Ketua DPRD Teluk Bintuni Harap Akhir Tahun 2023 SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri Sudah Bisa Jalan

Ketua DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Simon Dowansiba, SE dan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Teluk Bintuni Drs. Albert Anofa. IP-IST
Bagikan berita ini

Views: 164

Ketua DPRD Teluk Bintuni Harap Akhir Tahun 2023 SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri Sudah Bisa Jalan

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Ketua DPRD Teluk Bintuni Simon Dowansiba, SE mengatakan bahwa dirinya sangat berharap Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga KabupatenTeluk Bintuni pada akhir tahun ini bisa mengusahakan pembersihan lahan SMA Negeri 2 Persiapan dan kalau itu sudah bersih maka pada awal tahun 2024 pembangunan fisiknya sudah bisa dibangun.

“Dan kami juga berharap akhir tahun ini SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri itu sudah berjalan dan setelah Sidang APBD Perubahan lokasi SMA Negeri 2 Manimeri itu sudah bisa di Landclearing dan masalah pengadaan tanah kita akan berusaha negosiasi dengan pemilik tanah dan pihak pertanahan untuk diselesaikan.

Walaupun masyarakat pemilik tanah itu mengajukan permohonan tanah dengan nilai tanah dengan harga yang tinggi tetapi kita juga kembali mengkaji harga tanah tersebut.

Dimana kami harapkan dinas teknis untuk melihat harga satuannya sesuai dengan atutran pemerintah. Apakah tanah itu masuk dalam kategori kelas 1, kelas 2 atau kelas 1 A, kelas 1 B serta kelas 1 C.

Apabila masalah tanah sudah diselesaikan akhir tahun ini maka tahun depan sekolah SMA Negeri 2 Manimeri yang yang lokasinya di kampung Idut itu pembangunan fisiknya sudah bisa dibangun pada tahun 2024 mendatang,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Simon Dowansiba, SE kepada media ini, Jumat (06/10/2023) ketika ditemui di ruang kerjanya di Kantor DPRD Teluk Bintuni.

Ketua DPRD Teluk Bintuni itu juga menjelaskan mengapa harus dibangun SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri itu, bahwa dirinya sebagai refresentatif Masyarakat menyampaikan aspirasi Pembangunan SMA ini.

“Dimana saya sudah memperjuangkan SMA Negeri 2 di distrik Manimeri Kabupaten Teluuk Bintuni.  Karena jarak antara distrik Manimeri dengan Kelurahan Bintuni Barat sangat jauh dimana SMA Negeri 1 Bintuni berada.

Menyebabkan anak-anak kita dari distrik Dataran Beimes yang perlu sekolah ke SMA Negeri 1 Bintuni tidak bisa sekolah di sana karena jaraknya jauh.

Selain itu kondisi kendaraan di Bintuni juga sangat padat saat ini. Oleh sebab itu dengan pertimbangan-pertimbangan kondisi jalan, hujan dengan jarak yang jauh. Serta kendaraan yang memuat anak-anak dari distrik Menimeri ke Kelurahan Bintuni Barat juga masih sulit.

Sehingga masyarakat mengajukan kepada saya selaku Ketua DPRD untuk memperjuangkan aspirasi mereka yaitu agar sekolah SMA juga ada di distrik Manimeri.

SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri ini direncanakan akan dibangun di Manimeri dengan lokasi di kampung Idut SP-4 Banjar Ausoy.

Dimana masyarakat pemilik ulayat sudah meyiapkan lahannya tinggal dari pemerintah daerah memproses penyelesaian lokasi tanah tersebut yaitu mulai dari pelepasan tanah dan juga landclearing lokasi tanah disiapkan akhir tahun 2023 ini,” papar Simon.

Simon Dowansiba juga mengatakan bahwa berbicara menganai mekanisme penganggaran mudah-mudahan dari Dinas Pendidikan Kebudayaan dapat membantu untuk pembersihan lokasi atau Landclearing untuk persiapan lokasi SMA Negeri 2 Persiapan tersebut agar pada tahun 2024 pembangunan fisik SMA tersebut sudah dapat dilakukan.

“Sekarang mekanisme fisik penerimaan siswa saya dalam waktu dekat akan mengumpulkan guru-guru untuk membicarakan apa-apa yang perlu disiapkan terutama organisasinya.

Dimana salah satu yang menjadi kepala sekolah untuk melengkapi administrasi SMA  Negeri 2 Persiapan tersebut.

Untuk SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri ini maka tahun ajaran baru pada tahun 2024 sudah bisa dilakukan penerimaan siswa baru.

Tanah SMA Negeri 2 Manimeri yang sudah disiapkan oleh masyarakat ada  2 Ha atau 200 meter  x 200 meter. Tetapi untuk sementara kami minta (150 meter x 150 meter) atau 1,5 Ha dan lokasi ini sudah ada.

Dan tentunya kita juga akan tambah lagi luasnya apabila kedepan ada pertambahan penduduk.

Saya juga berharap dan memohon dukungan dari masyarakat dan anak-anak usia sekolah SMA di Manimeri serta orang tua dimana ketika masuk sekolah di sana nantinya dapat mengurangi beban kita di distrik Manimeri.

Jadi anak-anak yang berdomisili di Tanah Merah Awarepi, SP-5, SP-4 hingga SP-3 Manimeri nantinya bisa bersekolah di SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri karena jaraknya sudah dekat. Begitu pun anak-anak dari Dataran Beimes juga bisa bersekoah di sana.

Anak-anak Dataran Beimes selama ini ketika akan bersekolah di SMA kebanyakan pergi sekolah ke SMA yang ada di Manokwari.

Masyarakat distrik Dataran Beimes dan Distrik Manimeri mengusulkan ke saya untuk membangun SMA Negeri 2 Persiapan di Manimeri. Anak-anak dari Base Camp Hendrizon banyak juga yang datang bersekolah ke SMA Sanawesen dekat dengan pasar Bintuni.

Dan itu jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal mereka sehingga dengan adanya SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri kedepan akan mengurangi beban mereka dan sekolah ini akan segera berjalan dan masih menunggu guru-gurunya.

Jadi nanti sekolah ini akan berjalan sambil menunggu Pembangunan fisik bangunannya di tahun 2024. Dan guru-guru nanti bisa diambil dari guru-guru yang ada di SMP yang memiliki golongan yang sesuai bisa diangkat guru di SMA.

Disamping itu kita juga bisa merekrut guru honor. Dimana sudah banyak yang ajukan aspirasi untuk menjadi tenaga guru nantinya di SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Teluk Bintuni Drs.Albert Anofa ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada Ketua DPRD Teluk Bintuni bahwa untuk Pembangunan SMA Negeri 2 Persiapan Manimeri itu tergantung kepada Masyarakat menyerahkan tanah adatnya untuk dibangun Gedung SMA  Negeri 2 kepada Bupati dan atau Pemerintah Daerah.

Apabila pelepasan tanah itu sudah dilakukan barulah kita jalan, baik kita lakukan landclearing lahan sampai penerimaan siswa baru serta pembangunan fisik gedung tersebut

Karena status tanah harus jelas namun sepanjang status tanah tidak jelas maka sulit bagi kita untuk untuk membangun gedung sekolah SMA tersebut.

Sedangkan luas tanah yang akan dilepaskan yaitu 1,5 Ha saya rasa itu sudah cukup untuk membangun sekolah SMA ditempat tersebut,” pungkas Anofa. (ahm-IP)

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *