Mama-Mama Papua Bintuni Dilatih Membuat Sambal Udang Dan Kepiting Untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga

Bagikan berita ini

Visits: 2

Mama-Mama Papua Bintuni Dilatih Membuat Sambal Udang Dan Kepiting Untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga

BINTUNI, InspirasiPapua.idMama-mama Papua Kabapaten Teluk Bintuni melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (Dinas PMK) mendapatkan pelatihan praktis cara membuat Sambal Udang dan Kepiting yang dilaksanakan selama sehari di Sanggar PMK di Jalur 9 Banjar Ausoy SP4 Distrik Manimeri mulai dari pengolahan sambal hingga packeging.

Kepala Dinas PMK Bintuni Haris Tahir Kaitam saat berfose dengan petugas Bea Cukai dan Trainer serta peserta pelatihan Sambal Udang dan Kepiting. IP-IST

Pelatih atau trainer didatangkan langsung oleh Dinas PMK Teluk Bintuni yang selama ini sudah menjadi mitra dalam dua tahun terakhir dari Wonosoba Jawa Tengah.

Sekitar 100 orang mama-mama Papua Bintuni yang dilatih dengan teori dan juga langsung memperaktekkan cara pembuatan Sambal Udang dan dan Sambal Kepiting.

Prayitno selaku pelatih pembuatan Sambal Udang dan Kepiting yang didatangkan khusus dari Wonosoba Jawa Tengah tersebut kepada media ini, Jumat (10/06/2022) lalu disela-sela memberikan pelatihan mengatakan bahwa   dirinya didatangkan khusus ke Teluk Bintuni untuk berbagi dengan warga masyarakat Teluk Bintuni yaitu khususnya mama Papua Bintuni.

Untuk lebih produktif dalam memproduksi potensi alam yang dimiliki yaitu kepiting dan udang yang bisa mempunyai nilai tambah.

Yaitu bagaimana bisa memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan bagi keluarga dan masyarakat Teluk Bintuni. Serta nantinya produk itu bisa berkompetisi keluar kabupaten, keluar provinsi serta keluar negeri atau diekspor.

Sehingga hal ini akan mempunyai nilai tambah bagi pendapatan asli daerah Teluk Bintuni,” ungkapnya.

Pelatih pembuatan Sambal Udang dan Kepiting Prayitno ketika memberikan materi kepada mama-mama Papua Bintuni di Sanggar PMK SP-4 Manimeri. IP-IST

Selain potensi udang dan kepiting, kata Prayitno potensi lainnya yaitu ketela pohon atau kasbi itu bisa diproduksi di Teluk Bintuni menjadi tepung Mocca.

“Dihulunya kasbi ini diolah menjadi tepung mocca, menjadi beras analog serta pengganti tepung terigu. Nantinya bahan-bahan tersebut bisa diproses menjadi kue kering. Serta pengganti tepung untuk untuk bahan pembuatan kripik atau yang dibutuhkan di rumah tangga itu sendiri.

Sambal Kepiting dalam kemasan botol 500 ml produksi mama-mama Papua Bintuni miliki nilai ekspor. IP-IST

Sehingga hasil akhirnya pendapatan kabupaten Teluk Bintuni dari industri kecil menengah ini nantinya akan menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi kabupaten Teluk Bintuni,” paparnya.

Trainer asal Wonosobo Jawa Tengah itu juga menjelaskan bahwa dirinya akan terus mendampingi mama-mama Papua Bintuni dalam berinovasi.

Karena dirinya sudah dua tahun secara berkesinambungan dipakai oleh Dinas PMK Bintuni untuk memberikan pelatihan-pelatihan bagi masyarakat pelaku UMKM di Bintuni.

Salah serang peserta ketika memperlihatkan hasil produksi Sambal Udang dan Kepiting mama-mama Papua Bintuni yang sudah di kemas dalam botol ukuran 500 ml. IP-IST

Pendampingan yang dirinya akan berikan yaitu mulai dari proses produksi hingga uji laboratorium sampai dengan pelabelan produk halal sampai ke packeging.

Sambal Udang dalam kemasan botol 500 ml produksi mama-mama Papua Bintuni miliki nilai ekspor. IP-IST

“Produksi Sambal Udang dan Kepiting dari proses hulunya mulai dari bahan sampai dengan akhir tentu kita akan dampingi  termasuk penyediaan logistik yang merupakan inovasi bagi mama-mama Papua Bintuni untuk ketahanan dari makanan tersebut,” sebutnya. (01-IP)

 

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *