Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari Desak Bawaslu Dan APH Selidiki Oknum Caleg Gunakan APBD Untuk “Belanja Suara” Pemilih

Bagikan berita ini

Visits: 10

Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari Desak Bawaslu Dan APH Selidiki Oknum Caleg Gunakan APBD Untuk “Belanja Suara” Pemilih

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy, SH mendesak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan aparat penegak hukum (APH) untuk menelusuri dan menyelidiki dugaan adanya oknum calon Legislatif (Caleg) yang menggunakan anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk “belanja suara” pemilih.

“Seperti di Sanggeng, Wosi, Wirsi, Arkuki, Manokwari Barat, di daerah pemilihan (Dapil) satu Kabupaten Manokwari. Diduga keras caleg tersebut berasal dari salah satu Partai Besar peraih kursi di Parlemen Nasional Indonesia.

Oknum caleg tersebut adalah mantan anggota DPRD Kabupaten Manokwari. Sehingga diduga keras “belanja suara” tersebut dilakukan secara terstruktur, masif dan mendasar dibeberapa wilayah di atas.

Bahkan ada beberapa “peluncur” atau “pekerja lapangan” nya yang dibelikan sepeda motor. Menjadi pertanyaan dari mana oknum caleg tersebut mendapat dana kampanyenya? Juga bisa dibanding kan dengan tingkat perolehan suara oknum caleg tersebut di wilayah-wilayah tersebut?,” ungkap Yan Christian Warinussy, SH kepada media ini melalui media sosial whatsApp di Bintuni.

Lanjut pengacara pejuang hak asasi manusia itu bahwa apakah dia memiliki basis massa pemilih di wilayah-wilayah tersebut? Bagaimana bisa dia meraih suara cukup signifikan di wilayah-wilayah itu.

Sementara para caleg yang berasal dari wilayah seperti Sanggeng, Wosi, Wirsi, Arkuki saja hanya memperoleh suara yang tak lebih dari 10 jari saja?.

Hal tersebut, seharusnya sudah diantisipasi oleh Bawaslu maupun APH sejak lama,” papar advokat senior di Tanah Papua itu. (ahm-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *