Peranan Pemeriksaaan Laboratorium Dalam Penanganan Tuberkulosis

Bagikan berita ini

Visits: 66

Peranan Pemeriksaaan Laboratorium Dalam Penanganan Tuberkulosis

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Persatuan Ahli Tekonologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Cabang Teluk Bintuni mengadakan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-2 PATELKI pada tanggal 8-9 Juli 2023 di Aula Gereja Paroki St. Yohanes dan seminar ilmiah dengan mengundang pembicara dari IDI Teluk Bintuni dr. Wiendo Syahputra Yahya, Sp.P, FAPSR, FISR yang memberikan materi tentang “Peranan Pemeriksaan Laboratorium Dalam Penanganan Tuberkulosis” pada peserta Muscab.

“Seminar ilmiah dilaksanakan secara hybrid (online dan offline) yang diikuti oleh analis laboratorium yang bertugas di RSUD Teluk Bintuni dan Puskesmas di Teluk Bintuni. Sejak tahun 2021 Indonesia mengantikan Cina sebagai negara dengan insiden Tuberkulosis (TB) tertinggi ke-2 didunia.

Pada tahun 2021 Indonesia berkontribusi terhadap 9,2% terhadap kejadian TB secara global. Estimasi jumlah kasus TB di Indonesia tahun 2020 sebanyak 969.000 orang atau 1 orang di Indonesia terinfeksi TB setiap 33 detik,” ungkap Wakil Ketua IDI Cabang Teluk Bintuni dr. Wiendo Syahputra Yahya, Sp.P, FAPSR. FISR kepada media ini, Rabu (12/07/2023) di Bintuni.

Dokter spesialis Paru itu menjelaskan, data Global Tuberculosis Report 2022 menunjukan 443.235 pasien (45,7 %) yang baru ditemukan dan dilaporkan. Di Indonesia angka kematian akibat TB meningkat tajam selama 3 tahun terakhir dan setiap jam dilaporkan 16 orang di Indonesia meninggal dunia akibat TB.

“Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Bakteri M. Tb pada umumnya menyerang paru dan saluran napas dan bisa juga menginfeksi organ tubuh yang lain seperti otak, mata, tulang, kelenjar limfe, abdomen, ginjal dan organ tubuh yang lain.

Pemeriksaan laboratorium yang dikerjakan untuk mendiagnosis penyakit TB paru adalah pemeriksaan sputum (dahak) dengan pemeriksaan sputum Basil Tahan Asam (BTA) dan Tes Cepat Molekuler (TCM).

Pemeriksaan sputum BTA untuk mendeteksi kuman TB dengan menggunakan pewarnaan Ziehl Nellsen dan mengidentifikasi kuman TB dengan mikroskop.

Pemeriksaan sputum TCM untuk mendeteksi materi genetik molekuler kuman TB dengan metode pemeriksaan PCR,” papar dr. Wiendo.

Dokter ahli RSUD Bintuni itu juga menambahkan, pemeriksaan sputum BTA bisa dilakukan saat ini hampir di semua Puskesmas dikabupaten Teluk Bintuni dan RSUD Teluk Bintuni.

Pemeriksaan sputum TCM tersedia di dua fasilitas pelayanan kesehatan yaitu RSUD Teluk Bintuni dan puskesmas Bintuni.

“Pemeriksaan laboratorium berperan penting dalam penanganan Tuberkulosis untuk menunjang mutu pelayanan yang berkualitas terutama menegakan diagnosis TB dan memantau hasil pengobatan serta menentukan pasien TB dinyatakan sembuh atau gagal pengobatan,” pungkasnya. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *