KNPI Layangkan Surat Ke DPRD, Ini Harapan Warga Pasar Sentral Bintuni Soal Sampah

Ketua KNPI Kabupaten Teluk Bintuni Keni Kendiwara didampingi seorang tukang ojek Bintuni Asri Rasid saat diwancari wartawan terkait sampah yang menumpuk di Bak Sampah Pasar Sentral Bintuni. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 1

BINTUNI, InspirasiPapua.idKondisi  Pasar Sentral Bintuni yang saat ini dipenuhi dengan sampah dan baunya sudah sangat menyengat warga maupun pedagang dan tukang ojek yang mangkal dekat dengan Bak Sampah yang sudah tertutup dengan sampah di pasar tersebut.
Seorang tukang ojek Bintuni yang mangkal di pangkalan Ojek Pasar Sentral Bintuni Asri Rasid saat diwancari wartawan terkait sampah yang menumpuk di Bak Sampah Pasar Sentral Bintuni. IP-IST
Kondisi sampah yang sudah dua minggu lebih yang tidak diangkat-angkat makin menggunung dan menganggu bagi pembeli dan pengendara yang datang berbelanja atau pun melewati tumpukan sampah yang ada di Pasar Sentral Bintuni itu.
Serta dikeluhkan oleh warga atau pedagang dan pengunjung serta tukang ojek yang berada di sekitar Bak Sampah yang letaknya di dalam pasar yang tidak jauh dari penjual ikan, sayur dan barang kelontongan serta tempat ojek mangkal.
Karena tumpukan sampah kini dipenuhi belatung dan mengeluarkan bau yang tak sedap.
Kondisi pasar yang dipenuhi sampah berserakan yang dikerumuni lalat serta juga mengganggu keindahan lingkungan, dan menimbulkan pemandangan yang tidak elok.
Atas persoalan tersebut pihak Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Teluk Bintuni sudah seminggu melayangkan surat ke DPRD Kabupaten Teluk Bintuni namun sampai saat ini belum ada  tanggapan dari pihak DPRD setempat.
Ketua KNPI Teluk Bintuni, Kenny Kendiwara membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan  surat ke DPRD Teluk Bintuni minggu yang lalu.
Seorang penjual bakso Eko yang berjualan di dekat bak sampah pasar sentral Bintuni sudah tidak lagi berjualan akibat bau dari sampah yang sudah menyengat. IP-IST
“Namun sayangnya belum ada jawaban dari mereka. Adapun isi surat itu adalah untuk melakukan audiensi dengan anggota DPRD, Pemkab Teluk Bintuni melalui dinas terkait yang menangani sampah serta pihak ketiga yaitu Perusahaan Daerah (Perusda) Bintuni Maju Mandiri.
Untuk membahas persoalan sampah yang mendesak atau urgen yang menjadi masalah di tengah-tengah masyarakat Bintuni saat ini.
Sampah ini bukan saja ada di pasar tertumpuk, tetapi juga ada dibeberapa titik disepanjang jalan Bintuni yang terlihat bertumpuk dan berserakan. Seperti di Taman Kota Bintuni, Samping Lapangan Futsal Bintuni serta taman Tujuh Suku Bintuni Tanah Merah.
Ini memberikan pemandangan tidak bagus, bagaimana kalau ada tamu-tamu yang datang dari luar Bintuni lalu melihat pemandangan ini. Tentunya kita akan malu melihat kondisi kota kita Bintuni yang nampak kotor saat ini,” ungkap Ketua KNPI Kabupaten Teluk Bintuni Kenny Kendiwara, Minggu (17/07/2022) kepada wartawan saat ditemui di lokasi Sampah yang sudah menumpuk di Pasar Sentral Bintuni.
Ketua KNPI kabupaten Teluk Bintuni itu meminta kepada pemerintah kabupaten Teluk Bintuni agar segera mengambil sikap serius dan tegas dalam penanganan sampah di kota Bintuni dan sekitarnya.
“Padahal kita sudah melakukan pembersihan pada tanggal 02 Juli 2022 lalu bersama pihak pemerintah distrik Bintuni dan Forum Anak Asli 7 Suku Peduli Otsus Kabupaten Teluk Bintuni serta pedagang di pasar.
Pedagang Kelontongan Toko Indra Jaya Haji Ridho yang lokasinya persis dekat Bak Sampah juga berharap agar persoalan sampah cepat diatasi oleh pemerintah dan DPRD Teluk Bintuni. IP-IST
Selain itu kita juga sudah mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Yasman Yasir yang akrab disapa Bang Baso maupun perusahaan PT Paradiso dengan menyumbangkan alat beratnya serta beberapa unit truk untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir.
“Tindakan itu kita lakukan semata-mata karena merasa peduli dan prihatin melihat kondisi sampah yang sudah menumpuk dengan bau yang sangat menyengat.
Selanjutnya kita kembalikan penanganan sampah ini ke pihak Pemkab Teluk Bintuni serta pihak pihak ketiga yaitu Perusda yang menangani sampah-samapah tersebut.
Jadi apapun persoalannya, entah itu masalah upah pekerja atau petugas kebersihan itu urusan Perusda ataupun masalah ganti rugi hak ulayat masyarakat yang dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA) merupakan tugas pemerintah untuk selesaikan,” papar Ketua KNPI itu.

*Ini Harapan Warga Pasar Sentral Bintuni Kepada Pemerintah dan DPRD Teluk Bintuni*

Sementara itu, di tempat yang sama, seorang yang berprofesi sebagai tukang ojek Asri Rasid juga mengeluhkan akibat banyaknya sampah di pasar Sentral Bintuni menyebabkan penghasilan ojek di Bintuni berkurang.
“Pasalnya pembeli atau pengunjung yang datang berbelanja di pasar berkurang akibat sampah yang bertumpuk dengan bau yang tidak sedap menyengat sampai ulat-ulatnya juga berceceran membuat mereka enggan datang berbelanja di pasar sentral ini. “Dan kalau kondisinya seperti ini terus-menerus kami dan keluarga mau makan apa?,” ujar si tukang ojek itu.
Hal senada juga disampaikan seorang penjual bakso Eko yang saat ini sudah tidak melakukan aktivitasnya berjualan semenjak sampah menutup tempatnya berjualan bakso.
“Sekarang saya menggangur sudah dua Minggu tidak berjualan. Kami mohon kepada pemerintah daerah agar kiranya cepat menyelesaikan masalah sampah ini. Agar saya dapat berjualan bakso kembali,” harap Eko.
Sementara pedagang kelontongan Haji Ridho pemilik toko Indra Jaya Pasar Sentral Bintuni yang juga dekat dengan Bak Sampah mengatakan bahwa sudah dua minggu lebih sampah menumpuk dan baunya sudah menyengat sekali dan  tidak bisa tahan lagi.
Terkait hal tersebut dirinya meminta kepada pemerintah daerah untuk cepat mengatasi masalah sampah supaya aktifitas jual beli di pasar kembali lancar.
“Dengan adanya sampah ini membuat orang tidak mau masuk berbelanja di pasar. Dan menyebabkan perekonomian di pasar agak terganggu akibat sampah ini.
Justru kami sangat setuju apabila adanya Perda tarif sampah dan kami pedagang atau masyarakat tidak keberatan untuk membayar yang penting sampah ini selalu bersih di pasar. Sebab sampah-sampah dari luar yang dibuang di sini juga cukup banyak.
Dan saya pikir kalau masalah hak ulayat sampai sampah ini tidak bisa diangkut untuk dibuang di TPA itu bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Kemudian Haji Ridho juga berharap anggota DPRD Teluk Bintuni selaku refresentatif dari masyarakat Bintuni bisa mengambil langkah untuk mengatasi masalah sampah ini secepatnya. Dengan hak pengawasan dari DPRD bisa membicarakan hal tersebut dengan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah sampah ini sehingga kota Bintuni khususnya pasar bisa bersih kembali,” tuturnya. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *