Alfons Manibuy Dukung Pembukaan Akses Kawasan BP, Warga Jangan Hanya Jadi Penonton

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 4

“Alfons Manibuy: Sudah Saatnya Kawasan BP Tangguh Lebih Terbuka untuk Warga”

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id — Dukungan terhadap usulan membuka ruang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan industri migas datang dari Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibuy.

Menurut dia, sudah saatnya pola kawasan yang selama ini terkesan eksklusif bergeser menjadi lebih inklusif agar manfaat investasi lebih dirasakan warga.

Pernyataan itu disampaikan menyusul usulan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy agar mess karyawan BP Tangguh ditutup dan para pekerja memanfaatkan penginapan milik masyarakat di Distrik Babo.

Bagi Alfons, gagasan tersebut bukan wacana baru, melainkan aspirasi yang telah lama disampaikan dan kini akan kembali diperjuangkan dalam pembahasan bersama pihak terkait di Jakarta.

“Ini bukan hal baru. Dulu sudah pernah kita suarakan. Mungkin pada masa lalu prinsip eksklusif masih bisa dimaklumi. Tapi untuk kemajuan Babo ke depan, sudah saatnya kita ubah menjadi inklusif,” kata Alfons.

Ia menilai investasi berskala besar seharusnya tidak hanya menghasilkan produksi dan penerimaan negara, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di wilayah tempat investasi itu beroperasi. Ketika pekerja menggunakan penginapan warga, makan di rumah makan lokal, atau memanfaatkan jasa masyarakat, uang yang beredar akan memperkuat usaha kecil dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam perspektif pembangunan daerah, kondisi itu dikenal sebagai multiplier effect atau efek berganda ekonomi. Kehadiran satu sektor usaha besar dapat memicu tumbuhnya sektor-sektor lain, mulai dari perdagangan, transportasi, jasa penginapan, hingga usaha mikro. Semakin besar keterlibatan masyarakat lokal, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung.

Karena itu, Alfons menilai pengembangan Pelabuhan Babo seharusnya tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pelabuhan perlu menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton di tengah investasi yang berkembang di daerahnya.

Ground breaking Pelabuhan Babo, menurut dia, menjadi momentum untuk menata kembali hubungan antara investasi dan kesejahteraan masyarakat.

Harapannya, pembangunan infrastruktur diikuti oleh kebijakan yang membuka lebih banyak ruang bagi pelaku usaha lokal sehingga manfaat investasi tidak hanya tercermin dalam angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga Babo.

**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *