Rayakan HUT ke-75, IDI Teluk Bintuni Gelar Khitanan Massal: Sehat, Berkah, dan Penuh Kepedulian

Anak-anak peserta khitanan massal antusias menunggu giliran di Masjid Agung Akbar Al Muttaqin. Ketua IDI Teluk Bintuni dr. Wiendo Syahputra bersama pengurus takmir dan tenaga medis berfoto bersama usai pembukaan kegiatan HUT ke-75 IDI, simbol sinergi dan kepedulian. (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 81

Khitanan Massal Warnai HUT ke-75 IDI di Teluk Bintuni: Sinergi Dokter, Perawat, dan Takmir Mesjid Jalankan Syariat dan Kepedulian Sosial

 

BINTUNI, PAPUA BARAT — Suasana haru dan bahagia menyelimuti halaman Mesjid Agung Akbar Al Muttaqin Teluk Bintuni, Sabtu (8/11/2025). Sejak pagi, puluhan anak berpakaian koko putih ditemani orang tua mereka menunggu giliran untuk dikhitan dalam kegiatan Khitanan Massal yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Teluk Bintuni dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IDI ke-75 tahun 2025.

Kegiatan sosial ini dibuka secara resmi oleh Ketua Takmir Mesjid Agung Akbar Al Muttaqin, Dr. Drs. Haris Tahir Kaitam, M.Si, dan dihadiri oleh Ketua IDI Cabang Teluk Bintuni dr. Wiendo Syahputra, Sp.P, MMRS, FAPSR, FISR, jajaran dokter spesialis, dokter umum, anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Teluk Bintuni, serta para ustadz dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, dr. Wiendo Syahputra menyampaikan bahwa khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bakti sosial IDI dalam memperingati HUT ke-75 tahun ini. Sebelumnya, IDI Teluk Bintuni telah melaksanakan penyuluhan kesehatan di Puskesmas dan RSUD Teluk Bintuni, serta kegiatan donor darah yang diikuti oleh puluhan tenaga kesehatan.

“Khitan bukan hanya bagian dari ajaran agama, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Di antaranya menjaga kebersihan alat vital, mencegah infeksi saluran kemih, dan mengurangi risiko penyakit menular seksual,” jelas dr. Wiendo.

Sementara itu, Dr. Haris Tahir Kaitam dalam arahannya menegaskan bahwa khitan adalah kewajiban bagi setiap anak laki-laki muslim. Ia mengapresiasi langkah IDI dan PPNI Teluk Bintuni yang telah menggabungkan nilai-nilai kesehatan dan keagamaan dalam satu kegiatan yang penuh manfaat.

“Kami sangat berterima kasih kepada IDI dan PPNI Teluk Bintuni. Melalui khitanan massal ini, para dokter dan perawat tidak hanya menolong masyarakat secara medis, tetapi juga membantu menjalankan salah satu syariat Islam,” ujar Haris Tahir.

Sebanyak 20 anak berusia antara 6 hingga 12 tahun dari berbagai kampung di Distrik Bintuni mengikuti kegiatan tersebut. Para dokter spesialis bedah, dokter umum, dan perawat bekerja sama memastikan seluruh proses berjalan aman dan nyaman.

Setiap anak yang telah dikhitan mendapatkan antibiotik, parasetamol, dan celana khitan, serta surat rujukan untuk kontrol lanjutan di Puskesmas terdekat.

Kegiatan khitanan massal ini berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Anak-anak yang semula tampak tegang berangsur tersenyum lega setelah mendapat semangat dan perhatian dari para tenaga medis serta panitia.

Dengan kegiatan ini, IDI Teluk Bintuni tidak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga meneguhkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat — menebar manfaat, memperkuat silaturahmi, dan menanamkan nilai kemanusiaan melalui pelayanan kesehatan.

(M. Ahmad/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *