ATLM Muda Babo Arfian Safitri Lulus Uji Mikroskopi Malaria

Arfian Safitri, ATLM Muda Babo Cetak Prestasi di Uji Mikroskopi Malaria. (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 113

Arfian Safitri: ATLM Muda Babo yang Mengasah Diri hingga Lulus Uji Kompetensi Mikroskopi Malaria

 

Di Dusun Kasira Babo Irarutu III, Teluk Bintuni, seorang anak muda perlahan menjadi harapan baru dalam peningkatan kualitas layanan laboratorium. Namanya Arfian Safitri, Amd.Kes, seorang ATLM muda yang memulai langkah profesionalnya dengan tekad sederhana: terus belajar agar bisa melayani masyarakat dengan lebih baik.

Lahir dan besar di daerah yang jauh dari pusat fasilitas kesehatan modern, Arfian membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Setelah menempuh pendidikan DIII Teknologi Laboratorium Medis di Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku, ia lulus pada 2021 dan langsung kembali ke kampung halamannya untuk mengabdi.

Keputusannya melamar ke Dinas Kesehatan Teluk Bintuni membuahkan hasil.

Ia diterima sebagai tenaga kontrak dan ditempatkan di Farfurwar—wilayah dengan kasus malaria yang cukup tinggi. Sejak itu, kesehariannya dipenuhi pemeriksaan mikroskopis malaria, penyusunan laporan bulanan, dan pengiriman slide untuk uji silang ke dinas. Di tempat inilah ia benar-benar ditempa menjadi ATLM yang teliti dan peka terhadap detail.

Saat Dinas Kesehatan Teluk Bintuni bersama International SOS membuka Uji Kompetensi Mikroskopi Malaria pada 13–15 November 2025, Arfian tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan biaya sendiri, ia mendaftar sebagai peserta, bersaing dan belajar bersama tenaga kesehatan dari berbagai instansi.

Tiga hari uji teori dan praktik ia jalani dengan penuh konsentrasi. Ia sadar, membaca slide malaria bukan soal pernah belajar, melainkan tentang ketelitian, konsistensi, dan standar kompetensi yang harus dipenuhi.

Usahanya terbayar. Pada akhir kegiatan, Arfian Safitri, Amd.Kes dinyatakan LULUS dan KOMPETEN sebagai pembaca mikroskopi malaria. Ia berhak memperoleh sertifikat resmi dari LSP-PLMP, sebuah pengakuan atas kemampuan profesionalnya.

Bagi Arfian, kelulusan ini bukan sekadar prestasi pribadi. Ia ingin menjadi contoh bagi ATLM lain, terutama yang bertugas di daerah endemis, bahwa pengembangan diri itu penting dan harus terus dilakukan. “Belajar itu bekal untuk melayani lebih baik,” begitu prinsip yang terus ia pegang.

Kisah Arfian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan lokal pun bisa bersinar. Dengan kemauan belajar dan keberanian mengambil peluang, mereka mampu menghadirkan perubahan nyata di daerah masing-masing. Semangat inilah yang diharapkan terus menyala untuk mendukung upaya eliminasi malaria di Indonesia.
(Penulis: Asep Setiabudi/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *