Penyakit Infeksi dan Metabolik Dominasi Kasus di RSUD Bintuni

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 4

“Penyakit Infeksi dan Metabolik Mengintai, Dokter RSUD Bintuni Ingatkan Bahaya Gaya Hidup”

 

BINTUNI, inspirasipapua.id — Penyakit infeksi masih mendominasi kasus yang ditangani di RSUD Bintuni. Namun, penyakit metabolik seperti diabetes melitus, kolesterol tinggi, obesitas, asam urat dan gangguan hati juga cukup banyak ditemukan.

Kondisi itu menjadi perhatian karena sebagian penyakit metabolik berkembang perlahan dan tidak selalu menimbulkan keluhan pada tahap awal. Akibatnya, tidak sedikit orang baru memeriksakan diri ketika kondisi kesehatannya sudah terganggu.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Bintuni sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Novita Panggau, Sp.PD, mengatakan penyakit infeksi masih menjadi salah satu kasus yang banyak ditemukan dalam pelayanan penyakit dalam.

“Penyakit dalam itu cukup banyak, tetapi yang dominan adalah penyakit infeksi. Selain itu, penyakit metabolik juga cukup banyak kami temukan pada pasien yang datang berobat,” kata Novita saat ditemui wartawan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bintuni, Kamis, 3 September 2026.

Tifoid hingga Diabetes

Menurut Novita, demam tifoid atau tifus merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih kerap ditemukan. Selain itu, terdapat penyakit infeksi lain yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien.

Di sisi lain, penyakit metabolik juga menjadi perhatian. Gangguan tersebut antara lain diabetes melitus, kolesterol tinggi, obesitas, kadar asam urat tinggi serta gangguan hati seperti sirosis.

“Penyakit metabolik seperti diabetes melitus, kolesterol, obesitas, asam urat tinggi dan gangguan pada hati juga cukup banyak ditemukan. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan pola hidup dan pola makan,” ujarnya.

Novita mengingatkan bahwa penyakit metabolik bukan semata persoalan orang lanjut usia. Kasusnya juga dapat ditemukan pada kelompok usia lebih muda, terutama mereka yang memiliki pola makan tidak sehat dan kurang bergerak.

Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam dan lemak, ditambah aktivitas fisik yang rendah, dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik.

Jangan Menunggu Sakit

Di antara penyakit tersebut, diabetes melitus perlu mendapat perhatian karena bersifat kronis dan dapat menimbulkan komplikasi bila tidak dikendalikan.

Pasien diabetes perlu mengikuti pengobatan dan pemantauan secara teratur, sekaligus menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi tubuh.

“Yang penting adalah bagaimana pasien bisa mengontrol penyakitnya. Jangan hanya ketika sudah merasa sakit baru datang berobat. Pemeriksaan secara rutin juga sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan,” kata Novita.

Ia mendorong masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti berat badan berlebih, riwayat keluarga dengan diabetes, tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan.

Deteksi lebih awal memungkinkan gangguan kesehatan segera ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Mengubah Kebiasaan

Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Masyarakat perlu mengatur pola makan, membatasi konsumsi gula, garam dan lemak berlebihan, serta menghindari gaya hidup sedentari.

Aktivitas fisik secara rutin, sesuai kemampuan tubuh, dapat membantu menjaga berat badan dan menekan sejumlah faktor risiko penyakit metabolik.

Novita juga meminta masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan. Keluhan yang sama belum tentu disebabkan penyakit yang sama, sehingga pemeriksaan tetap diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat.

“Kalau ada keluhan kesehatan, sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis. Jangan hanya mengandalkan pengobatan sendiri tanpa mengetahui penyakit yang sebenarnya,” pesannya.

RSUD Bintuni, kata Novita, akan terus memberikan pelayanan sesuai kemampuan dan fasilitas yang tersedia. Namun, menjaga kesehatan tidak hanya dimulai ketika seseorang berada di rumah sakit.

Kesadaran untuk mengenali faktor risiko, menjaga pola hidup dan memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala menjadi bagian penting agar penyakit dapat dicegah atau dikendalikan lebih dini.

“Yang terpenting masyarakat menjaga kesehatan, memperhatikan pola makan, tetap aktif bergerak, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” pungkasnya.

**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *