Tahun 2022, Dinas Kominfo Bintuni Akan Bangun Visat Di Moskona Utara dan Moskona Timur

Nampak Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Teluk Bintuni dari depan. IP-IST
Bagikan berita ini

Views: 5

*Jaringan Telekomunikasi 87 Site Sudah Terbangun di Teluk Bintuni

BINTUNI, InspirasiPapua.idPembangunan Visat dan Tower besar atau tower 72 yang sudah dibangun Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 87 site dari tahun 2019, 2020 dan 2021.

Nampak Visat sudah terpasang di Sibena Raya modelnya sama yang dibangun di distrik-distrik lainnya yang membedakan hanya sepesikasi tanah. IP-IST

Kemudian dilanjutkan pembangunannya tahun 2022 sebanyak 25 site termasuk 7 (tujuh) Tower Besar yang ada di distrik Bintuni, distrik Bintuni Timur dan seputaran distrik Manimeri. Termasuk pembangunan Visat ke daerah-daerah pedalaman seperti distrik Moskona Utara dan Moskona Timur.

“Jadi kalau kita hitung jumlah visat dan tower yang sudah dibangun dari 2019 sampai 2021 serta akan dibangun pada tahun 2022 ini sebanyak 100 lebih.

Dan tahun ini kita akan membangun visat di daerah pedalaman atau terpencil seperti distrik Moskona Utara dan distrik Moskona Timur,” ungkap Kepala Dinas Komifo Persandian dan Statistik Kabupaten Teluk Bintuni Doktor (C) Drs. Markus Sraun, MSi kepada media ini saat ditemui di Ruang Kerja Di Kantor Kominfo Kabupaten Teluk Bintuni di SP-5 Distrik Bintuni Timur belum lama ini.

Kepala Dinas Kominfo itu juga menjelaskan bahwa sudah sekitar 90 persen pihaknya merampungkan pemasangan visat dan beberapa Tower besar di pesisir dan tinggal 10 persen lagi juga akan diselesaikan tahun 2022 ini yang disebabkan adanya perbedaan struktur tanah.

“Dalam pengerjaan jaringan telekomunikasi tersebut selama ini dikerjakan oleh 3 Tim yaitu Tim Maintenance atau radio, Tim Sipil serta Tim Visat.

Nampak pembangunan Visat di tahun 2021 di Sibena Raya modelnya sama yang dibangun di distrik lainnya. IP-IST

Misalnya pembangunan Tower Besar 72 di Kampung Kecap itu milik Pemkab Teluk Bintuni yang dikerjakan pada tahun anggaran 2020 dan sudah diresmikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni pada tahun 2021.

Kemudian pembangunan visat sebanyak 40 site di tahun 2021 contohnya di Sibena Raya dan yang sudah terpasang di distrik-distrik dan kampung itu semua memiliki model yang sama yang membedakan hanya sepesikasi tanah keras dan tanah lembek,” terang Sraun.

Markus Sraun juga menambahkan bahwa visat yang sudah dibangun di Teluk Bintuni yaitu pada tahun 2019 sebanyak 47 site, kemudian tahun 2021 40 site serta tahun 2021 dan 2022 sebanyak 25 site termasuk yang akan dibangun di daerah-daerah pedalaman seperti distrik Moskona Utara dan Moskona Timur.

“Jadi kalau kita jumlahkan nantinya ada sekitar seratus lebih visat yang dibangun di kabupaten Teluk Bintuni dalam rangka menjawab Bintuni sebagai kabupaten Smart City berbasis digital.

Minimal akses jaringan internet di Bintuni kita upayakan bisa sama dengan Sorong,” papar Sraun.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Teluk Bintuni Doktor (C) Drs. Markus Sraun, M.Si saat memperlihatkan Sertifikat Kandidat Doktor yang telah dicapai. IP-IST

Markus Sraun juga menambahkan bahwa pada tahun 2021-2022 ini ada pembangunan Tower Besar atau Tower 72 sebanyak 7 unit yang tersebar di Kampung Lama distrik Bintuni 1 unit, depan Kantor Dinas Kominfo 1 unit serta distrik Manimeri direncanakan di dibangun di kampung Idut  1 unit dan Rubobo 1 unit.

“Kemudian kampung Bumi Saniari SP-3 depan Pool AMD 1 unit, SP-2 Korano Jaya 1 unit. Tujuh Tower besar tersebut adalah bantuan dari Telkomsel yang dikerjakan mitra-mitranya atau pihak ketiga seperti mitra cell dan lainnya,” sebut Sraun.

Sraun juga mengatakan bahwa masalah yang selama ini timbul namun sudah diselesaikan yaitu masalah perijinan serta sewa-menyewa tanah tempat Tower Besar itu dibangun antara Telkomsel dengan pemilik tanah dan juga yang penyelesaiannya sementara berjalan.

“Begitu pun dengan visat-visat yang dibangun Kementrian Kominfo di distrik-distrik dan kampung di wilayah Teluk Bintuni itu harus ada penyelesaian administrasi tanah dan tidak bermasalah karena itu syarat dari mereka. Selain itu visata-visat tersebut akan menjadi aset Pemkab Teluk Bintuni kedepan.

Kemudian di Bintuni semakin banyak layanan Telekomunikasi sehingga banyak pengguna yang meminta agar kapasitas atau benwich ditingkatkan lagi atau di up agar akses jaringan menjadi lebih cepat.

Sertifikat yang diperoleh Markus Sraun atas pencapaian sebagai Kandidat Doktor melalui ujian kualifikasi (Prelim) pada Hari Kamis tanggal 27 Agustus 2020. IP-IST

Apalagi Bintuni kedepan akan menjadi kabupaten yang serba digital seperti di Sorong. Dan soal itu akan kita komunikasikan atau koordinasikan dengan Telkomsel,” ujar Sraun.

Markus Sraun juga mengatakan bahwa hampir seluruh distrik-distrik di Kabupaten Teluk Bintuni sudah terlayani jaringan internet 4G. Tetapi khusus untuk daerah-daerah pedalaman kita akan masuk atau turun lapangan tahun ini setelah kita selesaikan administrasi 40 site yang dibangun tahun 2021 dari Kementrian Kominfo soal masalah tanah atau tempat berdirinya visat yang sudah dibangun karena itu daerah yang siapkan.

“Dinas Kominfo juga sudah masuk bangun Visat di pedalaman pesisir seperti distrik Wamesa seperti Idoor, Yakati, Yensesi namun masih ada beberapa titik perlu dukungan masalah tanah dari masyarakat.

Nampak salah satu Tower 72 atau tower Besar yang telah dibangun dari 7 Tower Besar yang akan dibangun Telkomsel di tahun 2021-2022 nampak di depan kantor Dinas Kominfo di SP-5 Distrik Bintuni Timur. IP-IST

“Jadi masalah tanah ini diselesaikan dulu baru pembangunan Visat dari Kementrian Kominfo dibangun tahun ini.

Selama ini Pemkab Teluk Bintuni dan provinsi sudah membangun 1 Tower Besar atau Tower 72 melalui Dinas Kominfo di Aranday, dari Provinsi 2 Tower dan dari Keuangan 2 Tower. Semua ini untuk mempercepat dan memperluas akses jaringan untuk melayani masyarakat.

Sedangkan Telkomsel tahun 2021 dan 2022 ini ada 7 Tower besar atau tower 72 yang mereka bangun,” jelas Sraun.

Mahasiswa Pasca Sarjana S3 Unipa itu juga menambahkan bahwa sebagai Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Teluk Bintuni saat ini dirinya juga sedang menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana Program Studi S3 Ilmu Lingkungan yang dirinya ambil di Universitas Papua.

Dan dirinya telah mendapatkan Sertifikat atas pencapaiannya sebagai Kandidat Doktor melalui ujian kualifikasi (Prelim) pada Hari Kamis tanggal 27 Agustus 2020 oleh Tim Penguji yang terdiri dari : Prof. Dr. Ir. Roni Bawole, M.Si, Dr. Jonni Marwa, S.Hut, M.Si, Dr. Ir. Anton S.Sineri, M.Si, Dr.Thomas F. Pattiasina, S.Pi, M.Sc, Dr. Antoni Ungirwalu, S.Hut, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Andoyo Supriyantono, M.Sc yang ditandatangani Ketua Progran Studi Prof. Dr. Ir. Roni Bawole, M.Si.

“Dalam penyelesaian Pasca Sarjana Doktor ini saya membagi waktu menyelesaikan Pasca Sarjana S3 dengan kerja di kantor. Meski saya di luar Bintuni tetapi kantor tetap saya pantau semua bidang dan taf saya arahkan untuk kerja dan mereka harus memberikan laporan kepada saya biar kantor tetap jalan dan itu terus saya lakukan sambil menyelesaikan kuliah doktor saya.

Sekolah Pasca Sarjana S3 ini juga merupakan tanggung jawab kita sebagai anak Bintuni untuk melaksanakan misi Bupati dan Wakil Bupati yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, terampil dan berdaya saing. Dengan visinya yaitu menuju masyarakat yang damai, maju, produktif dan berdaya saing,” tutupnya. (01-IP)

 

 

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *