Alumni P2TIM-TB Anur Nawarisa Kini Memiliki Tabungan Setelah Bekerja Di LNG Tangguh

Anur Nawarisa saat berada di lokasi kerja di LNG Tangguh. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 17

BINTUNI, InspirasiPapua.idAlumni Pusat Pelatihan Tehnik Industri dan Migas Kabupaten Teluk Bintuni (P2TIM-TB) tahun 2019 Anur Nawarisa dengan jurusan Scafolder kini memiliki tabungan untuk masa depannya setelah dirinya bekerja di LNG Tangguh menjadi Asisten Scafolding.
Anur Nawarisa Bekerja di LNG Tangguh setelah lulus pada tahun 2019 dari P2TIM-TB pada jurusan scafolder yaitu setelah dirinya melakukan Medical Check Up (MCU) dan ternyata hasil MCU bagus kemudian dirinya pun dipanggil untuk bekerja di perusahaan LNG Tangguh.
Anur Nawarisa alumni P2TIM-TB Tahun 2019 dari kampung Ekam distrik Tomu Teluk Bintuni kini bekerja sebagai asisten scafolding di LNG Tanggu. IP-IST
Pemuda asal kampung Ekam distrik Tomu Kabupaten Teluk Bintuni itu juga menceritakan bagaimana dirinya bekerja di perusahaan yang sangat ketat atau disiplin.
Dirinya bersama karyawan lainnya harus sudah bangun pukul 03.00 Wit subuh setiap hari. Kemudian jam 04.00 Wit irinya antri di Terminal Bus menuju tempat kerja yang letaknya kurang lebih ditempuh 1 (satu) jam perjalanan.
Setelah tiba di lokasi kerja pada pukul 05.00 Wit dirinya dan karyawan lainnya langsung melakukan torbuk meeting pada masing-masing sub kontraktor (Subkon).
Setelah torbuk meeting, supervisor yang membahwahinya  memberikan tugas. Setelah itu mereka membawa peralatan body harnes dan sarung tangan untuk dikenakan. Lalu kita bekerja dari pukul 06.00 Wit pagi hingga pukul 18.00 Wit sore.
“Aturan di perusahaan sangat ketat dan apabila ada dari kami yang datang terlambat ke tempat kerja maka kita dapat panggil ke kantor untuk diberikan teguran oleh atasan.
Adapun pekerjaan kita selaku asisten scafolding yaitu kita mengangkut pipa-pipa dengan ukuran 2 meter, 3 meter, 4 meter hingga 6 meter  kita angkat. Kemudian kita juga disuruh pasang pipa tersebut. Namun karena kita belum asesmen kita belum bisa pasang pipa tersebut.
Tetapi kalau sudah asesmen baru bisa pasang pipa-pipa tersebut. Dengan menggunakan body harnes saya naik setinggi 30 meter dan ketika kita sudah di atas kita lihat orang-orang yang ada dibawah sangat kecil,” ungkap Anur Nawarisa, Sabtu (13/08/2022) ketika dirinya menceriterakan pengalamannya kepada media ini melalui media sosial WhatsApp di Bintuni.
Pemuda itu juga menambahkan bahwa dirinya sampai saat ini masih bekerja di  LNG Tangguh karena dirinya selalu mengikuti aturan.
“Gaji pokok yang terimanya dalam sebulan Rp. 5 juta. Kalau lembur kerja dari pukul 06.00 Wit pagi hingga pukul 18.00 Wit maka pada saat gajian biasa saya dapat Rp. 15 juta hingga Rp. 17 juta.
Dari hasil saya bekerja di LNG Tangguh ini saya bisa menyisihkan gaji saya separuh ke dalam tabungan setiap bulan. Dimana tabungan saya sudah ada sekitar Rp. 30 juta,” pungkas Anur Nawarisa. (01-IP)

 

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *