Bupati Bintuni Himbau Anak-Anak Suku Sumuri Harus Sekolah Agar Tidak Jadi Penonton Di Negeri Sendiri

Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT saat menyampaikan sambutan pada acara Pembukaan Mubes Suku Sumuri. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 3

BINTUNI, InspirasiPapua.idAnak-anak Suku Sumuri harus bersekolah agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri.
“Saya berharap Musbes Suku Sumuri kali ini keluarga besar Suku Sumuri duduk bersama hilangkan perbedaan-perbedaan dan satukan persepsi, satukan visi dan misi untuk membawa Sumuri kedepan lebih baik.
Pemerintahan ke pemerintahan silih berganti dari periode ke priode. Suatu saat jabatan saya juga sebagai Bupati berakhir masih ada pemerintah atau Bupati yang berikut.
Dan kita tidak tahu Sumuri nantinya seperti apa? mungkin jadi kota Madya oleh karena itu kita harus menyiapkan diri supaya anak-anak Sumuri kedepan tidak terlindas roda pembangunan, roda industri.
Terkait hal itu pemeritah Teluk Bintuni sudah menyiapkan sekolah untuk mempersiapkan anak-anak Teluk Bintuni termasuk anak-anak Sumuri.
Dimana pemerintah telah menggagas sekolah sesuai dengan kebutuhan kedepan dimana  Sumuri akan jadi kota industri maka kita harus siapkan manusia-manusia yang bisa diterima di pasar industri.
Di Bintuni saat sudah ada sekolah Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIMTB) yang sudah menyekolahkan anak-anak Teluk Bintuni. Dimana sudah hampir 800 anak-anak Teluk Bintuni yang tersebar dimana-mana baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Seperti ada 80 yang diterima di perusahaan industri di Weda Halmahera Tengah, ratusan yang ada di proyek Train 3 LNG Tangguh, 20 yang ada di Brunei Darussalam, 30 sampai 50 yang ada di Batam. Dan ada juga beberapa yang bekerja di proyek Cikarang MRT serta 3 orang di Qatar Timur Tengah.
Mereka anak-anak Papua yang hebat-hebat yang mampu berbahasa Inggris. “Kita ini anak Papua terutama anak Sumuri kadang-kadang kita tidak sadar bahwa kita juga bisa.
Sehingga kita terlena dan duduk-duduk saja sementara orang lain sudah melangkah jauh baru kita kaget.
Hari ini kenapa kita lihat saudara-saudara kita di gunung sudah ada dimana-mana di birokrasi pemerintahan, sedangkan warga kita di pantai tinggal penggayung perahu dan putar papeda namun tidak ngotot untuk sekolah.
Sedangkan anak-anak di gunung itu ngotot sekolah dan sudah banyak yang S2 dan S3. Dan mereka sudah menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan Teluk Bintuni baru warga kita di pesisir kaget.
Padahal dulu yang ajar dorong itu orang-orang dari Fafurwar dan sekarang orang Moskona sudah S2 dan S3 baru orang Fafurwar, Sumuri bagaimana?. Oleh sebab itu saya mengajak mari kita belajar atau sekolah tidak ada kata-kata terlambat karena hanya itu cara untuk membangun Sumuri kedepan.
Agar kelak kita bisa mengambil alih  untuk mengelolah aset sumber daya alam (SDA) kita yang besar yaitu Migas. Dan orang tidak mudah tipu kita. Sebab tanpa pendidikan mustahil kita bisa kelolah SDA kita dan kita malah akan menjadi penonton di negeri sendiri,” sebut Bupati Bintuni. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *