Pasca Banjir, Bupati Bintuni Kunjungi Korban Dan Lokasi Banjir Di Distrik Tembuni

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw dari dekat melihat kali Wasian di kampung Aerosum distrik Tembuni. IP-IST
Bagikan berita ini

Views: 17

BINTUNI, InspirasiPapua.idBupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT, Kamis (21/07/2022) sekitar pukul 08.00 Wit pagi didampingi Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Teluk Bintuni Benoni Tiri, SH, Kepala Dinas Sosial drg. Ferdinand Mangalik, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Charles Genuni, Kepala Satpol PP Irai Suhartika, Sekretaris Dinas Kesehatan Marinus Aronggear, AMK, Kabag Perekonomian Nico Leftungun serta Kabag Humas dan Protokoler Dominggus Pattykawa dan tim serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Teluk Bintuni Priska Pricilia Kasihiw beserta pengurus mengunjungi Lima kampung di distrik Tembuni yang terkena dampak banjir yaitu kampung Bangun Harjo, Bangun Mulya, Mogoi, Tesur serta kampung Aerosum.
Bupati Petus Kasihiw saat lakukan pertemuan dengan warga korban banjir di Balai Kampung Bangun Mulya yang diikuti warga Bangun Harjo, Bangun Mulya, Tesur dan Aerosum distrik Tembuni. IP-IST
Bupati Teluk Bintuni tiba di distrik Tembuni sekitar pukul 10.00 lewat dan yang pertama dikunjungi Bupati adalah kampung Tesur dengan membawa bantuan makanan yang siap makan berupa nasi kotak.
Bantuan tersebut diterima kepala kampung Tesur Seprianus Tomu dan Sekretaris Distrik Tembuni Mesak Ibori. Selanjutnya Bupati dan Sekretaris Distrik Tembuni  melanjutkan perjalanan menuju kampung bangun Mulyo dan Bangun Harjo untuk melakukan pertemuan dengan warga masyarakat terkena dampak banjir di Balai Kampung Bangun Mulyo.
Bupati  Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT didampingi Sekretaris Distrik Tembuni Mesak Ibori dan Kepala Kampung Bangun Harjo Askiamin dihadapan warga kampung Bangun Harjo dan Bangun Mulya serta beberapa warga dari kampung Tesur dan Mogoi serta Aerosum mengatakan bahwa dirinya lahir dan besar di Bintuni dimana daerah Tembuni yaitu Mogoi tidak pernah terendam banjir seperti sekarang dan meski ada banjir tidak sebesar sekarang.
Warga masyarakat Bangun Mulya dan Bangun Harjo, Tesur dan Aerosum saat pertemuan dengan Bupati Teluk Bintuni bertempat di Balai kampung Bangun Mulya. IP-IST
“Penyebab banjir karena curah hujan yang tinggi yang terjadi di kepala air. Dan sesuai informasi dari BMKG Papua Barat bahwa curah hujan tinggi itu terjadi di daerah Moskona dan Wamesa.
Jadi banjir yang terjadi ini akibat curah hujan yang tinggi di kepala air di Moskona Timur, Moskona Utara, Merdey dan Horna Dataran Beimes. Ini terjadi karena ada sejumlah hutan kita yang sudah dibabat habis pada zaman logging atau perusahaan kayu.
Ini adalah musibah yang sudah terjadi berkepanjangan karena ada sebab akibatnya. Intinya sekarang kita harus mawas diri. Yaitu masing-masing keluarga harus mulai waspada dimana saat terjadi hujan apa yang harus dilakukan.
Saya harap setiap kepala keluarga, para pemuda di kampung harus waspada. Mari kita maknai ini sebagai perubahan yaitu ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Terkait hal ini maka pertama jangan kita lupa berdoa kepada Tuhan karena tidak pernah terbayangkan apa yang terjadi bahkan kematian pun kita tidak pernah bayangkan.
Bupati Petrus Kasihiw saat kunjungi Puskesmas Distrik Tembuni. TP-IST
Saya minta kepada warga masyarakat kampung yang dilanda banjir ketika hujan deras terjadi agar saling mengingatkan untuk waspada adanya banjir. Kampung kita ini berada di dataran yang dikelilingi beberapa sungai terutama sungai Wasian.
Sehingga kita tidak bisa pindah kemana lagi dan sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita mencari jalan menanggulangi bencana tersebut dengan mengurangi dampak banjir,” ungkap Bupati Kasihiw.
“Pemda Bintuni Keluarkan Surat bahwa Bintuni, Tembuni dan Meyado Daerah Rawan Banjir”
Pemerintah, kata Petrus Kasihiw akan menanggulangi bencana yang terjadi dengan melakukan survey. “Dan saya hari ini akan meneken surat bahwa Bintuni, distrik Tembuni dan Meyado adalah daerah rawan bencana banjir.
Dan selama 14 hari kedepan kita akan pantau terus dengan surat Bupati Teluk Bintuni tentang darurat bencana banjir 14 hari kedepan dan surat tersebut kita akan kirimkan kepada Badan Bencana Nasional, Gubernur Papua Barat.
Nanti kita lihat setelah 14 hari kalau tidak ada lagi banjir kita cabut suratnya. Dan kalau masih banjir kita akan perpanjang suratnya. Supaya  persoalan bencana yang terjadi di Teluk Bintuni bukan hanya orang Bintuni atau Pemda Teluk Bintuni yang berupaya menanggulangi bencana banjir tersebut.
Bupati Petrus Kasihiw dan rombongan saat mengunjungi warga korban banjir di kampung Tusur dengan memberikan bantuan bahan makanan berupa nasi kotak. IP-IST
Tetapi juga dukungan akan datang dari mana-mana  baik dari provinsi maupun dari pusat,” ujar Bupati Bintuni.
Bupati juga mengatakan bahwa dirinya sudah mendengar apa saja masukan dari warga yang menjadi kebutuhan penting mereka seperti perahu karet dan perahu fiber. “Karena kita tidak punya stock maka saya sudah perintahkan kepada Kepala BPBD untuk mencari apabila masih ada stock-stock perahu karet atau peber yang tersisa itu bisa dimanfaakan,” papar Bupati.
Pada kesempatan itu Bupati mengingatkan apabila terjadi banjir lagi agar  warga mengungsi dengan mencari daerah yang aman. Dan pemerintah tetap akan memberikan bantuan dan akan berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
Bupati Petrus Kasihiw dalam pertemuan itu meminta kepada Kepala BPBD untuk menginventarisir kebutuhan warga yang terkena dampak banjir itu apa saja?. “Dan kalau kita bisa bantu kita akan bantu intinya pemerintah akan memberikan perhatian sepanjang status bencana itu sifatnya darurat pasti kita bantu.
Dan saya hari ini dengan para kepala dinas terkait datang ke sini karena meras prihatin apa yang menimpa warga dan untuk memastikan kekurangan-kekurangan yang dialami warga yang sifatnya tanggap darurat cepat.
Kemudian ada juga program jangka panjang yaitu kita akan mencari penyebab banjir ini apa?. Baru kita cari cara
Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw saat kunjungi kampung Aerosum distrik Tembuni. IP-IST
. Yaitu apakah kita talud sungai disini dengan beronjong atau kita menanami pohon pelindung di tempat rawan banjir untuk mengurangi dampak terjadinya banjir.
Bisa juga kita gali parit-parit yang sudah tersumbat agar ketika ada banjir air sudah tidak tertampung tetapi cepat keluar serta jalan-jalan kita tinggikan lagi. Dan saya berharap masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk menanggulangi banjir di kampung atau distrik ini,” tutur Bupati.
Dalam pertemuan itu Bupati juga minta masukan dari warga masyarakat. Adapun masukan atau keluhan dari masyarakat korban bencana banjir yang disampaikan oleh kepala kampung Bangun Harjo Askiamin yaitu pertama setiap KK agar dibantu rumah-rumah panggung ukuran 3 x 3 atau 4 x 3 panggung agar terhindar dari banjir karena banjir terjadi setiap tahun.
“Kemudian  warga juga minta dibantu perahu fiber beserta mesin agar cepat mengevakuasi warga ketika terjadi banjir, warga minta dibantu BBM untuk listrik karena keadaan kampung akibat banjir lumpuh sudah seminggu tidak ada aktifitas di ladang atau kebun maupun di sawah, warga juga minta dibantu bahan makanan atau sembako karena masyarakat sudah tidak bisa bertani atau berladang.
Selanjutnya Pustu direhab kembali atau ditinggikan agar banjir tidak masuk dan masyarakat bisa tetap terlayani ketika mau berobat, dari pihak Puskemas meminta tambah rumah dinas perawat di Pustu maupun Puskesmas. Soal obat saat banjir rusak namun sudah diganti dengan obat baru bantuan stock dari dinas kesehatan provinsi dan kabupaten.
Nampak Bupati Bintuni lihat lokasi banjir di kampung Aerosum distrik Tembuni. IP-IST
Usai mendengarkan keluhan korban banjir Bupati pun langsung menjawab bahwa pihaknya akan melakukan pertemuan dengan OPD terkait untuk menjawab keluhan warga.
Sebelum bertolak ke kampung lainnya Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Teluk Bintuni Ny. Priska Pricilia Kasihiw beserta pengurus yang juga hadir dalam pertemuan itu memberikan bantuan kepada korban banjir yang diterima Kepala Kampung Bangun Harjo Askiamin.
Setelah lakukan pertemuan dengan warga kampung Bangun Mulya dan Bangun Harjo. Bupati juga mengunjungi kampung Mogoi dan Tusur serta Aerosum. Dimana Bupati Petrus Kasihiw melihat dari dekat kali Tusur dan Aerosum distrik Tembuni.
Selain itu Bupati Petrus Kasihiw dan rombongan juga melihat dari dekat kondisi Puskesmas Tembuni yang diterima  Kepala Puskesmas Tembuni ibu M. Maturbongs. (01-IP)

 

 

 

 

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *