Kuasa Hukum Pabrik Udang PT HMJ Bintuni Minta Keadilan, Ini Alasannya!

Bagikan berita ini

Visits: 44

Kuasa Hukum Pabrik Udang PT HMJ Bintuni Minta Keadilan, Ini Alasannya!

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Pelaku pembakaran pabrik udang PT Holi Mina Jaya (HMJ), Asrianto hanya dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hal ini menimbulkan tanda tanya bagi kuasa hukum PT Holi Mina Jaya, Yohanes Akwan, SH.

Selaku pengacara perusahaan udang PT HMJ Yohanes Akwan, SH meminta keadilan sebab pabrik udang PT HMJ selama ini merupakan tumpuan ekonomi bagi nelayan dan pengepul yang tinggal di sekitar area Perusahaan yang letaknya di pinggir sungai Bintuni.

Selain itu, efek dari perbuatan pelaku telah menimbulkan trauma yang sangat mendalam bagi karyawan dan keluarganya yang sedang berada di mess ketika peristiwa tersebut terjadi.
Kuasa Hukum PT HMJ Akwan menjelaskan, bahwa Asrianto membakar PT Holi Mina Jaya yang dipicu oleh rasa kecewa, karena istrinya yang bekerja di Perusahaan tersebut akan dipindahtugaskan ke Timika.

Dilandasi rasa kecewa tersebut, Asrianto kemudian membakar pabrik udang yang berlokasi di Kampung Lama, Teluk Bintuni itu pada tanggal 30 Maret 2023, pada pukul 19.30 WIT lalu.

“Pelaku sebenarnya tidak spontan dalam membakar pabrik udang tersebut. Namun ia sudah merencanakan sebelumnya, karena dirinya kecewa, istrinya akan dipindah.

Padahal menurut istrinya, ia sendiri tidak berkeberatan akan dipindahtugaskan oleh perusahaan.
Karena PT HMJ sendiri telah membantu istrinya yang bekerja sendiri untuk menghidupi kehidupan anak-anaknya yang masih balita,” terang Kuasa Hukum PT HMJ Yohanes Akwan, SH, Selasa (24/10/2023) kepada wartawan di Bintuni.

Akwan mengungkapkan bahwa, efek dari perbuatan Asrianto telah menimbulkan trauma yang mendalam bagi karyawan dan keluarganya yang sedang berada di mess pabrik udang milik PT HMJ ketika peristiwa terjadi.

“Dimana ada sebanyak delapan orang karyawan yang hampir mati terpanggang beserta keluarganya di dalam mess akibat dari perbuatan Asrianto ini.

Bahkan ada anak yang berumur 11 dan 13 tahun yang hingga kini masih terbayang-bayang akibat perbuatan pelaku.

Namun yang menjadi pertanyaan?, kenapa jaksa hanya menuntut empat tahun kepada pelaku?. Ada apa?. Tentunya ini sangat-sangat aneh dan mencurigakan. Ini nyawa orang lho,” papar Akwan.

Akwan juga mengungkapkan bahwa selain percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Asrianto, dimana perbuatannya itu berdampak pada kelangsungan hidup nelayan lokal.

Sekarang sudah kejadian begini, siapa yang mau menampung udang-udang hasil tangkapan? Ingat lho, keadilan itu bukan sekadar apa yang dituangkan di dalam pasal di KUHP, tapi apa yang akan dirasakan oleh Masyarakat.

Seharusnya Jaksa memiliki rasa keadilan dalam menjalankan profesinya,” tegas Akwan.

Pengacara Sisar Matiti ini menegaskan, bahwa seharusnya Majelis Hakim pemeriksa perkara dapat menjatuhkan hukuman yang lebih berat dari tuntutan jaksa, jika dirasa putusan tersebut dapat memberikan rasa keadilan.

“Hakim boleh dan bisa untuk memutus lebih tinggi dari apa yang dituntut jaksa. Itu dinamakan ultra petita.
Dimana ini tidak melanggar KUHAP.

Asalkan apa yang divonis oleh hakim tidak melebihi ancaman hukuman maksimal dari pasal yang didakwakan. Oleh karenanya, kami meminta agar Hakim bisa memutus hukuman yang maksimal bagi pelaku. Karena perbuatannya telah merugikan masyarakat Bintuni secara luas, bahkan bisa dikategorikan sebagai tindakan teror.

Jangan orang-orang yang tidak salah yang dihukum, tapi yang jelas seperti ini malah dituntut ringan,” sebut Akwan. (ahm-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *