Wajah Baru Polres Bintuni, Kapolres Marully Tekankan Profesionalisme dan Sinergi

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 5

“Tiga Jabatan Berganti, Kapolres Teluk Bintuni Tekankan Pelayanan Humanis”

 

BINTUNI, inspirasipapua.id — Pergantian pejabat kepolisian bukan sekadar perpindahan kursi dan jabatan. Di baliknya ada tuntutan untuk menjaga organisasi tetap bergerak, merespons persoalan masyarakat, dan memastikan pelayanan hukum tidak berhenti di balik meja.

Pesan itu disampaikan Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar saat memimpin upacara penyerahan jabatan Wakapolres sekaligus Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasat Reskrim dan Kapolsek Babo di Gedung Andriano Ananta, Mapolres Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu, 9 September 2026.

Tiga posisi di lingkungan Polres Teluk Bintuni berganti. Kompol I Putu Edi Wirawan, yang sebelumnya menjabat Danden Gegana Sat Brimob Polda Papua Barat, dipercaya menjadi Wakapolres Teluk Bintuni menggantikan Kompol Alexander Putra yang selanjutnya mengikuti pendidikan.

Di bidang penegakan hukum, AKP Daud Kristian Ambumi, S.H., dipercaya menjadi Kasat Reskrim. Ia sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Teluk Wondama. Daud menggantikan AKP Bobby Rahman, S.Tr.K., yang mendapat penugasan sebagai Ps. Kanit 4 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Papua Barat. Sementara jabatan Kapolsek Babo diserahkan kepada IPDA Hardiknas Tandiarrang Kende, S.H., yang sebelumnya menjabat Kaurbinopsnal Sat Lantas Polres Teluk Bintuni. Ia menggantikan IPTU Asran Manan yang mendapat tugas baru sebagai Ps. Kasat Intelkam Polres Teluk Bintuni.

Bagi Marully, pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran untuk menjaga kinerja kepolisian tetap berjalan efektif. Namun, perubahan pejabat juga membawa tanggung jawab baru: memahami wilayah, mengenali persoalan warga, dan membangun kepercayaan.

Ia meminta pejabat yang baru segera beradaptasi dengan karakteristik Kabupaten Teluk Bintuni. Komunikasi dan koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen masyarakat dinilai penting agar persoalan keamanan tidak hanya ditangani setelah menjadi gangguan kamtibmas.

“Laksanakan tugas dengan humanis dan profesional, serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Marully.

Pendekatan humanis, dalam konteks tugas kepolisian, bukan berarti mengurangi ketegasan penegakan hukum. Sebaliknya, polisi dituntut mampu menempatkan tindakan hukum secara profesional sekaligus tetap menghormati masyarakat yang dilayani.

Karena itu, Marully mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan tanggung jawab, disiplin dan keikhlasan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Teluk Bintuni.

“Terima kasih atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang telah diberikan selama menjabat,” ujarnya.

Pergantian Wakapolres, Kasat Reskrim dan Kapolsek Babo akhirnya bukan hanya soal siapa yang datang dan siapa yang pergi. Bagi jajaran Polres Teluk Bintuni, momentum itu menjadi kesempatan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus mengingatkan kembali tujuan utama institusi kepolisian: hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, pelayanan dan kepastian hukum.

Marully berharap para pejabat baru membawa semangat baru tanpa kehilangan orientasi utama pelayanan publik. Sebab, kualitas kepolisian pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, tetapi juga dari seberapa jauh masyarakat merasa aman, dihormati dan dilayani.

**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *