Agen CV Sugandi Qolbi Jual Minyak Tanah Rp. 5.500 Per Liter Karena Tergugah Ringankan Ekonomi Masyarakat Bintuni

Bagikan berita ini

Visits: 228

Agen CV Sugandi Qolbi Jual Minyak Tanah Rp. 5.500 Per Liter Karena Tergugah Ringankan Ekonomi Masyarakat Bintuni

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Agen Minyak Tanah CV Sugandi Qolbi Barokah Bintuni tergugah hatinya untuk turunkan harga Minyak Tanah dari harga yang biasanya dia jual dengan harga Rp. 7.000 (tujuh ribu) per l;iter kini dia turunkan dengan harga yang cukup fantastis yaitu menjadi Rp. 5.500 per liter.

Dengan turunnya harga eceran minyak tanah per liter itu membuat masyarakat Bintuni merasa terbantu sekali.

“Turunnya harga minyak tanah ini setelah kami teliti transportir atau ongkos angkut dari Manokwari sampai ke Bintuni dan kami berhitung juga margin pangkalan di Bintuni sesuai prosedur baik di kota Sorong kemudian kabupaten Manokwari dan Sorong Selatan.

Dan kami juga berhitung keuntungan agen maka saya simpulkan harga minyak tanah per liter itu cocoknya di Bintuni dihargai Rp. 5.500 per liternya untuk wilayah kabupaten Teluk Bintuni mulai dari SP, kota sampai Kilo.

Sedangkan di wilayah Steenkool atau distrik Meyado, distrik Tuhiba dan  Tembuni dengan harga minyak tanah hanya selisih Rp. 1.000 dengan kota Bintuni jadi Rp. 6.500 per liternya. Karena ada tambahan ongkos transportasi,” ungkap Sugandi selaku Pemilik Agen Minyak Tanah Sugandi

Sugandi Pemilik Agen Minyak Tanah CV Sugandi Qolbi Barakoh, Sabtu (17/06/2023) saat dikonfirmasi media ini di kediamannya di Kompleks Terpadu Bintuni Awarepi distrik Bintuni.

Menurut Sugandi bahwa penurunan harga ini baru beberapa hari dilakukan yaitu tepatnya tanggal 15 Juni 2023. “Disamping momen Hari Ulang Tahun Kabupaten Teluk Bintuni Ke-20.

Dan kami juga memotok dengan menurunkan harga minyak tanah ini bukan semata-mata karena persaingan bisnis tetapi intinya kami sudah mendapatkan untung sedikit baik pangkalan maupun agen.

Maka harganya kami pasarkan di bawah harga eceran tertinggi yaitu Rp.7.000 menjadi Rp.5.500 per liter,” papar Sugandi.

Sughandi juga mengaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak tanah dari pemerintah itu di posisi Rp. 7.000.

“Jika kita lalu jual dengan harga Rp. 5.500 dibawah harga HET pemerinta tentunya itu sangat baik tetapi kalau kita jual dengan harga di atas harga HET Rp. 7.000 maka itu nantinya akan bermasalah.

Harga minyak tanah Rp. 5.500 ini bisa stabil sampai kapan pun sampai kita melihat perkembangan seperti apa. Yang jelas kalau harga minyak tanah sudah kita turunkan untuk naikkan harga lagi itu sulit.

Kalau pun kita akan menaikkan harga minyak tanah maka kita akan konfirmasi dengan pemerintah. Pada intinya dengan turunnya harga minyak tanah ini untuk meringankan beban ekonomi masyarakat itu poin pentingnya,” terang Sugandi.

Sugandi menambahkan bahwa harga minyak Tanah untuk masyarakat bila perlu diturunkan menjadi Rp. 1.000 per liter. “Namun setelah dihitung hanya bisa Rp. 5.500 per liternya. Dimana setiap pangkalan sudah mendapatkan margin atau keuntungan. Dan agen juga sudah mendaptkan margin keuntungan  dan setelah dihiting transportir itu cukup.

Dengan turunnya harga minyak tanah menjadi Rp. 5.500 per liter warga masyarakat Bintuni sangat menyambut baik. Dan mereka berterima kasih kepada agen karena sangat membantu ekonomi mereka.

Dengan turunnya harga minyak Tanah menjadi Rp. 5.500 per liter maka kita juga ada wacana namun kami akan melihat situasi dan kondisi kedepan.

Kalau lah harga minyak Tanah kita kasih turun lagi itu pada posisi Rp. 5.000 per liter. Tentunya nanti kita akan evaluasi lebih dulu dan kalau memungkinkan harga minyak tanah akan kita upayakan turunkan lagi menjadi Rp. 5.000 per liter.

Untuk saat ini pangkalan minyak tanah yang kami sudah operasikan di kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 29 pangkalan, yaitu dari  Manimeri sampai Steenkool atau Meyado dari total 45 pangkalan yang akan dioerasikan di kabupaten ini,” ujar Sugandi. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *