Views: 79
Menjaga Masa Depan Papua: BPS Teluk Bintuni Dorong Pemutakhiran Data Adminduk untuk IPM OAP
Laporan: Tim Redaksi KADATE/Inspirasi Papua
BINTUNI – Di balik angka-angka statistik dan lembar-lembar dokumen kependudukan, tersembunyi harapan besar untuk masa depan Orang Asli Papua (OAP). Tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Teluk Bintuni tengah menjalankan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.
Namun, ada satu hal penting yang menjadi catatan: data OAP belum secara khusus dipisahkan dari Non-OAP dalam pendataan tersebut.
“Kami tidak melakukan pendataan khusus untuk OAP di SUPAS 2025. Namun kami sangat membutuhkan data tersebut, terutama dari distrik, kelurahan, hingga kampung, melalui sistem site plus yang akan dikembangkan,” ungkap Kepala BPS Kabupaten Teluk Bintuni Maimun, S.ST, M.Stat saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Kebutuhan akan data OAP menjadi penting karena Papua Barat ke depan akan mulai menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) OAP, sebagai indikator khusus untuk menakar kualitas hidup masyarakat asli Papua.
Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga daya beli, semuanya akan sangat bergantung pada data yang valid dan terbaru.
“Karena itu, kami sangat bergantung pada data yang dihimpun Dinas Kependudukan dan Pencacatatan Sipil (Dukcapil).
Melalui semangat kolaborasi satu data Indonesia sesuai Perpres Nomor 39 Tahun 2019, kami akan mengolah data Adminduk menjadi statistik yang lebih komprehensif,” tambahnya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Menurut Kepala BPS itu, saat ini pendekatan data di Indonesia sudah tidak bisa lagi dilakukan secara terpisah-pisah. Era silo data telah berakhir. Yang dibutuhkan sekarang adalah ekosistem kolaboratif antarinstansi dengan menggunakan standar dan kode referensi yang seragam.
“Ekosistem data sekarang ini berbasis kolaborasi. Tapi itu hanya bisa terwujud kalau standar datanya juga sama. Ada kode referensinya, definisinya jelas. Ini yang sedang kami dorong bersama Dukcapil dan instansi lainnya,” tuturnya.
Itulah sebabnya, masyarakat diminta untuk aktif memperbarui data administrasi kependudukan mereka. Hal sederhana seperti memperbarui status pendidikan anak di Kartu Keluarga (KK) dari tamat SD menjadi siswa SMP, sangat menentukan dalam perhitungan IPM OAP.
“Kalau anak sudah sekolah SMP, ya harus tercatat di KK. Kalau sudah lulus SMA, ijasahnya juga harus masuk dalam data. Dengan begitu, ketika kita hitung rata-rata lama sekolah OAP, datanya valid,” tegas Maimun.
Satu Data, Banyak Manfaat
Bukan hanya untuk statistik, data Adminduk yang akurat juga berguna untuk banyak hal lain. Mulai dari perencanaan pembangunan, penyaluran bantuan sosial, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan yang tepat sasaran.
BPS Teluk Bintuni pun berharap agar perangkat distrik, kampung, dan kelurahan ikut aktif mendorong warganya memperbarui data ke Dukcapil terdekat.
“Ini bukan hanya soal angka. Ini soal masa depan generasi Papua. Kalau datanya kuat, kebijakan pun akan tepat sasaran,” tutupnya.
Melalui langkah kecil memperbarui data, masyarakat Teluk Bintuni sedang ikut membangun fondasi besar untuk masa depan anak cucu mereka.
Data bukan sekadar angka di komputer, tapi cerminan kehidupan yang nyata—dan kunci menuju pembangunan Papua yang lebih adil dan bermartabat.***













