Views: 11
Henry Kapuangan: Soft Skill Menentukan Masa Depan Mahasiswa ITB
BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, mengingatkan mahasiswa baru Institut Transformasi Bintuni (ITB) bahwa persaingan dunia kerja tidak lagi hanya ditentukan oleh nilai akademik.
Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, hingga beradaptasi dengan perubahan justru menjadi modal yang semakin dibutuhkan.
Pesan itu ia sampaikan saat memberikan pembekalan kepada ratusan peserta Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITB Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Kampus ITB, Kampung Lama, Distrik Bintuni, Kamis (23/7/2026).
Menurut Henry, kecerdasan intelektual memang penting sebagai pintu masuk menuju kesuksesan. Namun, kemampuan mengelola emosi, membangun relasi, dan bekerja dalam lingkungan yang beragam merupakan faktor yang menentukan keberhasilan seseorang dalam jangka panjang.
«”Kecerdasan intelektual memang membuka pintu kesuksesan, tetapi kecerdasan emosional dan kemampuan sosial yang akan membuat pintu itu tetap terbuka,” ujarnya.»
Ia menjelaskan, mahasiswa perlu membangun soft skill sejak awal perkuliahan. Kemampuan berkomunikasi secara persuasif akan membantu menyampaikan gagasan dan inovasi, sementara kemampuan berpikir kritis dibutuhkan untuk membaca persoalan dan menemukan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat maupun dunia industri.
Selain itu, Henry menilai kemampuan bekerja dalam tim dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital kini menjadi syarat yang tidak bisa ditawar. Dunia kerja, katanya, membutuhkan lulusan yang mampu berkolaborasi lintas disiplin dan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan.
“Mahasiswa juga harus mampu berkolaborasi dalam tim yang beragam serta tidak boleh tertinggal dalam penguasaan teknologi digital. Ini adalah kunci untuk menghadapi tantangan globalisasi,” katanya.
Menurut Henry, pengembangan soft skill tidak hanya diperoleh di ruang kuliah. Organisasi kemahasiswaan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, diskusi ilmiah, hingga membangun jejaring dengan dosen dan praktisi merupakan ruang belajar yang sama pentingnya dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
Ia berharap mahasiswa ITB memanfaatkan masa kuliah sebagai proses membangun kompetensi yang utuh, tidak hanya mengejar indeks prestasi, tetapi juga membentuk integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi.
Bagi Henry, lulusan yang dibutuhkan Teluk Bintuni pada masa depan bukan hanya mereka yang menguasai teori, melainkan generasi yang mampu bekerja sama, berinovasi, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan daerah.
“Mulailah melangkah dan bertransformasi sejak hari ini. Masa depan Teluk Bintuni ada di tangan generasi muda yang memiliki dedikasi, integritas, dan semangat untuk membangun daerah,” pungkasnya.
***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***













