Ratusan Guru Protes Di Kantor Pos Bintuni, Tuntut Hak Jatah Beras 1 Tahun Belum Mereka Terima 

Bagikan berita ini

Views: 31

Ratusan Guru Protes Di Kantor Pos Bintuni, Tuntut Hak Jatah Beras Sudah 1 Tahun Belum Mereka Terima 

BINTUNI, Inspirasi Papua.id-  Ratusan guru dari berbagai tingkatan pendidikan sekitar pukul 09.30 Wit memadati halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni untuk melakukan aksi unjuk rasa untuk mempertanyakan beras jatah mereka yang belum diterima selama 1 tahun yaitu sejak Januari sampai Desember  2023.

Para guru diterima oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni Yohanis Asmorom dan menjelaskan kenapa jatah beras guru belum juga diterima itu masalahnya ada di Kantor Pos.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak Dinas Pendidikan para guru kemudian beramai-ramai menuju kantor Pos Cabang Bintuni di Kilometer 1 Bintuni untuk unjuk rasa mempertanyakan beras jatah mereka kenapa belum mereka terima selama 1 tahun. Beras itu dikemanakan?.

Para guru tiba di halaman Kantor Pos Bintuni melakukan aksi protes yang dipimpin oleh Ketua PGRI Teluk Bintuni, Simon Kambia.

Juga dihadiri oleh Sekretaris PGRI Teluk Bintuni, Rasid Waretma, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Teluk Bintuni, Yohanes Asmorom.

Para guru berkumpul untuk menuntut hak jatah beras mereka yang belum diterima selama berbulan-bulan atau 1 tahun yaitu dari Januari sampai Desember 2023.

Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Kantor Pos Cabang Bintuni, Tarto, serta Suvervisor Pelayanan Jaffy Nahumury dan Suvervisor Ritel Kantor Pos Manokwari Iqram.

Selain itu, Kepala Kantor Pos Manokwari, Raemy Tambunan, turut memberikan penjelasan melalui telepon seluler yang disambungkan ke louspeaker terkait masalah itu untuk diperdengarkan ke peserta unjuk rasa.

Raemmy Tambunan menjelaskan bahwa Kantor Pos Manokwari telah mengirimkan jatah beras guru-guru Teluk Bintuni dari semua tingkatan pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, melalui perusahaan transportir (nama perusahaan tidak disebutkan_red).

Bahkan pada saat itu pihaknya juga sudah memanggil Transportir untuk dimintai penjelasan namun mereka belum juga datang ke Kantor Pos Manokwari untuk penuhi panggilan Kepala Kantor Pos Manokwari.

Terpisah Sekretaris Dinas Pendidikan Teluk Bintuni, Yohanes Asmorom saat diwawancarai wartawan mengatakan, Aksi protes ini mencerminkan kepedulian para pendidik terhadap hak-hak mereka dan menyoroti pentingnya pengelolaan distribusi bantuan yang tepat waktu dan efisien.

“Semoga permasalahan ini segera terselesaikan demi kesejahteraan para pendidik atau guru di Teluk Bintuni.” harapnya.

Semua berita acara dan DO dari pemerintah Teluk Bintuni sudah lengkap. Jadi masalahnya ada di Kantor Pos yang sampai saat ini beras yang disalurkan tersebut belum sampai ke para guru yang merupakan hak mereka.

Saya berharap ini cepat diselesaikan oleh pihak Kantor Pos agar masalah ini tidak merugikan guru-guru kitabdi Bintuni yang juga butuh makan untuk hidup,” papar Asmorom.

Sedangkan Simon Kambia selaku Ketua PGRI Kabupaten Teluk Bintuni  mengatakan bahwa sudah dua kali pihakndinas pendidikan Bintuni melakukan pertemuan dengan pihak Kantor Pos tetapi jatah beras guru juga belum mereka terima.

Sehingga pada hari ini kami sepakat untuk memalang kantor Pos Cabang Bintuni sampai hari Senin (26/2/2024).

Apabila pada hari Senin mereka belum bisa menjamin beras jatah untuk para guru maka para guru akan melakukan mogok mengajar sampai beras jatah guru tersebut terjawab.

Hal seperti ini sudah dilakukan berulang-ulang oleh pihak Kantor Pos Manokwari bahkan sampai beras jatah itu hangus dan para guru tidak menerima jatah beras.

Padahal gaji mereka sudah di potong untuk beras jatah tersebut. Maka kami dari PGRI merasa prihatin terhadap masalah yang melanda para guru sehingga kami turun unjuk rasa pada hari ini untuk memperjuangkan beras jatah mereka.

Kami berharap hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Kambi dengan tegas.

Pantauan media ini usai dialog antara PGRI dengan pihak Kantor Pos Cabang Bintuni dan Manokwari akhirnya pintu utama kantor Pos Cabang Bintuni dipalang dengan menggunakan papan dan balok 5 x 5 dengan damai oleh para guru tanpa melakukan pengrusakan atau anarkis.

Dan sekitar pukul 11.00 Wit massa pun membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini bukan hanya guru saja yang belum menerima jatah beras selama setahun tetapi juga seluruh ASN Teluk Bintuni juga belum menerima jatah beras.

Setiap ASN atau guru menerima beras jatah setiap bulannya 40 Kg.  (ahm-IP)

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *