Jefri Orocomna Ingatkan Ancaman Longsor di Jalan Gunung Kaca Tembuni

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 90

“Jalan Gunung Kaca di Tembuni Rusak Sebelum Genap Setahun, Warga Dihantui Ancaman Longsor”

BINTUNI, inspirasipapua.id — Hujan mengubah perjalanan melintasi Gunung Kaca, Distrik Tembuni, Kabupaten Teluk Bintuni, menjadi perjalanan yang menuntut kewaspadaan. Ruas Jalan Trans Papua Barat yang belum genap setahun digunakan itu disebut mulai rusak dan licin. Di sejumlah bagian, ancaman longsor membuat keselamatan pengguna jalan ikut dipertaruhkan.

Kondisi tersebut dilihat langsung Anggota DPRK Teluk Bintuni dari Fraksi NasDem, Jefri Orocomna, S.Sos, ketika melakukan reses ke wilayah Masyeta dan Kali Biru, Sabtu (5/9/2026).

Jefri mengaku terkejut melihat kondisi 0 kaget. Jalan Trans Papua Barat ini belum setahun, tetapi kondisinya sudah rusak parah,” kata Jefri.

Bagi warga yang saban hari menggunakan jalur tersebut, kerusakan jalan bukan sekadar soal permukaan aspal atau kenyamanan berkendara. Jalan itu merupakan urat nadi yang menghubungkan masyarakat dengan pusat kota maupun wilayah pedalaman.

Ketika hujan turun, persoalannya menjadi lebih serius. Permukaan jalan menjadi licin dan kawasan tertentu disebut rawan longsor. Kendaraan yang melintas harus menghadapi kondisi jalan yang tidak lagi mudah diprediksi.

“Kasihan masyarakat kami yang melewati jalan tersebut. Kondisinya mudah longsor dan sewaktu-waktu bisa berbahaya ketika masyarakat melewatinya,” ujar Jefri.

Di wilayah seperti Gunung Kaca, jalan tidak berdiri sendiri. Ia berhadapan dengan lereng, tanah, air hujan dan kondisi alam yang dapat berubah cepat. Karena itu, pembangunan jalan di kawasan perbukitan membutuhkan perencanaan yang memperhitungkan kemiringan lereng, sistem drainase, karakteristik tanah serta potensi gerakan tanah.

Kerusakan yang muncul sebelum jalan berusia satu tahun, kata Jefri, semestinya menjadi alasan pemerintah melakukan evaluasi, bukan sekadar menunggu kerusakan semakin meluas.

Ia meminta Gubernur Papua Barat memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk turun melakukan pemeriksaan terhadap ruas jalan tersebut.

Evaluasi itu penting untuk menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: apa yang menyebabkan jalan yang relatif baru sudah mengalami kerusakan?

Jawabannya tentu membutuhkan pemeriksaan teknis. Bisa saja persoalan berkaitan dengan kondisi tanah, drainase, desain, material, pelaksanaan pekerjaan atau faktor palam. Tanpa pemeriksaan lapangan, terlalu dini untuk menunjuk satu penyebab.

Namun satu hal sudah jelas bagi masyarakat: jalan yang rusak dan licin ketika hujan meningkatkan risiko perjalanan.

Bagi warga yang hendak berobat, membawa hasil kebun, pergi ke sekolah, bekerja atau mengangkut kebutuhan sehari-hari, tidak ada banyak pilihan ketika jalan menjadi satu-satunya akses.

Karena itu, Jefri meminta pemerintah melihat persoalan Gunung Kaca bukan semata sebagai kerusakan infrastruktur, melainkan sebagai persoalan keselamatan dan pelayanan publik.

“Harus ditingkatkan dan dievaluasi kembali. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena kondisi jalan yang sewaktu-waktu longsor,” katanya.

Pemeriksaan juga penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur dengan anggaran publik memberikan manfaat dalam jangka panjang. Jalan tidak cukup hanya selesai 0dibangun dan kemudian dibuka untuk kendaraan. Ia harus aman digunakan, mampu menghadapi karakter wilayah, serta memiliki sistem pemeliharaan yang jelas.

Kini, perhatian tertuju kepada pemerintah dan instansi teknis. Jika jalan belum genap setahun sudah rusak, publik berhak mengetahui apa penyebabnya dan bagaimana pemerintah memastikan persoalan yang sama tidak berulang.

Sebab bagi masyarakat di pedalaman, jalan bukan sekadar hamparan aspal.

Jalan adalah akses menuju sekolah, pasar, rumah sakit, pekerjaan, dan kehidupan. Ketika jalan itu tidak aman, yang terancam bukan hanya kendaraan yang melintas, tetapi juga aktivitas dan keselamatan orang-orang di dalamnya.

**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *