Puluhan Tahun Berjualan Asesoris Khas Papua, Yakomina Bangga Bisa Sekolahkan Anak Jadi Polisi

Ibu Yakomina nampak sedang menganyam tas noken dari benang ketika diwawancarai wartawan di tempatnya berjualan assesorees khas Papua di Babo tidak jauh dari lokasi Tugu Peradaban Islam, IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 33

Puluhan Tahun Berjualan Asesoris Khas Papua, Yakomina Bangga Bisa Sekolahkan Anak Jadi Polisi

Bintuni, InspirasiPapua.id- Pengusaha kerajinan tangan khas Papua asal kota Sorong, Yakomina Yantori merasa sangat bangga bisa sekolahkan anak menjadi polisi.

Dirinya sudah puluhan tahun mengadu nasib berjualan asesoris khas Papua seperti tas noken dari bahan kulit kayu dan benang,  mahkota,  gelang yang terbuat dari manik-manik,  akar bahar, tempat tisu, sisir bambu serta ada juga gelang dari besi putih.

Ibu Yakomina Yantori tiba di kota Babo dengan menumpang KMP Lema  dari Sorong dimana dirinya sengaja datang berjualan di kota Peradaban Islam Babo karena mendapatkan informasi bahwa Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI)  KH. Ma’ruf Amin akan datang melakukan kunjungan kerja di distrik Babo,  Kabupaten Teluk Bintuni.

“Saya dengar informasi dari masyarakat yang datang berbelanja ke tempat saya di Sorong, setelah itu saya cek kapan Wapres datang ke Babo lalu saya langsung datang ke Babo berjualan assesories khas Papua ini,” terang Yakomina.

Pengrajin asal kota Sorong itu juga membeberkan bahwa barang dagangannya ada yang dibuatnya sendiri dan ada juga yang dirinya beli dari pengrajin lain.

“Kalau noken saya buat sendiri, kalau tas kulit kayu saya dan teman-teman kita pesan dari Nabire, seperti tas kulit kayu,  akar bahar dan gelang besi putih kita pesan,” ujar Ibu yang memiliki lima anak, dan sembilan cucu-cucu itu.

Dari hasil berjualan tas dan noken Papua istri dari Elias Rumbewas itu berhasil mengantarkan anaknya menjadi seorang anggota Polisi sekarang bertugas di distrik Oksibil  Kabupaten Pegunungan Bintang. Sedangkan anak-anaknya yang lain mengikuti jejaknya menjadi pedagang pernak-pernik khas Papua.

Yakomina berharap pedagang pernak-pernik Papua seperti dirinya,  mendapatkan perhatian dari panitia juga pemerintah,  yaitu ketika ada kegiatan di sediakan tempat berdagang ataupun modal usaha,” ungkapnya di tempat dimana dirinya berdagang tepatnya dekat lokasi Tugu Peradapan Islam,  Babo. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *