Views: 17
“251 Prajurit Yonif 147 Tiba di Bintuni, Bupati dan Dandim Tekankan Pendekatan Humanis”
BINTUNI, inspirasipapua.id — Sebanyak 251 prajurit Satuan Tugas Kewilayahan Yonif 147/Kesatria Garuda Jaya mulai menjalankan tugas di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Di daerah dengan bentang wilayah luas dan masyarakat yang beragam itu, mereka diminta tidak sekadar mengandalkan kekuatan personel dan perlengkapan, tetapi membangun kepercayaan melalui komunikasi dengan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam Apel Penyambutan Satgas Kewilayahan Yonif 147/Kesatria Garuda Jaya Tahun 2026 di halaman Gedung Serba Guna Bintuni, Senin, 31 Agustus 2026. Apel dipimpin Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy bersama Komandan Kodim 1806/Teluk Bintuni Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak.
Turut hadir Kapolres Teluk Bintuni AKBP Maruly Rachmat Azwar, Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Muhammad Ikbal, serta Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni Yasman Yasir bersama unsur Forkopimda dan peserta apel lainnya.
Dandim 1806/Teluk Bintuni Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak mengatakan kedatangan Satgas Yonif 147 merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya dalam menjalankan tugas pengamanan kewilayahan.
“Atas nama keluarga besar Kodim 1806/Teluk Bintuni, saya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Teluk Bintuni, Tanah Sisar Matiti,” kata Yan.
Menurut dia, karakter Teluk Bintuni tidak dapat dilepaskan dari kondisi geografis, sosial, budaya dan adat istiadat masyarakatnya. Karena itu, para prajurit diminta terlebih dahulu mengenali wilayah sebelum menjalankan tugas di lapangan.
“Jangan hanya mengandalkan kekuatan personel dan perlengkapan, tetapi bangunlah kekuatan melalui komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.
Pesan itu menjadi salah satu penekanan utama Dandim kepada 251 personel Satgas. Ia meminta prajurit memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, mematuhi aturan, serta menjaga nama baik TNI dan kehormatan satuan.
“Saudara datang membawa nama Tentara Nasional Indonesia dan nama baik Batalyon Infanteri 147. Setiap tindakan dan perilaku saudara di lapangan akan dinilai oleh masyarakat,” katanya.
Ia meminta prajurit menjaga disiplin, etika dan kehormatan serta menghindari tindakan yang dapat mencoreng nama baik TNI.
Menurut Yan, tugas kewilayahan juga tidak cukup dilakukan dengan pendekatan keamanan. Prajurit harus mampu membangun kepercayaan dengan masyarakat melalui pendekatan teritorial dan humanis.
Para personel diminta menghormati adat istiadat dan budaya setempat serta membangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh komponen masyarakat.
“Pegang prinsip tegas dalam tugas, santun dalam bertindak dan selalu menghormati masyarakat,” ujarnya.
Koordinasi dengan Kodim 1806/Teluk Bintuni, jajaran Koramil, aparat keamanan, pemerintah daerah dan unsur terkait juga diminta diperkuat. Koordinasi dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dandim juga mengingatkan para prajurit menjaga kekompakan dan soliditas. Ego satuan, kata dia, harus dikesampingkan karena seluruh personel memiliki tujuan yang sama dalam menjalankan pengabdian.
Keselamatan personel pun menjadi perhatian. Setiap tugas, menurut dia, harus diawali perencanaan matang dan pengamanan yang memadai.
“Jangan pernah menganggap remeh situasi sekecil apa pun,” katanya.
Yan kemudian menyampaikan pesan yang lebih sederhana kepada para prajurit: kehadiran TNI di tengah masyarakat harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan.
“Kita datang ke Teluk Bintuni bukan untuk ditakuti oleh masyarakat, tetapi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jadikan kehadiran saudara sebagai solusi, bukan menambah persoalan,” ujarnya.
Ia meminta para prajurit tidak mencari musuh di tengah masyarakat, melainkan membangun sebanyak mungkin sahabat dan saudara.
“Kekuatan TNI tidak hanya terletak pada persenjataan dan jumlah personel, tetapi juga pada kepercayaan serta dukungan rakyat,” kata Yan.
Ia mengingatkan prajurit agar memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI selama menjalankan tugas.
“Saya berharap selama melaksanakan tugas di Teluk Bintuni, datang sebagai prajurit, bertugas sebagai pengabdi dan dikenal sebagai saudara oleh masyarakat Teluk Bintuni,” pungkasnya.
Bupati: TNI Harus Hadir sebagai Sahabat
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada seluruh personel Satgas Yonif 147/Kesatria Garuda Jaya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Teluk Bintuni.
Yohanis mengatakan kehadiran satgas diterima sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pengamanan kewilayahan. Namun, ia mengingatkan bahwa tugas tersebut membutuhkan kemampuan memahami karakter wilayah dan masyarakat.
“Teluk Bintuni memiliki karakteristik wilayah yang sangat beragam. Kondisi geografis yang luas dengan bentang alam yang beragam, kehidupan sosial masyarakat yang majemuk serta kekayaan budaya dan adat istiadat yang kuat merupakan realitas yang harus dipahami dalam pelaksanaan tugas,” ujar Yohanis.
Karena itu, para prajurit diminta mengenali wilayah dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Pendekatan humanis dan teritorial, kata dia, harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Buktikanlah bahwa TNI hadir sebagai sahabat bagi masyarakat,” katanya.
Yohanis juga meminta para personel meningkatkan kepekaan terhadap situasi, kemampuan membaca kondisi lapangan serta koordinasi dengan berbagai pihak. Hal itu diperlukan untuk menjaga stabilitas daerah sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Ia kembali menekankan prinsip tegas dalam menjalankan tugas, santun dalam bertindak dan menghormati masyarakat.
“Jangan sampai ada persoalan di lapangan yang tidak terkoordinasikan dengan baik. Jagalah kekompakan dan soliditas antarpersonel karena kebersamaan adalah kekuatan,” ujar Yohanis.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap kehadiran 251 personel Satgas Kewilayahan Yonif 147/Kesatria Garuda Jaya dapat memperkuat keamanan dan stabilitas wilayah sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Bupati juga mengingatkan bahwa TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan mengabdi untuk rakyat. Hubungan tersebut, menurut dia, harus terus dirawat selama para prajurit menjalankan tugas di Tanah Sisar Matiti.
“Selamat datang dan selamat menjalankan tugas di Tanah Sisar Matiti, Kabupaten Teluk Bintuni. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, kesehatan dan keberhasilan kepada seluruh personel dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutupnya.
NKRI Harga Mati, TNI Bersama Rakyat.
**(Tim/red/MA/Inspirasi Papua.id)**













