Views: 3
“Tutup Mess BP”, Seruan Bupati agar Warga Babo Tak Hanya Jadi Penonton Investasi”
BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id — Di tengah prosesi peletakan batu pertama Pelabuhan Babo, Rabu, 5 Agustus 2026, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy melontarkan usulan yang melampaui agenda pembangunan pelabuhan.
Ia meminta mess karyawan BP Tangguh ditutup agar para pekerja menggunakan penginapan milik masyarakat dan membelanjakan kebutuhan mereka di kawasan Babo.
Bagi Yohanis, pembangunan pelabuhan tidak akan memberi dampak optimal jika aktivitas ekonomi tetap berlangsung secara tertutup. Menurut dia, kehadiran ribuan pekerja industri migas semestinya menciptakan perputaran ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal.
“Mess BP ditutup saja. Selama ini karyawan terlalu eksklusif. Kita ingin mereka tinggal di penginapan warga supaya ada efek singgah. Kalau langsung masuk mess, tidak ada yang berbelanja. Perputaran ekonomi tidak jalan,” kata Yohanis.
Ia menilai Distrik Babo memiliki peluang besar berkembang sebagai pusat jasa penunjang industri. Penginapan, rumah makan, transportasi, hingga usaha kecil masyarakat dinilai dapat tumbuh apabila pekerja perusahaan lebih banyak berinteraksi dengan kawasan permukiman warga.
Menurut Yohanis, Pelabuhan Babo harus menjadi pintu masuk pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar infrastruktur transportasi. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan setiap aset yang berada di kawasan strategis tersebut memberi manfaat ekonomi yang lebih luas.
Bupati juga menyinggung status sejumlah aset pemerintah daerah yang selama ini dimanfaatkan, termasuk kawasan dermaga dan lahan di sekitar pelabuhan.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, kata dia, akan mengkaji kembali pemanfaatan aset tersebut agar sejalan dengan kepentingan masyarakat.
“Saya pikir kalau itu aset daerah, kita tarik kembali. Kita ingin buat sesuatu yang baik untuk masyarakat Babo,” ujarnya.
**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**













