Masyarakat Moskona Barat Serahkan Senjata Laras Pendek Dan Sejumlah Amunisi Kepada Kapolres Bintuni

Kapolres Teluk Bintuni AKBP. Junov Siregar saat menerima senjata api rakitan laras pndek dan sejulah amuni dari masyarakat Meyerga Moskona Barat. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 3

BINTUNI, InspirasiPapua.idMasyarakat Moskonan Barat serahkan sepucuk senjata Laras Pendek beserta sejumlah amunisi kepada Kapolres Teluk Bintuni AKBP. Junov Siregar, SH, SIK, Jumat (22/07/2022) bertempat di ruang Dira Brata Polres Teluk Bintuni.
Saat menerima senjata dari warga masyarakat Moskona Barat Kapolres Teluk Bintuni AKBP Junov Siregar didampingi oleh Kabag Ops. AKP Vhalio Agape dan Kasat Reskrim Iptu Tomi Samuel Marbun.
Sebelum penyerahan senjata Kapolres Teluk Bintuni AKBP Junov Siregar terlebih dahulu membuka pertemuan tersebut dengan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Meyerga distrik Moskona Barat atas kesadarannya untuk menyerahkan senjata api dan sejumlah amunisi kepada Polres Teluk Bintuni.
Sementara itu, dalam penyerahan senpi atau amunisi tersebut masyarakat Meyerga Cornelis Aisnak menjelaskan  tujuan dari penyerahan senjata api ini semata-mata untuk menjaga keamanan bersama di distrik Moskona Barat.
Pada kesempatan itu juga disaksikan oleh Kapolres bersama jajarannya, Ketua LMA Moskona Barat, Melianus Orocomna bersama warganya serta awak media.
Selain itu, Cornelis Aisnak dalam kesempatan itu meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni  agar memperhatikan Pembangunan di wilayah distrik Moskona Barat.
“Kami hanya menuntut pembangunan dan meminta kerja sama dengan pihak keamanan agar pembangunan di Mayerga terwujud, ” ucap Cornelis Aisnak.
Cornelis juga  menyebutkan bahwa masyarakat ingin menjadi tuan di negeri sendiri. “Aspirasi beberapa kali kami sampaikan kepada pemerintah tetapi belum ada jawaban.
Kami meminta agar aspirasi kami didengarkan oleh pemerintah dan kami juga meminta agar kepala kampung Meyerga agar segera diganti,” ujar Aisnak.
Ditempat yang sama Ketua LMA Moskona Barat Melianus Orocomna meminta agar kepala distrik Moskona Barat diganti karena menurutnya kepala distrik tidak pernah berada ditempat tugas.
“Kami juga meminta agar pemerintah Teluk Bintuni harus memperhatikan pembangunan di distrik Moskona Barat,” sebutnya.
Setelah mendengarkan penyampaian dari Cornelis Aisnak dan Ketua LMA Moskona Barat,  Kapolres mengucapkan banyak terima kasih atas masukan yang telah diberikan.
“Semoga apa yang di inginkan oleh masyarakat Moskona Barat  dapat diperhatikan pemerintah dan  ini sudah pasti  dicatat oleh teman-teman media, sehingga kedepannya kita juga  bisa menyampaikan ke pemerintah,” kata Junov.
Selanjutnya Kapolres Teluk Bintuni menerima senpi  rakitan menyerupai jenis revolver dengan 25 butir peluru (amunisi) jenis kaliber 5.56 mm.
Setelah penyerahan senpi dan 25 amunisi dari warga Moskona Barat, Kapolres Teluk Bintuni menghimbau kepada masyarakat apabila masih ada yang memiliki senjata api agar segera menyerahkannya kepada Polres Teluk Bintuni.
“Saya berharap kesadaran dari masyarakat apabila masih memiliki senjata api apakah itu Laras pendek atau Laras panjang. Itu bukan mas kawin, itu berbahaya bisa digunakan untuk membunuh orang,” jelas Kapolres.
Kapolres juga menekankan bahwa senjata api jenis apapun tidak pantas untuk disebut sebagai mas kawin.  Senjata api ini bisa berakibat fatal serta dapat membunuh orang lain.
Maka sekali lagi saya meminta bagi siapa saja yang masih memiliki senjata api agar segera diserahkan. Dimana senpi dan amunisi ini akan kami laporkan kepada  pimpinan dalam hal ini Bapak Kapolda Papua Barat. Dan bagi siapa yang menyerahkan  senjata api, semoga kedepannya diberikan penghargaan.
Penyerahan disaksikan langsung oleh Ketua LMA Moskonan Barat dan sepuluh orang perwakilan masyarakat Meyerga. Senpi yang diserahkan tersebut menyerupai revolver (senjata rakitan) yang dapat menampung satu butir peluru.
Masalah senjata masih aktif atau tidak nanti  diuji balestik ke laboratorium forensik Mabes Polri, amunisi yang digunakan peluru kaliber  5.56 mm ini  biasa digunakan pada laras panjang SS-1  dan M-16.
“Senjata api yang diserahkan oleh warga ini akan diamankan oleh Polres Teluk Bintuni,” terang Junov Siregar. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *