Kemarau dan Krisis Air Bersih di Masyeta, Aspirasi yang Dibawa ke DPRK

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 3

Air Menipis Saat Kemarau, Warga Masyeta Bersuara di Hadapan Anggota DPRK Jefri Orocomna

BINTUNI, inspirasipapua.id — Kemarau membuat kehidupan warga Distrik Masyeta, Kabupaten Teluk Bintuni, kian berat. Ketika sumber air mulai menyusut, warga harus menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar: air untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Persoalan yang berulang setiap musim kemarau itu kini menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak yang mereka bawa kepada wakil rakyat.

Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Bintuni, Jefri Orocomna, S.Sos, saat menggelar Reses II Masa Sidang III Tahun 2026 di Kampung Kalibiru distrik Masyeta, Sabtu, 5 September 2026.

Bagi warga, kemarau bukan sekadar perubahan musim. Ketika air sulit diperoleh, aktivitas rumah tangga ikut terganggu. Warga harus menghemat penggunaan air dan mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan masyarakat berjalan cukup jauh untuk mengambil air. Ada juga yang tidak mandi berhari-hari karena kampung mereka tidak ada sumber air.

Dalam kondisi seperti itu, persoalan air bersih berubah menjadi beban yang dirasakan langsung oleh keluarga di kampung.

Karena itu, air bersih menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Warga berharap pemerintah tidak hanya datang ketika persoalan muncul, tetapi menyiapkan solusi yang dapat menjamin ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.

Selain air bersih, warga menyampaikan persoalan pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, akses jalan, persoalan lahan, serta kebutuhan sarana transportasi untuk membawa hasil kebun dan usaha mereka ke Kota Bintuni.

**(Tim/red/MA/Inspirasi Papua.ID)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *