Bintuni Akan memiliki Gedung ATM Untuk Mengatasi Penyakit Aids, TBC Dan Malaria

Nampak Gedung ATM yang sementara dalam penyelesaian akan dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit Aid, TBC serta Malaria. IP-IST
Bagikan berita ini

Views: 19

BINTUNI, InspirasiPapua.idKabupaten Teluk Bintuni akan memiliki satu gedung yang dinamakan ATM. Gedung ATM ini untuk belajar bagaimana pihak dinas kesehatan mengatasi atau memutus mata rantai penyakit Aids, Tuberklosis (TBC) dan Malaria.
Nampak Gedung ATM dari belakang. IP-IST
“Saat ini di Bintuni kita lagi membangun gedung yang namanya ATM yaitu Aids, Tuberklosis dan Malaria. Dimana gedung ATM tersebut kita akan belajar bagaimana mengatasi atau memutus mata rantai penularan 3 penyakit tersebut.
Dimana penyakit Malaria sebentar lagi akan tereliminasi atau hilang tetapi penyakit Aids dan TBC masih menjadi masalah.
Sedangkan untuk penyakit malaria akan tereliminasi pada 2030 untuk seluruh Indonesia. Kemudian untuk provinsi Papua Barat eliminasi malaria ditargetkan pada tahun 2027. Sedangkan kabupaten Teluk Bintuni sendiri lebih cepat yaitu eliminasi malaria ditargetkan pada tahun 2023,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Franky D. Mobilala, SKM, M.Kes kepada media ini saat dikonfirmasi di Bintuni.
Mobilala sapaan akrab Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni itu menjelaskan bahwa untuk penyakit menular yang disebabkan oleh virus atau bakteri yaitu Aids dan TBC ini di Bintuni masih menjadi masalah tetapi kita juga terus berupaya bagaimana mengeliminasi penyakit Aids dan TBC ini.
“Untuk eliminasi TBC kita masih kesulitan karena dari tahun ke tahun masih mencari strategi bagaimana mengatasi atau mengobati penyakit TBC tersebut di masyarakarat.
Untuk menentukan apakah seseorang itu mengidap penyakit TBC atau tidak itu melalui pemeriksaan labororatorium lengkap karena penyakit TBC tidak mudah dikenali pada stadium awal. Sehingga dari hasilnya baru kita bisa pastikan bahwa pasien tersebut mengidap pemyakit TBC atau tidak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Franky D. Mobilala, SKM, M.Kes. IP-IST
Di Bintuni pengidap penyakit TBC masih cukup tinggi hal ini disebabkan kita masih loss full up atau jarang memfull up atau mengunjungi mereka yang mengidap penyakit TBC untuk dilakukan pengobatan.
Penyakit Tuberkulosis termasuk penyakit menular dan kita belum mampu memutuskan mata rantai penularannya. Apabila kita melihat ada yang sakit TBC maka dipastikan dalam keluarganya juga ada yang positif karena yang menyebarkan TBC adalah mycrobacterium tuberculosis dapat menular lewat udara. Dan bisa juga disebabkan dari pola hidup karena kalau orang qizi buruk TBC juga mudah terkena penyakit menular tersebut,” terang Mobilala.
Kepala Dinas Kesehatan itu juga pada kesempatan itu menghimbau kepada seluruh masyarakat Bintuni agar selalu waspada dari penyakit Tuberkulosis yaitu mencegah terjadinya TBC dengan mejaga pola hidup seperti makan makanan yang berqizi.
Selain itu saya juga himbau kepada masyarakat agar mewaspadai penyakit TBC dengan menggunakan masker. Karena masker itu bukan saja digunakan untuk melindungi diri dari Covid-19 tetapi juga digunakan untuk melindungi diri dari penyakit menular  seperti TBC karena penularannya juga melalui udara.
Dimana kita sering melihat orang kesehatan biasa memakai masker bukan karena Covid-19 tetapi sebelum ada Covid-19 itu mereka sudah memakai masker untuk melindungi diri dari penyakit menular yang penularannya lewat udara,” pungkas Mobilala. (01-IP)

 

 

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *