Pemeliharaan Jaringan Listrik Di Bintuni Perlu Perhatian Lebih, Beberapa Tiang Listrik Perlu Diganti

Pihak UPL PLN Bintuni akan turun melakukan pembenahan jaringan listrik. Sehingga masyarakat diharapkan pengertiannya apabila lampu padam.IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 8

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Saat ini jaringan listrik di kota Bintuni dan sekitarnya perlu mendapat perhatian lebih dimana dibeberapa lokasi setelah diidentifikasi ada beberapa tiang listrik yang harus segera dieksekusi atau diganti dengan tiang baru agar kedepan tidak membahayakan warga masyarakat.

Manager ULP PT Persero PLN Teluk Bintuni, Alfonso Hasian Siahaan. IP-IST

“Dimana perbaikan jaringan listrik ini kita akan lakukan untuk menghindari agar jangan sampai patah dan bisa membahayakan masyarakat yang ada di sekitar tiang tersebut.

Kami sudah mengajukan ke UP3 PLN Manokwari untuk menindaklanjuti pengadaan tiang listrik agar kegiatan pemeliharaan jaringan di Kota Bintuni dan sekitarnya  bisa berjalan.

Dan kita juga perlu mendapatkan informasi dari masyarakarat yang mungkin melihat adanya sesuatu yang tidak normal pada jaringan listrik PLN.

Apakah tiang listrik ada yang sudah keropos atau ada kabel yang dekat dengan pohon atau mungkin ada tiang listrik yang miring.

Maka dengan adanya informasi dari masyarakat kita bisa menjadikan itu sebagai pendorong ke UP3 Manokwari untuk mempercepat adanya anggaran untuk perbaikan jaringan listrik di kota Bintuni dan  sekitarnya.

Agar jaringan yang rusak dapat segera dikerjakan dimana perlu vendor, material dan sampai sekarang kita masih menunggu tetapi kalau ada yang sudah emergency maka kita tetap eksekusi dengan memasang tiang listrik yang baru,” ungkap Manager ULP PT Persero PLN Teluk Bintuni, Alfonso Hasian Siahaan kepada wartawan di Bintuni, Senin (05/09/2022) ketika diwawancarai di ruang kerjanya di Kantor UPL PLN Bintuni di Kampung Lama distrik Bintuni.

Manager UPL PLN itu juga menjelaskan bahwa kemarin pihaknya masih mempunyai sisa tiang 12 meter atau tiang besar sehingga bisa langsung dieksekusi atau dipasang saat ada tiang yang miring akibat keropos.

Ada beberapa lokasi tiang jaringan listrik di Bintuni yang sudah keropos perlu untuk diganti agar tidak membahayakan masyarakat. IP-IST

“Sebab standar tiang listrik kita 12 meter kalau tidak ada tiang listrik maka kita akan memakai yang ada. Kalau seperti kejadian kemarin kalau tidak ada tiang yang patah itu kita pasang kembali.

Tetapi tiang listrik akan menjadi rendah dan secara standar tiang listrik sudah tidak memadai. Disamping itu banyak kita lihat tiang yang posisinya pendek karena ketinggian jalan sehingga perlu diperbaiki,” ujar Alfonso.

Manager UPL PLN Teluk Bintuni itu juga mengatakan bahwa ada tiang peninggalan listrik desa (Lisdes) yang sudah terpasang sejak tahun 2000-an awal itu juga harus menjadi perhatian untuk segera diganti.

“Dimana kita sudah jalankan pergantian tiang atau pembenahan serta perbaikan jaringan kearah Kompi Kilometer 09 distrik Bintuni.

Selanjutnya kita juga akan perbaiki jaringan dari Kilometer 09 sampai ke arah PLTD di Kilometer 04 distrik Bintuni.

Tujuannya agar jangan sampai ada kejadian serupa yang terjadi. Untung baik kalau tiang hanya miring sehingga tiang tidak sampai rubuh dan mengenai masyarakat yang berada dibawahnya. Tentunya hal itu yang tidak kita harapkan atau inginkan.

Selanjutnya menyangkut pelayanan yaitu khusus untuk pelanggan dalam kota Bintuni yang paling jauh itu ke arah distrik Tuhiba sampai ke Manimeri yaitu kearah Perkantoran Pemda Teluk Bintuni.

Dimana kita perlu ekspansi tentunya itu butuh anggaran dan material dan segala macamnya sudah kita usulkan yang pastinya apa yang ada ini kita akan maksimalkan. Yaitu bagaimana pelayanan itu bisa berjalan dengan baik,” paparnya.

Pihak PLN Harap Ada Pengertian Dari Masyarakat Saat Dilakukan Pemadaman Listrik

Manager UPL PLN Bintuni itu juga mengatakan bahwa apabila pihaknya turun melakukan pemeliharaan jaringan listrik maka tentunya dirinya berharap ada pengertian dari masyarakat ketika pihaknya melakukan pemadaman listrik.

“Dan pihaknya akan usahakan lakukan pemadaman listrik di hari Sabtu tujuannya untuk membenahi sistem jaringan listrik di kota Bintuni dan sekitarnya agar lebih baik.

Oleh sebab  itu pemadaman listrik perlu dilakukan agar kita bisa bekerja. Sehingga kita butuh dukungan dari masyarakat bahwa kita sangat menyadari listrik itu sudah menjadi kebutuhan bagi mereka mungkin untuk tarik air dari sumur atau nonton TV dan lainnya,” tuturnya.

Manager UPL PLN Teluk Bintuni itu juga menambahkan bahwa hingga saat ini pelanggan PLN di Bintuni dan sekitarnya sudah mencapai 13.500-an pelanggan yang teridiri pelanggan dari perkantoran Pemda Teluk Bintuni, pelanggan sosial berasal dari tempat ibadah seperti gereja dan mesjid serta juga kebanyakan  pelanggan golongan R atau rumah tangga.

“Untuk Bintuni kita fokuskan pelanggan pra bayar meski pelanggan kita masih ada pelanggan pasca bayar. Dimana kita sudah mensosialisasikan ke mereka agar segera menjadi pelanggan pra bayar dan kalau tidak kita akan segel dan itu sudah mulai berlaku sejak bulan lalu makanya tunggakan pelanggan PLN di Bintuni sudah 0 (nol).

Namun yang menjadi perhatian kita bersama bahwa masih ada masyarakat yang belum menyadari kalau listrik ini milik negara dan kita perlu bayar listrik.

Sehingga kita perlu menggalakkan sosialisasi untuk masyarakat yang memakai listrik dan tidak membayar agar segera menjadi pelanggan PLN,” pungkasnya. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *