hanya menjadi penonton

Bagi Teluk Bintuni, pesan tersebut memiliki arti penting di tengah kebutuhan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Yohanis berharap generasi muda tidak sekadar menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku perubahan yang mampu menawarkan gagasan, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, kata dia, akan terus mendukung pembangunan yang membuka ruang bagi pemuda untuk belajar, berkarya, mengembangkan kreativitas, dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Ia juga mengajak generasi muda memperkuat persatuan, menghindari perpecahan, menjaga lingkungan sosial tetap aman dan harmonis, serta memanfaatkan potensi daerah untuk menciptakan peluang yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan biarkan perbedaan memecah kita, jangan biarkan tantangan memadamkan semangat kita, dan jangan biarkan potensi besar generasi muda berhenti hanya sebagai harapan tanpa tindakan,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi generasi muda Papua, khususnya di Teluk Bintuni, agar berani menunjukkan kemampuan, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang membanggakan. Potensi yang dimiliki, menurut semangat amanat itu, perlu diikuti kemauan belajar, kerja keras, dan kesempatan untuk terlibat secara nyata.

Yohanis berharap pemuda daerah mampu mengambil peran penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat. Ia mengajak mereka menjadi generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, serta berempati dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup amanatnya, Bupati menyampaikan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 kepada seluruh pemuda Indonesia.

“Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari kita bersatu, bergerak, dan berkarya bersama untuk membangun Teluk Bintuni yang serasi, demi masa depan kita dan kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali makna Sumpah Pemuda: persatuan bukan sekadar ikrar, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui tindakan. Bagi generasi muda Teluk Bintuni, tantangannya kini adalah mengubah potensi menjadi karya, gagasan menjadi solusi, dan semangat menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

(MA/inspirasipapua.id)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *