Kolaborasi Dorong UMKM Merauke Go Global

Suasana sosialisasi Bea Cukai–Karantina di Merauke, saat pelaku UMKM belajar membuka peluang ekspor ke pasar global. (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 50

Bea Cukai & Karantina Dorong UMKM Papua Selatan Berani Ekspor : Potensi Besar Merauke Siap Tembus Pasar Dunia

 

MERAUKE, PAPUA SELATAN — KPPBC TMP C Merauke menggelar kegiatan Pengenalan Program Bea dan Cukai Mendukung UMKM Berani Ekspor pada Selasa (2/12/2025), sebagai upaya memperkuat kapasitas para pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar internasional. Kegiatan yang berlangsung di kantor KPPBC Merauke ini diikuti para pelaku UMKM, instansi teknis, serta perwakilan pemerintah daerah.

Dalam pemaparannya, Bea Cukai menjelaskan secara rinci tahapan ekspor, mulai dari pengelolaan alat angkut, proses pengepakan, pemuatan barang, hingga tata kelola transportasi komoditas dalam skala kecil maupun besar. Para peserta juga dibekali pemahaman mengenai Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas legal yang wajib dimiliki sebelum memasuki pasar global.

Karantina Tekankan Standar Kesehatan dan Mutu Komoditas

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan, Ferdi, S.P., M.Si., menegaskan bahwa Karantina memegang peran strategis dalam menjamin mutu serta keamanan komoditas yang akan diekspor maupun diimpor.

Ferdi menyoroti potensi ekspor Merauke yang begitu besar dan beragam. Mulai dari komoditas laut seperti ikan, gelembung renang, udang, dan kepiting, hingga komoditas darat seperti daging rusa, bakso, beras, gambir, kopra, biji gebang, dan gaharu—kebanyakan selama ini baru terkirim antarpulau, belum menembus pasar internasional.

“Komoditas Merauke sebenarnya sudah memenuhi standar ekspor. Tantangannya adalah standarisasi gudang dan tempat pengolahan yang harus sesuai ketentuan Karantina Papua Selatan. Kami siap mendampingi, termasuk memastikan semua persyaratan negara tujuan dipenuhi,” ujar Ferdi.

Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan dokumen seperti phytosanitary certificate untuk tumbuhan serta health certificate untuk ikan dan hewan. Sertifikasi ini memastikan komoditas bebas hama penyakit dan sesuai standar negara tujuan.

“Saya berharap pelaku UMKM semakin aktif menggali peluang ekspor dan terus berkolaborasi dengan instansi teknis. Ekspor bukan hanya membuka pasar baru, tetapi juga menjadi sumber devisa bagi negara,” tegasnya.

Perlu Kolaborasi untuk Perkuat Sarana Ekspor

Diskusi berlangsung interaktif dan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Merauke, PERINDAGKOP, Dinas Perikanan Kabupaten Merauke, serta Karantina Papua Selatan. Salah satu masukan yang mengemuka adalah perlunya peningkatan fasilitas pendukung ekspor.

Dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Papua Selatan, peserta menilai bahwa dukungan infrastruktur dan kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar komoditas unggulan daerah bisa bersaing di pasar global.

Mendorong Komoditas Papua Selatan Naik Kelas

Melalui forum ini, Bea Cukai, Karantina, dan pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi, pendampingan, dan percepatan layanan. Sinergi ini diharapkan mampu mengatasi hambatan-hambatan teknis maupun administratif yang sering dihadapi pelaku usaha ketika memasuki rantai perdagangan internasional.

Harapannya, langkah kolaboratif ini menjadi gerbang bagi komoditas unggulan Papua Selatan untuk “naik kelas”, menembus pasar ekspor, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Lebih jauh, peningkatan aktivitas ekspor diharapkan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat dan membuka lebih banyak peluang usaha.

(MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *