Upaya Pencegahan Dan Penanganan Stunting Oleh Provinsi Dan Kabupaten Bintuni Di Kampung Atibo Turun Signifikan

Kadin Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan dan Kadin Kesehatan Bintuni Franky Mobilala ketika fose bersama dengan anak-anak di Kampung Atibo distrik Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni serta para kader dan petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas.IP-IST
Bagikan berita ini

Views: 48

             Upaya Pencegahan Dan Penanganan Stunting Oleh Provinsi Dan Kabupaten Bintuni Di Kampung Atibo Turun Signifikan

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Upaya pencegahan dan penangnan stunting oleh pemerintah provinsi Papua Barat dan kabupaten Teluk Bintuni mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan itu ditandai dengan 5 kasus anak stunting di kampung Atibo distrik Manimeri turun tingga 1 anak stunting.

Nampak Kadin Kesehatan PB Otto Parorongan menyerahkan bantuan dari Pj.Gubenur Papua Barat kepada anak-anak stunting yang ada di kampung Atibo disaksikan Kadin Kesehatan Teluk Bintuni.IP-IST

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan, SKM, M.Kes, Sabtu (27/05/2023) membenarkan hal tersebut ketika diwawancari media ini di Bintuni bahwa dirinya turun ke kabupaten Teluk Bintuni di samping untuk menyerahkan logistik kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni.

Maka pihaknya juga melakukan evaluasi kepada 5 anak stunting di kampung Atibo distrik Manimeri sebagai tindak lanjut kunjungan kerja dan Safari Ramadhan Pj.Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw pada tanggal 19 April 2023 bulan lalu di Bintuni dimana Bapak Gubernur menjadikan kampung Atibo di Papua Barat sebagai tempat pelaksanaan komitmen bersama provinsi dalam percepatan penurunan stunting yang ditandai dengan penandatangan komitmen bersama.

Kadin Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan dan Kadin Kesehatan Bintuni Franky Mobilala saat berfose denmgan salah satu anak asuh Pj. Gubernur PB.IP-IST

“Dimana pada kunjungan tersebut Pj.Gubernur mengangkat anak asuh sebanyak 5 orang anak stunting yaitu anak-anak yang mengalami ketidak beruntungan.

Maka saya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat selaku instansi teknis melakukan evaluasi terhadap penanganan yang dilakukan oleh kader dan tenaga kesehatan di lapangan apakah ada kemajuan.

Dimana kita bersyukur bahwa dari 5 anak stunting yang diasuh oleh Bapak Gubernur di kampung Atibo yaitu ada 4 orang anak dikategorikan anak-anak yang sudah bertumbuh secara normal dan sudah tidak stunting lagi serta masih ada 1 orang anak stunting.

Nampak Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Bintuni Kristina Inanosa, SKM ketika memberikan penyuluhan kepada para orang tua menyangkt poka asuh anak yang ada di kampung Atibo.IP-IST

Dimana kelima anak-anak ini mengalami perbaikan asupan qizi serta mengalami perubahan yang cepat yang signifikan.

Ketika melihat anak-anak di kampung Atibo saya berpesan kepada para kader agar memberikan perhatian khusus pemberian asupan qizi kepada anak-anak tersebut sehingga bulan depan atau 2 bulan ke depan anak-anak tersebut sudah bisa kembali normal seperti anak-anak yang lain,” ungkap Otto Parorongan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi itu juga mengatakan, semuanya sangat bersyukur karena penanganan stunting di kampung itu sudah normal dan anak-anak di kampung itu sudah bertumbuh secara normal kembali.

“Dimana kita berharap di daerah-daerah lain di kabupaten Teluk Bintuni ini para kader dan tenaga kesehatan juga melakukan tindakan yang sama bergerak cepat untuk melakukan penanganan-penanganan stunting di wilayahnya masing-masing.

Orang tua anak serta kepala kampung Atibo ketika mendengarkan arahan dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kristina Inanosa tentang pola asuh anak dan lainnya di Balai Kampung Atibo.IP-IST

Pada kesempatan ini kita berterima kasih kepada para kader yang sudah bekerja dengan sukarela dan merupakan garda terdepan dalam penangan stunting.

Pada saat saya turun ke kampung Atibo untuk menyerahkan bantuan dari gubernur kepada anak-anak asuhnya. Dimana saya serahkan bantuan Gubernur tersebut melalui Kepala Dinas Kesehatan.

Lalu bantuan dari gubernur itu diberikan kepada para kader dan nanti mereka yang olah serta memasak makanan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan asupan qizi anak-anak yang ada di kampung Atibo,” terang Otto Parorongan.

Otto Parorongan juga menambahkan bahwa apabila semua pihak serius melakukan penangan stunting seperti di kampung Atibo maka dirinya sangat yakin stunting akan cepat dapat diatasi.

“Dan mudah-mudahan di kabupaten lain di Papua Barat juga bisa menurunkan stunting karena bulan April pak Gubernur turun ke kabupaten dan kota di Papua Barat untuk melakukan rapat koordinasi dengan semua Bupati dan Wakil Bupati serta pemerintah setempat untuk melakukan percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim.

Dimana dua hal tersebut  yang menjadi pokok bahasan Gubernur ketika melakukan Safari Ramadhan dan melakukan kunjungan kerja ke kabupaten/kota yang ada di Papua Barat termasuk kabupaten Teluk Bintuni,” papar Parorongan.

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Teluk Bintuni Kristina Inanosa, SKM, Jumat (26/05/2023) sebelumnya kepada wartawan di Bintuni menyampaikan progres penanganan stunting di kampung Atibo distrik Manimeri.

“Dimana selama ini sudah berjalan cukup baik lewat Dinas Kesehatan melalui Puskesmas bekerja sama dengan kepala kampung para kader dan masyarakat Atibo dalam memberikan pelayanan kesehatan terlebih khusus kesehatan ibu dan anak serta perbaikan gizi yang sudah dilakukan dan dimulai pelayanan kesehatan ibu.

Yaitu semua ibu hamil yang ada di kampung Atibo itu dilakukan pelayanan sesuai standar dimana hak ibu sudah terpenuhi. Dimana ibu hamil selama kehamilan dapat pelayanan dan juga mendapatkan tambahan darah.

Selanjutnya ibu hamil yang mengalami anemia maka akan mendapatkan makanan tambahan. Sedangkan anak-anak yang masih Balita setiap bulan datang ke Posyandu untuk mendapatkan vitamin A setiap 6 bulan sekiali, serta program pengobatan cacing pada anak yang sudah berjalan dengan baik.

Dan juga dilakukan sosialisasi perubahan prilaku yang menjadi persoalan di kampung Atibo serta pola asuh orang tua juga menjadi kendala. Namun setelah ada penanangan dari provinsi dan kabupaten  maka pelayanan kesehatan secara keseluruhan di kampung Atibo sudah berjalan dengan baik.

Dari data yang ada dari tahun 2022 ada 5 orang anak mengalami stunting yang disampaikan kepada  Pj.Gubernur pada saat berkunjung ke kampung Atibo.

Dan setelah satu bulan dilakukan penangan secara intensif kasusnya menurun tinggal 1 orang anak yang masih mengalami stunting.

Kemudian pada bulan Mei 2023 muncul 2 kasus setelah dilakukan penimbangan. Namun kalau dilihat secara keseluruhan angka stunting di kampung Atibo mengalami penurunan secara signifikan,” ujarnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat itu juga membenarkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat  melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Teluk Bintuni disamping penyerahan logistik untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni juga untuk mengunjungi kampung Atibo yang telah ditetapkan sebagai daerah komitmen bersama penanganan stunting di Papua Barat.

“Dan juga sebagai tindak lanjut dari kunjungan Pj Gubernur di kabupaten Teluk Bintuni pada bulan April 2023 lalu dalam rangka percepatan penanganan stunting di Papua Barat termasuk kabupaten Teluk Bintuni.

“Dimana setelah 1 bulan membuat komitmen bersama untuk penangan stunting di kampung Atibo Kabupaten Teluk Bintuni sudah ada tindak lanjut.

Terkait hal itu kami menyampaikan terima kasih kepada permerintah provinsi Papua Barat serta kabupaten Teluk Bintun yang terus memberikan perhatian dalam upaya pencegahan dan penangan stunting di daerah kabupaten Teluk Bintuni,” pungkas Kristina. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *