Petang yang Nyaris Celaka: Hilux Ugal-ugalan dan Pengemudi Mabuk Gegerkan Warga Bintuni

Nampak Petugas Patwal mengamankan pria yang diduga mabuk di Pos Lantas Taman Kota Bintuni beserta Barang Bukti 1 unit mobil Hilux berwarna hitam dengan Nopol : PB 8701 ML. Karena mengganggu keamanan berlalulintas pria tersebut dikenakan tilang. (ist/Kadate/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 603

Petang yang Nyaris Celaka: Hilux Ugal-ugalan dan Pengemudi Mabuk Gegerkan Warga Bintuni

 

BINTUNI — Rabu 23 Juli 2025, Langit Bintuni masih memancarkan cahaya sore ketika suara-suara resah mulai terdengar dari arah jalanan pusat kota. Sejumlah pengendara motor dan mobil terlihat gelisah, menceritakan bagaimana sebuah mobil Hilux berwarna hitam dengan Nomor Polisi PB 8701 ML melaju dengan kecepatan tinggi, zig-zag di tengah lalu lintas, nyaris menyambar beberapa pengguna jalan.

“Barusan hampir ditabrak. Nggak tahu dia kenapa, ngebut terus oleng-oleng,” ujar seorang warga yang datang ke Pos Patwal Taman Kota dengan napas masih tersengal.

Laporan itu bukan main-main. Petugas yang menerima aduan segera bersiaga. Unit Patwal langsung bergerak menyusuri jalanan kota. Tak butuh waktu lama, kendaraan yang dimaksud berhasil ditemukan terparkir di halaman Penginapan Yuni. Dan yang mengejutkan: sang sopir dalam kondisi mabuk berat.

“Pas kami temukan, sopirnya tampak sempoyongan dan bau alkohol cukup menyengat. Jelas ia tidak dalam kondisi layak mengemudi,” ungkap seorang petugas Patwal.

Tanpa perlawanan, pria itu digiring ke Pos Patwal bersama kendaraannya. Di sana, ia dimintai keterangan dan langsung dikenakan tindakan hukum berupa tilang. Tidak ada korban dalam insiden tersebut, tapi kisah sore itu menyisakan pelajaran penting.

Di ruang tunggu pos, beberapa warga yang sempat nyaris tertabrak hanya bisa menggeleng pelan. “Untung saja cepat ditangani,” kata seorang ibu sambil menggendong anak kecilnya.

Pihak kepolisian memastikan situasi telah kembali aman dan kondusif. Namun mereka juga mengingatkan, keselamatan di jalan bukan hanya urusan petugas, tapi tanggung jawab semua orang.

“Kalau melihat pengemudi yang mencurigakan atau membahayakan, laporkan segera. Seperti kejadian tadi, reaksi cepat dari warga sangat membantu,” ujar petugas sambil menutup laporannya hari itu.

Satu sore yang bisa saja berubah jadi duka, untungnya ditangani dengan cepat. Sebuah pengingat bahwa kesadaran dan tanggung jawab saat berkendara adalah bentuk paling sederhana dari mencintai sesama.

(Tim Redaksi KADATE/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *