Empat Pelajar Bintuni dan Beberapa Menit yang Menentukan di Tiang Bendera

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 37

“Di Balik Pengibaran Merah Putih, Empat Pelajar Bintuni Belajar Tentang Kemerdekaan”

BINTUNI, inspirasipapua.id – Empat pelajar berdiri di tengah lapangan dengan tugas yang berbeda. Ada yang membawa baki, menarik tali, membentangkan kain, dan membawa bendera. Namun pagi itu mereka mengemban satu tanggung jawab yang sama: memastikan Sang Merah Putih berkibar pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mereka adalah Novenda Soway, siswi SMA Negeri 1 Bintuni; Miftakhul Asyraf Yasir, siswa SMA Negeri 1 Bintuni; Acomis Yeniko Tubes, siswa SMK Negeri 1 Bintuni; dan Abdul Muhammad Iribaram, siswa SMA Muhammadiyah Bintuni.

Keempatnya menjadi bagian dari upacara peringatan HUT ke-81 RI yang digelar Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di Lapangan Gelanggang Argosigemerai SP 5, Distrik Bintuni Timur, Senin, 17 Agustus 2026. Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy bertindak sebagai inspektur upacara.

Novenda mendapat tugas sebagai pembawa baki. Putri Fransiskus A. Soway dan Sovia Souripet itu membawa bendera yang akan dikibarkan. Di sampingnya, Miftakhul Asyraf Yasir bertugas sebagai pengerek bendera.

Acomis Yeniko Tubes menjadi pembentang, sementara Abdul Muhammad Iribaram dipercaya sebagai pembawa bendera. Mereka sebelumnya melewati proses seleksi dan pelatihan untuk memastikan tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

Di sinilah upacara kemerdekaan memiliki pelajaran yang lebih luas daripada sekadar seremoni. Paskibraka mengajarkan bahwa sebuah tugas besar tidak selalu dikerjakan seorang diri. Ada pembawa baki, pengerek, pembentang dan pembawa bendera yang harus bergerak dalam waktu dan irama yang sama.

Kesalahan kecil satu orang dapat memengaruhi seluruh rangkaian. Karena itu, latihan, ketepatan waktu, kedisiplinan dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi bagian penting dari pendidikan mereka.

Ketika Sang Merah Putih akhirnya mencapai puncak tiang, lapangan mendadak terasa hening. Peserta upacara memberikan penghormatan. Empat pelajar itu telah menyelesaikan tugasnya.

Bagi mereka, mungkin momen tersebut hanya berlangsung beberapa menit. Namun persiapannya berlangsung jauh lebih panjang. Ada latihan fisik, pembentukan sikap, penguasaan gerakan, kekompakan dan kesiapan mental sebelum akhirnya berdiri di hadapan ribuan mata.

Upacara tersebut juga memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga jalannya peringatan kemerdekaan. Perwira Upacara dipercayakan kepada AKP Ikram Syaban, Komandan Upacara Ipda Adrian Jovian, sedangkan Komandan Paskibraka adalah Ipda Jeremia Haengky Ondo Purba. Pembawa acara adalah Iptu Reynelda Tiurlan Simanjuntak.

Paduan Suara Via Dolorosa Bintuni yang berjumlah 45 orang di bawah pimpinan Yoan Beyete turut membangun suasana khidmat. Korps musik berasal dari Brigade Infanteri 26/Gurana Piarawaimo.

Upacara diikuti unsur TNI, Polri, ASN, pelajar dan tamu undangan. Hadir pula Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara, Pj. Sekretaris Daerah Ir. I.B. Putu Suratna, MM., Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Muhammad Ikbal, S.H., M.H., Dandim 1806/TB Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak, Danpos AL Letda Lutfi, Dansubdenpom Kapten CPM Rendi Harisman, S.H., Danyonif 763 Letkol Inf. Eko Novandi Saputro, mantan Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Dr. Petrus Kasihiw dan Matret Kokop, SH, para anggota DPRK, anggota DPRPB Erwin B. Nawawi, pimpinan OPD dan sejumlah tamu undangan.

Bagi Teluk Bintuni, upacara kemerdekaan menjadi pengingat bahwa nasionalisme tidak berhenti pada penghormatan kepada bendera. Nilai itu perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari: menjaga persatuan, menghargai perbedaan, bekerja dengan disiplin, bergotong royong dan ikut merawat lingkungan sosial.

Kemerdekaan juga memberi kesempatan kepada anak-anak muda untuk menentukan masa depannya. Karena itu, pendidikan menjadi salah satu cara paling penting untuk mengisi kemerdekaan. Pelajar yang belajar dengan sungguh-sungguh, berani bertanggung jawab dan mampu bekerja bersama orang lain sedang mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.

Dari lapangan Gelanggang Argosigemerai, pesan itu terlihat sederhana. Merah Putih berkibar karena banyak tangan bekerja dalam satu tujuan.

Dan mungkin itulah salah satu makna kemerdekaan yang paling mudah dipahami: bangsa ini tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh banyak orang yang bersedia menjalankan perannya dengan baik.

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Teluk Bintuni berlangsung tertib, aman dan khidmat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

**(Tim/red/MA/inspirasi Papua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *