200 Sapi Bali dari Merauke Siap Penuhi Kebutuhan Protein Papua Tengah

Pejabat dari dua provinsi bertetangga, Papua Selatan dan Papua Tengah, duduk bersama dalam satu meja. Sebanyak 200 ekor sapi Bali siap dikirim dari Merauke ke Mimika, Papua Tengah, demi mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan antardaerah. (Ft:ist/Tim Redaksi KADATE/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 33

Dari Padang Merauke untuk Papua Tengah: 200 Sapi Bali Siap Penuhi Kebutuhan Protein

 

MERAUKE — Rabu, 29 Juli 2025. Di ujung timur Indonesia, di hamparan padang rumput luas Merauke yang subur, ratusan sapi bali tampak merumput tenang. Namun, dalam waktu dekat, sebagian dari mereka akan menempuh perjalanan jauh menuju pegunungan Papua Tengah — membawa harapan besar untuk pemenuhan gizi masyarakat di sana.

Pada Rabu, 24 Juli 2025, suasana ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke terasa berbeda. Pejabat dari dua provinsi bertetangga, Papua Selatan dan Papua Tengah, duduk bersama dalam satu meja, menyatukan komitmen dalam hal yang sangat mendasar: pangan bergizi untuk masyarakat.

Hasil dari pertemuan itu bukan sekadar angka — 200 ekor sapi bali. Lebih dari itu, ini adalah tentang kolaborasi, saling percaya, dan sebuah harapan yang mengalir dari selatan ke tengah Papua.

“Kami menyambut baik permintaan ini. Karantina Papua Selatan siap mendukung penuh, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga pengujian laboratorium,” ujar drh. Cahyono, M.H, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan. Ia berbicara tenang, namun penuh keyakinan bahwa tugas menjaga kesehatan ternak bukanlah pekerjaan ringan — apalagi ketika menyangkut nyawa manusia lewat asupan protein.

Merauke memang sudah lama dikenal sebagai sentra peternakan sapi di Papua. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya, A.Pi, M.Sc, menyebutkan bahwa populasi sapi di wilayahnya saat ini mencapai 43.000 ekor. “Kami siap menjadi lokasi penyedia, dan menjamin semua sapi yang dikirim sesuai spesifikasi dan aman dalam pengangkutannya,” jelasnya.

Sapi-sapi itu nantinya akan dikirim ke Kabupaten Mimika, salah satu wilayah di Provinsi Papua Tengah. Ini bukan pertama kalinya. Pada tahun 2022, pengiriman serupa sudah dilakukan, dan tahun ini menjadi momen kedua — bukti hubungan kerja sama yang terus berkembang.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, menegaskan bahwa ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi: sapi harus sehat, proporsional, dan berasal dari wilayah bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Semua itu harus dibuktikan secara ilmiah melalui uji laboratorium. “Kami tidak main-main, karena sapi-sapi ini akan menjadi sumber protein bagi banyak keluarga,” ujarnya.

Di Papua Tengah, kebutuhan protein hewani masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah-daerah pedalaman. Oleh karena itu, program ini dimasukkan ke dalam prioritas sektor peternakan, pertanian, dan perikanan.

“Kami berharap sapi-sapi dari Merauke ini bisa berkembang baik di tanah kami, dan kelak bisa menjadi tulang punggung pangan hewani bagi masyarakat,” kata seorang perwakilan dinas dari Papua Tengah.

Dari balik angka dan pernyataan formal itu, sesungguhnya ada kisah kemanusiaan yang lebih besar. Ini bukan hanya soal perdagangan antarwilayah. Ini adalah soal kepercayaan, sinergi, dan kepedulian antardaerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya.

Saat senja menyapa padang Merauke dan sapi-sapi itu kembali ke kandang, tak seorang pun dari mereka tahu bahwa tak lama lagi, sebagian dari mereka akan menjalani perjalanan jauh — perjalanan yang kelak mengubah kehidupan banyak orang.

Karena di Papua, seperti di tempat lain, sapi bukan hanya ternak. Ia adalah sumber harapan, gizi, dan masa depan.

(Tim Redaksi Kadate/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *