Seorang Nelayan Bintuni Diduga Dimangsa Buaya, Polisi Bergerak Cepat

Polisi bersama warga mengevakuasi potongan jasad Lasiran ke kediamannya di SP4. Suasana haru dan duka menyelimuti kampung setelah korban diduga dimangsa buaya saat melaut. (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 97

Tragis di Bintuni, Seorang Nelayan Diduga Dimangsa Buaya: Polisi Bergerak Cepat, Warga Diminta Waspada

 

BINTUNI, PAPUA BARAT — Malam di Kampung Banjar Ausoy, SP. IV Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, berubah mencekam pada Rabu (12/11/2025). Seorang nelayan bernama Lasiran (51) dilaporkan hilang saat melaut dan diduga kuat menjadi korban serangan buaya.

Peristiwa memilukan itu pertama kali dilaporkan oleh BRIPKA Hendi, Bhabinkamtibmas Kampung Banjar Ausoy, kepada petugas piket Polres Teluk Bintuni sekitar pukul 22.30 WIT.

Mendapat laporan tersebut, piket Pawas bersama anggota PAMAPTA II dan fungsi lainnya langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di rumah korban, keluarga dan warga sekitar menjelaskan bahwa Lasiran diduga diserang buaya saat melaut, dan reptil ganas itu sempat terlihat melarikan diri ke arah perairan.

Tragisnya, warga hanya menemukan potongan kaki kiri dan usus yang diduga milik korban, mengapung di sekitar lokasi. Potongan tubuh itu kemudian dibawa ke RSUD Teluk Bintuni untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim Inafis Polres.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Boby Rahman, membenarkan kejadian tersebut.

> “Kami menerima laporan dari Bhabinkamtibmas dan langsung menurunkan tim ke lokasi. Saat ini, potongan tubuh korban sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (13/11/2025) di Bintuni.

Ia menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan perangkat kampung untuk langkah selanjutnya, serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K menyampaikan imbauan penting kepada seluruh nelayan dan masyarakat pesisir agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut.

> “Kami mengingatkan masyarakat, terutama para nelayan, untuk selalu waspada terhadap hewan buas seperti buaya, serta memperhatikan kondisi cuaca ekstrem. Utamakan keselamatan, jangan memaksakan diri melaut bila situasi tidak memungkinkan,” pesannya.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Banjar Ausoy, Irwan Latara, mengapresiasi respon cepat pihak kepolisian dalam menangani laporan warga.

> “Kami berterima kasih atas langkah cepat polisi yang langsung turun malam itu. Kecepatan tanggap seperti ini membuat warga merasa dilindungi,” ujarnya.

Hingga Kamis malam, warga bersama aparat setempat masih melakukan pencarian lanjutan di sekitar lokasi untuk menemukan sisa jasad korban yang belum ditemukan.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat pesisir Bintuni agar selalu waspada saat melaut, menjaga keselamatan, dan mengutamakan kehati-hatian di perairan yang diketahui masih menjadi habitat buaya liar.

(M. Ahmad / Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *