Bupati Teluk Bintuni Sebut Distrik Tomu Kedepan Akan Jadi Pusat Pergerakan Ekonomi Di Wilayah Sebyar

Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT ketika melakukan kunjungan kerja ke distrik Tomu. (IP-IST)
Bagikan berita ini

Visits: 19

Bupati Teluk Bintuni Sebut Distrik Tomu Kedepan Akan Jadi Pusat Pergerakan Ekonomi Di Wilayah Sebyar

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Bupati Teluk Bintuni sangat yakin dan menyebut kedepan distrik Tomu akan menjadi pusat pergerakan ekonomi di wilayah Sebyar.

Dimana tahun depan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni akan merubah wajah distrik Tomu dengan membangun beberapa fasilitas penting seperti pembangunan Dermaga Permanen untuk persinggahan kapal di distrik Tomu yang lahannya seluas 2 hektar sudah siap dan dalam persiapan pembangunan.

“Selanjtnya Pemkab Teluk Buintuni juga akan membangun pabrik sagu untuk kembali mengenang kejayaan perusahaan sagu PT Sagindo Sari Lestari Djayanti Group yang beroperasi di distrik Tomu 30 tahun lalu.

Hal itu sudah disetujui Menteri Pertanian RI dan sudah menyampaikan kepada Gubernur Papua Barat untuk membangun pabrik sagu di Sebyar dan kita akan mencari tempat yang cocok untuk pembangunan pabrik sagu tersebut,” ungkap Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT dihadapan warga masyarakat distrik Tomu dalam kunjungan kerja ke ditrik Tomu belum lama ini.

Orang Nomor Satu di Kabupaten Teluk Bintuni itu juga mengatakan bahwa pabrik sagu harus dibangun?. “Karena Teluk Bintuni salah satu kabupaten yang ada di Tanah Papua yang memiliki potensi hutan sagu yang cukup besar.  Dan itu terdapat di wilayah Sebyar.

Dan untuk mengelola pabrik sagu  ini tidak perlu orang sekolah tinggi dan bajkan mama-mama Papua juga bisa terlibat sampai pabrik itu menghasilkan tepung sagu.

Tepung sagu ini dipakai sebagai perekat plywood atau triplex, bahan briket arang campuran  yang dapat dikirim ke luar negeri sebagai bahan pemanas dan di sana dipakai untuk pengganti kompor atau pemanas ruangan dan masih banyak manfaat lainnya.

Termasuk juga untuk dijadikan makanan tetapi sagu ini kita sudah tinggalkan sebagai makanan pokok kita. Tetapi kita harus ingat apa yang dikatakan presiden Jokowi bahwa negara kita kedepan akan mengahadapi persoalan-persolan yang berkaitan dengan krisis pangan.

Pada tahun 2023 presiden katakan “gelap”. Sehingga mari kita menterjemahkan kata gelap itu dengan pandangan kita. Tekait itu maka saya juga sudah membuat beberapa himbauan kepada masyarakat yang nantinya dipasang di distrik-distrik.

“Mari bapak mama, saudara-saudara, pace mace ayo kitong kembali ke kebun perkuat pangan lokal”.

Kembali melihat sagu, jangan pandang sagu sebelah mata. Dan saya sudah membuat surat edaran Bupati yang ditujukan kepada seluruh pimpinan OPD kalau membuat acara kantor atau dinas itu harus menggunakan 50 persen makanan lokal dan tidak terus-terusan pakai nasi atau atau bahan tepung dari beras saja.

Tetapi harus ada campuran sagu, kasbi dan keladi agar kita juga dapat membeli mama-mama punya hasil-hasil kebun dan sagu,” papar Bupati Kasihiw.

Bupati Bintuni itu juga mengatakan bahwa Pemkab Teluk Bintuni melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung juga memiliki rumah produksi yaitu menggunakan gedung tempat pemotongan hewan (TPH) yang berada di kampung Waraitama SP-1 yang tidak digunakan sehingga dimanfaatkan sebagai rumah produksi.

Di rumah produksi tersebut nantinya akan memproduksi kepiting kaleng, udang kaleng, ikan sembilan asap dan ikan congge asap. Dan kita akan bekerja sama dengan pemerintah Demak Jawa Tengah dibawah binaan Kementrian Desa dan Desa Tertinggal.

Ikan sembilan ini akan menjadi primadona Bintuni dan bagi masyarakat yang ingin bertanya soal rumah produksi ini lebih jelasnya kepada Kepala Dinas PMK Drs. Haris Tahir sebagai pengagas rumah produksi tersebut.

Banyak yang dapat kita lihat dan saya yakin distrik Tomu ini akan menjadi pusat pergerakan ekonomi di wilayah Sebyar,” terang Bupati Dua Periode itu. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *