Sebanyak 42 Tenaga Lapangan BPS Bintuni Diterjunkan Di 24 Distrik Untuk Pendataan Susenas Tahun 2022

Petugas Lapangan dari BPS Teluk Bintuni sedang melakukan pendataan Susenas di Kompleks Nusantara Awarepi distrik Bintuni Timur. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 1

BINTUNI, InspirasiPapua.idSebanyak 42 (empat puluh dua) tenaga lapangan dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Teluk Bintuni diterjunkan di 24 distrik yang ada di kabuparten Teluk Bintuni untuk melakukan pendataan kepada warga Teluk Bintuni yang ada di kota Bintuni dan sekitarnya serta daerah pesisir dan pegunungan atau daerah-daerah terisolir selama kurang lebih 3 minggu yaitu dari tanggal 10 Maret hingga 02 April Tahun 2022.

“Awalnya kami melakukan pendataan kepada warga masyarakat yang menetap di kabupaten Teluk Bintuni yang ada di 24 distrik baik di kota Bintuni dan sekitarnya hingga pesisir dan pegunungan.

Dimana tenaga lapangan yang diterjunkan sebanyak 42 orang yang ditugaskan selama kurang lebih 3 minggu  untuk melakukan Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di kabupaten Teluk Bintuni,” jelas Petugas Lapangan dari BPS Teluk Bintuni Ibu Gion dan Harnia,  Kamis (10/03/2022) kepada wartawan ketika  diwawancarai saat melakukan pendataan kepada warga Kompleks Nusantara di kampung Awarepi distrik Bintuni.

Kedua Tenaga Lapangan BPS itu juga mengungkapkan bahwa data-data yang pihak BPS kumpulkan dari masyarakat Bintuni diantaranya pekerjaan atau mata pencaharian dari warga masyarakat, penghasilan serta pengeluaran dan lainnya. Data ini nantinya akan diperuntukkan untuk data Kabupaten Teluk Bintuni.

“Dimana pihak pemerintah kabupaten Teluk Bintuni nantinya melalui data Susenas dapat melihat warga masyarakat Teluk Bintuni yang hidupnya masih dibawah garis kemiskinan.

Sehingga Pemkab Teluk Bintuni dapat megambil langkah-langkah strategis untuk mengangkat harkat hidup masyarakatnya yang masih miskin tersebut.

Seperti kita ketahui bahwa kabupaten Teluk Bintuni merupakan salah satu dari 5 kabupaten yang ada di Papua Barat memiliki warga masyarakat yang dikategorikan dalam tingkat kemiskinan ekstrim,” tuturnya.

Gion didampingi Harnia juga menyebutkan bahwa sebelum petugas melakukan pendataan kepada warga masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Maka terlebih kami lebih dulu melakukan up dating atau pengecekan terkini nama-nama warga masyarakat yang akan dilakukan pendataan.

Setelah itu barulah petugas melakukan pendataan dengan mendata kehidupan sehari-hari masyarakat. Seperti pekerjaanya apa?, pengeluaran dan pemasukannya berapa? dalam sebulan dan juga mata pencaharian atau pekerjaan warga tersebut apa?. Termasuk KK dan jumlah anggota keluarga dari warga yang didata serta lainnya,” papar para petugas lapangan BPS itu.

Kedua petugas lapangan BPS itu juga menambahkan bahwa data-data tersebut nantinya setelah diolah oleh pihak BPS Teluk Bintuni akan diberikan kepada Pemkab Teluk Bintuni untuk digunakan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Bintuni.

“Mungkin dari data tersebut Pemkab Teluk Bintuni bisa melihat siapa-siapa warganya yang masih memiliki pendapatan rendah atau masih hidup miskin.

Sehingga Pemkab Teluk Bintuni dapat mencari solusi bagaimana masyarakatnya yang miskin tersebut dapat ditingkatkan kesejahteraanya.

Jadi pihak BPS Teluk Bintuni melakukan pendataan melalui program Susenas untuk membantu Pemkab Teluk Bintuni dalam mengentaskan kemiskinan atau untuk kebutuhan penelitian serta lainnya.

Dan dalam pendataan tersebut BPS juga bekerja sama atau bermitra dengan Pemkab Teluk Bintuni,” pungkasnya. (01-IP) 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *