Forum Anak Asli Tujuh Suku Dan OMK Bintuni Lakukan Aksi Galang Dana Korban Banjir Distrik Tembuni

Forum Anak Tujuh Suku Peduli Otsus saat galang dana di Lampu Merah jalan masuk Pasar Sentral Bintuni. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 3

 BINTUNI, InspirasiPapua.idKurang lebih 20 (dua puluh) orang yang tergabung dalam  Forum Anak Asli Tujuh Suku Teluk Bintuni Peduli Otsus serta berkolaborasi dengan kurang lebih 10 (sepuluh) orang muda Katolik (OMK) Santo Yohanes Bintuni bersama-sama menggalang dana peduli kemanusiaan untuk membantu warga masyarakat empat kampung yang ada di distrik Tembuni yang dilanda banjir satu hingga dua meter, Rabu (14/07/2022) lalu.
Forum Anak Tujuh Suku Peduli Otsus saat galang dana di Lampu Merah jalan masuk Pasar Sentral Bintuni. IP-IST
“Tujuan kami menggalang dana ini karena kami peduli kepada sesama sehingga kita turun melakukan aksi selama dua hari yaitu Jumat (15/07/2022) dan Sabtu (16/07/2022 untuk menggalang dana dari warga masyarakat Bintuni untuk membantu saudara-saudara kita di empat kampung yang ada di distrik Tembuni yang dilanda banjir besar.
Adapun keempat kampung tersebut yaitu kampung Mogoi Baru, Tusur, Bangun Harjo serta bangun Mulya.
Dimana dana yang kita kumpulkan ini nantinya kita akan dibelanjakan bahan pokok seperti beras, minyak goreng serta supermi dan lainnya
Serta kita juga akan belanja alat-alat dapur sperti kompor, panci, kuali untuk memenuhi kebutuhan bagi msyarakat yang dilanda banjir,” ungkap Ketua Forum Anak Tujuh Suku Peduli Otsus, Agustinus Orocomna, Jumat (15/07/2022) pagi.
Pada saat dikonfirmasi media ini di sela-sela kegiatan aksi penggalangan dana diseputaran Lampu Merah Jalan masuk Pasar Sentra Bintuni.
Ketua Forum Anak 7 Suku Peduli Otsus Agustinus Orocomna (pakai kaca mata hitam) saat melakukan aksi penggalangan dana bagi korban banjir distrik Tembuni, IP-IST
Ketua Forum Anak 7 Suku Pedili Otsus itu juga mengatakan bahwa banjir tahun 2022 yang terjadi di distrik Tembuni cukup besar. “Namun segala macam kerugian yang dialami warga masyarakat belum ditaksir seberapa besar yang dialami warga yang terkena banjir tersebut.
Sehingga kami turun menggalang dana di jalan sebagai bentuk kepedulian anak-anak 7 (tujuh) suku  bukan hanya untuk sesama 7 (tujuh) suku saja tetapi bentuk kepedulian itu juga untuk suku Nusantara yang tinggal di sana,” sebutnya.
Pada kesempatan itu, Agus sapaan akrab Ketua Forum Anak Asli 7 Suku itu juga berharap agar masyarakat Bintuni serta organisasi kepemudaan yang ada di Bintuni agar juga turut peduli untuk berpartisipasi menggalang dana untuk korban banjir dan tidak hanya dilakukan oleh pemuda 7 suku saja.
Tetapi semua oragnisasi memiliki kepedulian yang sama kami himbau untuk turun lapangan melakukan aksi yang nyata untuk membantu sesama masyarakat,” tutur Agus.
Orang Muda Katolik Bintuni juga ikut ambil bagian dalam penggalangan dana korban banjir distrik Tembuni di jalan masuk pasar sentral Bintuni. IP-IST
Agus menambahkan bahwa di Bintuni itu ada tiga agama besar yaitu Islam, Kristen dan Katolik yang dikenal dengan istilah tiga tunggu sehingga apapun yang terjadi mari kita saling membantu.
“Dan kita turun melakukan aksi menggalang dana karena kami punya warga masyarakat 7 suku dan juga warga nusantara yang tinggal di sana kena musibah. Dimana warga masyarakat kita yang nusantara itu sudah lama tinggal di Bintuni yang juga punya andil ikut membangun Moskona khususnya dan umumnya kabupaten Teluk Bintuni.
Apa yang menimpa mereka menjadi tanggung jawab moril kami dari Forum Anak 7 Suku sebagai tujuan forum ini didirikan bukan hanya untuk mengawal dana Otsus saja tetapi juga peduli kepada sesama manusia,” papar Agus.
Sementara Dedi koordinator dari Organisasi Pemuda Katolik (OMK) se Paroki santo Yohanes Bintuni menambahkan bahwa mereka turut berpartisipasi melakukan penggalangan dana untuk membantu korban banjir empat kampung yang ada di distrik Tembuni.
“Kami terpanggil untuk turun melakukan aksi penggalangan dana ini karena kami merasa peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di sana yang dilanda banjir.
Banjir yang kami ketahui ini adalah yang terbesar terjadi tahun ini yang tingginya satu meter hingga sua meter. Kami berharap semoga kedepannya bisa kembali normal dan banjir tidak terulang seperti sekarang ini,” sebutnya. (01-IP)

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *