Pesparani di Bintuni, Yohanes Tegaskan Keberagaman adalah Kekuatan

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 1

Yohanes Manibuy: Pesparani Adalah Perayaan Persaudaraan Papua Barat

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Bagi Bupati Teluk Bintuni, Yohanes Manibuy, menjadi tuan rumah Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat bukan sekadar sebuah kehormatan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi kesempatan memperlihatkan wajah Papua Barat yang menjunjung tinggi toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Saat membuka sambutannya pada seremoni pembukaan di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni, Selasa (7/7/2026) malam, Yohanes menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen, tamu undangan, dan peserta yang datang dari berbagai kabupaten di Papua Barat.

“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Teluk Bintuni, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen dan tamu undangan. Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan kehormatan besar bagi kami,” ujar Yohanes.

Menurutnya, Pesparani bukan hanya pesta iman umat Katolik, tetapi juga pesta persaudaraan masyarakat Papua Barat. Nilai-nilai toleransi yang tumbuh di Teluk Bintuni, kata dia, menjadi bukti bahwa perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk saling mendukung.

“Ketika umat Katolik menggelar pesta iman, saudara-saudara Muslim ikut menyambut dengan sukacita. Inilah wajah Teluk Bintuni yang sesungguhnya, di mana keberagaman menjadi kekuatan untuk saling menguatkan,” tuturnya.

Yohanes berharap semangat kebersamaan yang lahir melalui Pesparani dapat terus dipelihara sebagai fondasi membangun Papua Barat yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pesparani Katolik IV Papua Barat yang juga Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menjelaskan bahwa Pesparani tidak hanya berorientasi pada perlombaan. Kegiatan ini merupakan sarana pembinaan iman, pengembangan seni liturgi, pelestarian budaya lokal, sekaligus mempererat persaudaraan antarumat Katolik di Papua Barat.

“Pesparani bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pembentukan karakter dan jati diri umat agar tetap berpegang pada nilai-nilai iman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Joko.

Ia mengatakan, Pesparani Katolik IV diikuti enam kontingen kabupaten, yakni Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, Manokwari, Teluk Wondama, dan Manokwari Selatan, dengan total 817 peserta yang terdiri dari 668 peserta lomba serta 149 official dan pendamping.

Para peserta akan mengikuti empat cabang utama perlombaan, yaitu paduan suara, mazmur, cerdas cermat rohani, dan bertutur Kitab Suci yang terbagi dalam 13 kategori.

Selain menjadi ajang pembinaan, kegiatan ini juga menjadi seleksi untuk menentukan wakil Papua Barat pada Pesparani tingkat nasional.

Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat akan berlangsung hingga 10 Juli 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni, dengan harapan meninggalkan warisan yang lebih besar dari sekadar prestasi, yakni semakin kuatnya persaudaraan, toleransi, dan semangat hidup bersama di Tanah Papua Barat.

***(Tim/red/MA/inspirasipapua)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *