Mulanya K-Soo Café Hadir Di Kota Bintuni Karena Masih Jarang Penikmat Kopi

Bagikan berita ini

Views: 88

Mulanya K-Soo Café Hadir Di Kota Bintuni Karena Masih Jarang Penikmat Kopi

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Awalnya K-Soo Café hadir di Kota Bintuni karena waktu itu masih jarang penikmat kopi di kota itu.

“Di Bintuni memang ada Cafe untuk minum kopi tetapi orang hanya datang untuk sekedar minum kopi saja.

Tetapi untuk ingin cari tahu tentang rasa kopi, apa keunikan dari kopi seperti kopi Toraja ini keunikannya bagaimana. Karena rasa kopi dari setiap daerah itu berbeda-beda.

Misalnya dari Aceh memiliki karakteristik kopi yang mungkin asamnya rendah. Kalau di Papua yang saya tahu itu ada kopi Wamena atau kopi Baliem tetapi di K-Soo Café ini kita lebih menggunakan kopi Toraja,” ungkap Pembuat Kopi atau Barista K-Soo Cafe Bintuni Yulian Lukis, Minggu (22/01/2023).

Kepada media ini pada saat dirinya diwawancarai di K-Soo Café Bintuni di Kampung Lama Bintuni Kelurahan Bintuni Timur.

Ian sapaan akrab Barista K-Soo Café Bintuni itu juga menyebutkan bahwa jumlah karyawan yang bekerja di K-Soo Café Bintuni ini sebanyak 3 (tiga) orang itu cukup untuk melayani parang pelanggan yang datang ngopi sambil makan di K-Soo Café.

“Tetapi kami tidak pungkiri kalau malam minggu biasanya kami kewalahan juga melayani pelanggan. Mungkin ada pesanan kopi dan makanan dari pelanggan yang terlambat karena saking banyaknya pengunjung.

Bos kami pak Rifaldi Kwando namakan K-Soo Café Bintuni ini karena beliau terinspirasi nama-nama Korea.

Dan saya bekerja di K-Soo Café ini yaitu sejak Café ini berdiri pada tanggal 09 Oktober 2021 itu juga menuturkan bahwa prospek usaha Café di Bintuni cukup bagus.

Dimana makin banyak Café di Bintuni maka akan banyak barista-barista atau para pembuat kopi. Dan kita bisa main ke cafenya dan dia juga bisa main ke sini untuk saling bertukar pikiran.

Seperti pengalaman saya di Jakarta biasanya kita main ke kedai teman dan teman juga main ke kedai kita untuk saling sharing atau bertukar pikiran atau saling membangun bukan untuk saling bersaing.

Kendala yang kami biasa hadapi di sini yaitu café biasanya ramai itu tergantung cuaca. Kalau cuaca bagus maka café biasa ramai pelanggan yang datang atau singgah untuk minum kopi.

Tetapi kalau musim hujan café kadang kurang ramai. namun setiap hari ada yang datang duduk diskusi atau karaoke atau main internet gratis di sini.

Karena kita ada sediakan karaoke dan Wifi gratis di café ini. Selain itu mereka ada yang hanya datang duduk-duduk sambil minum kopi. Dan kami selaku barista di café ini dengan senang hati akan menjelaskan kepada pelanggan yang bertanya karena ingin tahu menu-menu kopi dan makanan apa saja yang ada di café ini.

Jadi selain pelanggan datang ngopi di sini dan bertanya-tanya kita dengan senang hati menjelaskan kepada mereka terkait yang mereka tanyakan,” papar Ian.

Selaku Barista K-Soo Café, Ian mengatakan bahwa dirinya berasal dari Sukabumi Jawa Barat. Di Jakarta dirinya bekerja sebagai barista.

“Kemudian saya datang ke Bintuni karena dihubungi teman bahwa ada yang butuh tenaga Barista lalu saya diperkenalkan kepada pak Rifaldi Kwando atau biasa orang Bintuni kenal pak Kepala Distrik Kuri selaku pemilik atau owner dari K-Soo Café ini.

Kemudian beliau meminta saya untuk datang ke Bintuni menjadi Barista di K-Soo Café. Saya orangnya senang mencari pengalaman kalau di Jakarta sudah jenuh maka saya cari pengalaman ke daerah lain.

K-Soo Café setiap hari dibuka pada pukul 16.00 Wit atau jam 4 sore. Dan kemudian tutup paling lambat pukul 02.00 Wit atau paling cepat pukul 24.00 Wit atau jam 12 malam dan itu tergantung cuaca atau pelanggan yang nongkrong atau minum kopi di café ini.

Biasanya K-Soo Café ini paling ramai dikunjungi pelanggan pada malam minggu dibandingkan hari-hari lainnya. Dan yang datang di cafe ini semua kalangan.

Selama tinggal di Bintuni saya merasa enjoy atau senang. Dimana saya berharap kepada pelanggan atau warga kota Bintuni yang berkunjung ke K-Soo Café.

Sangat kami harapkan ada masukan-masukan dari mereka kira-kira apa yang kurang menurut mereka di café ini maka kami bisa rubah dan apa yang perlu ditambahkan maka kami bisa tambahkan,” ujar barista itu.

Ian juga mengatakan bahwa kedepan owner K-Soo Café berencana akan mengembangkan Café ini di beberapa titik di Bintuni tinggal melihat keramainnya.

“Dan kami berharap K-Soo Café ini bisa berkembang dan mudah-mudahan masyarakat Bintuni dan mereka yang datang ke Bintuni bisa berkunjung atau singgah duduk-duduk sambil menikmati kopi ala K-Soo Café.

Di K-Soo Café ini direncanakan kedepan ada aquistiknya untuk menghibur pelanggan yang menikmati kopi atau menu-menu café ini.

K-Soo Café sudah berusia satu tahun lebih pada usianya yang ke satu tahun bagi pelanggan yang datang kami kasih discount atau potongan harga.

Soal menu pelanggan yang datang ke café ini kita biasanya tanya dulu seleranya apa atau pelanggan suka kopi yang bagaimana.

Jadi kita tidak langsung menawarkan kepada pelanggan satu menu karena takutnya apa yang mereka inginkan tidak sesuai. Sebab biasanya ada pelanggan yang hanya suka kopi susu maupun kopi original.

Kalau pelanggan suka kopi yang crimi-crimi ada cofee late dan lainnya kalau makanan berat ada nasi goreng, mie goreng, ikan cakalang serta ada ayam. Kalau makanan ringan ada snack-snack seperti kentang goreng, ubi dan pisang goreng.

Sedangkan minuman andalan K-Soo Café yaitu late original coffee. Kemudian makanan andalan K-Soo Café yaitu nasi goreng sebab makanan ini yang paling banyak dipesan oleh pelanggan setiap hari.

Kalau makanan lainnya ada juga yang pesan tetapi tidak sebanyak pemesan nasi goreng. Kami berharap semoga semakin banyak café-café kopi di Bintuni yang bermunculan agar makin banyak penikmat kopi di kota ini,” pungkasnya. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *