Sejumlah Nakes PKM Meyerga Belum Kembali Ke Tempat Tugas Tunggu Petunjuk Pemerintah Dan Pihak Keamanan

Tenaga Nakes Puskesmas Meyerga saat akan turun ke kota Bintuni pasca peristiwa di kampung Majnik. (IP-IST)
Bagikan berita ini

Visits: 35

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Sejumlah tenaga kesehatan PKM Meyerga belum kembali ke tempat tugas masih menunggu petunjuk dari  pemerintah dan pihak keamanan.

Tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas atau PKM Meyerga distrik Moskona Barat sebanyak 15 orang yang turun ke kota Bintuni untuk sementara waktu setelah pasca kejadian di distrik Moskona Barat yang menewaskan pekerja sipil di antara kampung Majnik dan Meyerga, Kamis (29/09/2022) lalu sampai saat ini belum kembali ke tempat tugas di Puskemas Meyerga distrik Moskona Barat dan masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah dan pihak keamanan.

Kadin Kesehatan Teluk Bintuni Frangky D. Mobilala, SKM, M.Kes. (IP-IST)

“Saya selaku kepala dinas kesehatan pada prinsipnya ikut bertanggung jawab tentang  pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis maupun para medis yang bertugas di hampir 24 Puskesmas maupun Pustu yang tersebar di kabupaten Teluk Bintuni.

Dimana terkait peristiwa yang terjadi diantara kampung Majnik dan kampung Meyerga di distrik Moskona Barat pada  waktu itu demi keselamatan tenaga kesehatan yang ada di sana maka saya memerintahkan agar korban maupun pasien dievakuasi serta Nakes Puskesmas Meyerga agar sementara waktu kembali ke kota Bintuni sambil kita menunggu pentunjuk lebih lanjut dari pemerintah dan pihak keamanan.

Apabila situasi dan kondisi sudah aman maka mereka bisa kembali bertugas di sana karena ada beberapa target yang harus mereka selesaikan tahun ini di tempat tugas mereka di sana.

Sehingga hal tersebut yang membuat mereka mau kembali ke tempat tugas di Meyerga. Dimana beberapa hari yang lalu mereka menghubungi saya dan saya bilang sabar dulu saya harus hubungi pemerintah dan pihak keamanan. Kalau dijamin sudah aman maka mereka akan segera kembali ke sana,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Franky D. Mobilala, SKM, M.Kes kepada wartawan, Rabu (13/10/2022) ketika dikonfirmasi di Kantor Dinas Kesehatan Teluk Bintuni di Kilometer 06 distrik Bintuni Timur.

Mobilala juga mengatakan bahwa belum lama ini pihaknya juga berduka cita dengan meninggalnya Kepala Puskesmas Meyerga almarhumah Margareta beberapa minggu lalu.

“Sehingga kita masih dalam keadaan duka. Mungkin setelah keamanan menjamin maka mereka bisa aman di tempat tugas barulah para tenaga kesehatan yang jumlahnya ada 15 orang itu itu bisa kembali bertugas di Meyerga.

Dan sesuai komitmen Bupati yang akan naik bersama masyarakat dan para kepala-kepala distrik se Moskona untuk menggelar Deklarasi Zona Damai serta Pesta Rakyat di Meyerga Moskona Barat untuk menunjukkan bahwa Meyerga aman dan Bintuni aman.

Mungkin pada saat itu tenaga kesehatan di Puskesmas Meyerga juga bisa balik semua ke tempat tugas. Dan hal ini saya akan koordinasikan dengan pemerintah setempat yang bertanggung jawab yaitu kepala distrik.

Kalau memang tidak aman pasti kepala distrik juga akan menyampaikan kepada kami selaku atasan dari pada medis dan para medis yang bertugas di daerah tersebut,” papar Mobilala.

Franky juga menjelaskan bahwa di Meyerga kebanyakan tenaga medis kontrak dan baru ada beberapa yang PNS dimana jumlah tenaga medis yang ada di Puskemas Meyerga sebanyak 15 orang terdiri dari 1 tenaga dokter dan lainnya tenaga perawat.

Dan saat ini sebagai pelaksana tugas Kepala Puskesmas Meyerga saya telah menunjuk salah satu bidan senior yang juga PNS yang sudah lama bertugas di Meyerga,” ujar Kadinkes Bintuni itu.

Kepala Dinas berdarah suku Wamesa itu juga menambahkan bahwa petugas medis yang turun ke kota Bintuni baru tenaga kesehatan Meyerga serta beberapa tenaga kesehatan dari dari distrik Dataran Beimes.

Tenaga kesehatan Puskesmas Merdey waktu itu juga mau turun namun saya katakan kepada mereka agar jangan turun ke kota karena kejadian bukan di Merdey jadi para tenaga medis di Puskesmas Merdey aman dan tidak perlu turun. Dan hal yang sama juga saya katakan kepada tenaga kesehatan distrik Dataran Beimes agar tidak perlu turun ke kota Bintuni karena di sana aman.

Karena kejadiannya di distrik Moskona Barat maka yang mengungsi hanya tenaga medis yang ada di Meyerga sehingga tenaga medis sama sekali kosong di sana. Dan tenaga medis Meyerga yang berada di kota Bintuni untuk sementara saya minta kepada mereka untuk membuka pelayanan di kota Bintuni untuk melayani kesehatan warga masyarakat Moskona Barat yang ada tinggal di kota Bintuni dan Manimeri,” tutup Mobilala.  (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *